Mencoba Mobil Listrik Mahasiswa Bandung di IIMS 2018

/ / Berita

Sejumlah mobil bertenaga listrik hasil karya anak bangsa unjuk gigi dalam perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Dalam ajang tahunan kali ini, karya mereka bisa diuji di sekitar arena. Ada empat perguruan tinggi yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini, yaitu Universitas Gajah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Politeknik Negeri Bandung. Salah satu mobil listrik yang dapat dicoba adalah mobil listrik dari Politeknik Negeri Bandung yang disebut Safety Car Polban. Lokasi uji coba yakni di area test drive yang disediakan panitia pameran.

Salah satu perwakilan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung, Amirul Siddiq, mengatakan bahwa tak mudah membangun kendaraan bertenaga listrik. Menurutnya, butuh waktu lama dan biaya yang cukup tinggi. Untuk membuat mobil listrik, setidaknya memerlukan dana sebanyak puluhan juta rupiah.

“Setiap tahun Politeknik Negeri Bandung membuat lomba mobil listrik. Untuk bisa ikut, butuh dana Rp 25-60 juta. Tiap riset menggunakan teknologi berbeda, dan pengerjaannya juga bervariasi,” tuturnya.

Kendala yang mereka hadapi juga perihal baterai. Komponen tersebut harus didatangkan jauh dari Jepang. Namun, hal itu terpaksa dilakukan untuk mendukung hasil riset para mahasiswa tersebut.

“Mobil yang saat ini kami buat, Safety Car Polban, butuh waktu pengerjaan 5-6 bulan. Mobil ini masuk dalam kategori efisien,” ujarnya.

Mobil Listrik Politeknik Negeri Bandung

Mobil Listrik Politeknik Negeri Bandung rekayasa teknologi mahasiswa Indonesia.

Untuk mencoba mobil ini harus mengisi formulir data diri dan memperlihatkan Surat Izin Mengemudi, setelah itu salah satu mahasiswa akan memberikan penjelasan bagaimana cara kerja dari mobil listrik ini.

Apa yang ada di dalam kabil mobil listrik ini tidak sama dengan mobil-mobil pada umumnya. Apa yang diterapkan mahasiswa ini cukup membanggakan. Di usia muda dan masih duduk di bangku sekolah sudah menghasilkan sebuah karya inovatif.

Mobil Listrik Politeknik Negeri Bandung

Mobil Listrik Politeknik Negeri Bandung rekayasa teknologi mahasiswa Indonesia.

Untuk pengoperasiannya juga tidak sulit, sebab tempat duduk di kokpit hanya ada jok untuk pengemudi. Sopir wajib menggunakan sabuk keselamatan dan memakai helm.

Lingkar kemudi mungil dan hanya dilengkapi satu tombol berwarna kuning. Tombol ini bukan klakson atau starter melainkan tombol bantuan jika akan mundur. Sedangkan untuk maju hanya perlu menginjak pedal di sebelah kanan untuk maju dan pedal kiri untuk mengurangi kecepatan.

Ada juga tombol warna merah di dashboard. Itu digunakan sebagai tombol emergency seperti kontak, jika mobil tidak bisa berjalan atau tidak bisa mati. Cara penggunaannya cukup ditekan dan diputar sekali.

Performa

Ketika mulai menginjak pedal gas,  torsi mobil ini cukup memberikan entakan responsif. Safety Car Polban termasuk enteng untuk dikemudikan. Injakan pedal juga tidak butuh terlalu dalam, cukup sedikit mobil langsung meluncur, karena itu pedal gas harus ditekan perlahan. Jika butuh bergerak mundur, pengemudi cukup melepas pedal gas, menekan tombol berwarna kuning yang ada di setir sembari kembali menekan pedal gas.

Di luar itu, lingkar kemudi sedikit berat namun mobil ini sangat lincah dan mudah bermanuver. Mobil listrik buatan mahasiswa Polteknik Negeri Bandung ini dilengkapi motor Kelly BLDC 2.000 Watt dengan empat baterai yang masing-masing memiliki tegangan 48 Volt.

Menurut informasi dari mahasiswa yang bertugas memberi instruksi cara mengemudi, mobil bernama Safety Car Polban itu bisa dikendarai hingga 80 km/jam.

“Kalau 2.000 Watt ini bisa sampai 80 km/jam. Tapi bisa lebih lagi kecepatannya tergantung rasio gear-nya dan controlnya disetting juga,” ujar Fadhlian Ibrahim sebagai Electrical Safety Car Polban.

Rangka kaki mobil listrik ini menggunakan double whisbone. Rangka seperti ini kerap digunakan mobil sedan-sedan balap lantaran desainya kecil namun tetap kuat dan ringan.

 

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *