PENS Raih Enam Penghargaan di KRI 2018 Regional IV

/ / Berita

Ajang bergengsi tahunan yakni Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 Regional IV kembali diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Kali ini Politenik Negeri Malang (Polinema) ditunjuk sebagai tuan rumah yang merupakan tempat digelarnya lomba. Memasuki hari ketiga (3/5), setelah berlangsung beberapa pertandingan dari lima divisi yang dilombakan, tiba saatnya penutupan KRI 2018 Regional IV sekaligus pengumuman kepada tim yang berhasil meraih penghargaan. Pada kesempatan tersebut, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih enam kategori penghargaan.

Sebelum penutupan, tutur dihadirkan pula guest star untuk menghibur peserta KRI 2018 Regional IV maupun tamu undangan yang hadir. Drs. Awan Setiawan, MM. selaku direktur Polinema dan Dr. Didin Wahidin selaku Dirjen Belmawa Kemenristekdikti  turut memberikan sambutan sebelum meresmikan penutupan ajang bergengsi ini. Setelah itu dilanjutkan dengan pengumuman kepada tim-tim yang berhasil meraih penghargaan  dalam ajang Kontes Robot Indonesia 2018 Regional IV mulai dari Juara 1, 2, 3, dan Harapan 1. Tidak hanya itu, turut diumumkan pula beberapa penghargaan seperti desain terbaik dan strategi terbaik.

Pada momen tersebut, EROS, robot pesepak bola humanoid milik PENS raih juara pertama serta penghargaan desain terbaik dalam divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid. Tidak hanya EROS, EILERO juga berhasil meraih juara kedua dalam divisi Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), PENSAE berhasil meraih urutan keempat dalam divisi Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI). Sama halnya seperti EROS, ERISA sebagai robot tari juga berhasil meraih juara pertama dan mendapat penghargaan desain terbaik dalam divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Diharapkan dengan pencapaian tersebut dapat memotivasi tim robot PENS untuk kembali berlaga dikancah nasional yang akan dilangsungkan beberapa bulan mendatang.

EEPIS Robot Soccer (EROS)

Tanding Dua Kali di Babak Penyisihan, EROS Berhasil Lolos ke Tahap Selanjutnya

Tanding Dua Kali di Babak Penyisihan, EROS Berhasil Lolos ke Tahap Selanjutnya

EEPIS Robot Soccer (EROS) merupakan robot pesepak bola humanoid atau berkaki milik Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Menjadi pembuka dalam babak penyisihan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, EROS sebagai tim magenta bertanding dengan tim cyan yakni IF-DOROTA asal Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Dalam pertandingan kali ini, meski salah satu robot EROS yakni Umar sempat dibawa keluar lapangan karena terus berputar di arena pertandingan, namun pada akhirnya robot EROS bernama Bambang berhasil cetak skor 2-0 dari IF-DOROTA. Sementara, robot EROS yang memiliki nama punggung Huda tetap kokoh berdiri sebagai Keeper agar tidak kebobolan bola lawan.

Pencapaian skor tersebut, membawa EROS untuk bertanding kembali melawan EWS Bascorro, robot KRSBI Humanoidmilik Universitas Diponegoro (UNDIP). Tidak jauh berbeda dengan pertandingan sebelumnya, meski sempat lama dalam menendang bola ke gawang lawan, namun akhirnya robot EROS bernama Bambang yang memiliki tinggi sekitar 60 cm berhasil mencetak goal kembali dengan capaian skor 1-0. Diharapkan pencapaian EROS kali ini bisa bertambah dipertandingan selanjutnya sehingga EROS dapat terus bertanding hingga ke babak final.

ERSOW

Penyisihan Putaran Kedua: ERSOW Pastikan Lolos dari Penyisihan Grup

Penyisihan Putaran Kedua: ERSOW Pastikan Lolos dari Penyisihan Grup

Robot PENS yakni ERSOW, yang bertanding dalam divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, kembali melaksanakan babak penyisihan. Setelah sebelumnya memenangkan putaran pertama, ERSOW kembali melakukan pertandingan penyisihan dengan melawan ZHAFRAN dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bermain di pertandingan yang ke-15, ERSOW kali ini bermain sebagai tim cyan.

Dalam penyisihan putaran kedua, ERSOW terus tunjukkan performa yang baik. Terbukti baru beberapa menit dimulai, ERSOW berhasil menembus pertahanan ZHAFRAN. Terdapat hal menarik ditengah-tengah pertandingan berlangsung, dimana robot ERSOW yang berperan sebagai striker justru berputar-putar ditengah lapangan.

Meskipun gawang sempat dibobol, ERSOW kembali berhasil unggul dengan gol keduanya yang dicetak pada saat pertandingan berjalan 4 menit 42 detik.  Skor 2-1, bertahan hingga akhir pertandingan. Dengan kemenangan kali ini, ERSOW juga telah memastikan lolos dalam babak penyisihan grup.

EILERO

Penyisihan Putaran Kedua: EILERO Selesaikan Misi Lebih Cepat

Penyisihan Putaran Kedua: EILERO Selesaikan Misi Lebih Cepat

Pertandingan silih berganti dilakukan masing-masing divisi yang saling mengadakan babak penyisihan. Salah satu divisi yakni Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) sudah melakukan babak penyisihan putaran kedua.

Pertandingan kali ini, menjadi penentuan bagi robot yang belum bisa memadamkan api pada putaran pertama. Hal tersebut tidak mempengaruhi EILERO yang sudah berhasil tuntaskan misi pada putaran pertama. EILERO sebagai perwakilan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), tampil apik dalam divisi ini. Setelah pada putaran pertama berhasil menempati posisi kedua, EILERO berhasil selesaikan misi dengan lebih cepat.

Menempati arena A, EILERO berhasil padamkan api dengan waktu 39 detik. Sedangkan untuk menyelesaikan return trip waktu yang dibutuhkan adalah 21,9 detik. Performa EILERO tersebut lebih cepat dari putaran yang sebelumnya yakni selama 66,1 detik untuk memadamkan api dan 48,2 detik untuk kembali. Diharapkan, performa tersebut dapat mengantarkan EILERO mendapatkan peringkat yang lebih tinggi.

EROS

Taklukkan ALFAROBI, EROS Raih Juara Pertama KRSBI Humanoid

Taklukkan ALFAROBI, EROS Raih Juara Pertama KRSBI Humanoid

EROS, Robot pesebak bola asal Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih juara pertama usai menaklukan ALFAROBI dalam babak final tersebut.

Melawan tim ALFAROBI asal Universitas Gadjah Mada (UGM) EROS tunjukkan performa yang bagus. Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup, EROS tampak mendominasi permainan. Tendangan ke arah gawang ALFAROBI terus dilakukan. Namun hingga akhir babak pertama, kedudukan masih imbang 0-0. Pergantian posisi lapangan dilakukan kedua tim pada jeda pergantian babak.

Dalam babak final ini, sempat terjadi ketegangan. Dimana, bola yang ditendang EROS ke arah gawang ALFAROBI, mampu ditahan. Tanpa menyerah, EROS terus mengejar bola dan kemudian menendangnya hingga tercipta sebuah gol pada saat pertandingan berjalan 4 menit 30 detik. Dengan waktu yang tersisa, ALFAROBI tidak mampu membalikkan keadaan. Gelar juara pertama pun didapat EROS,  dengan skor akhir 1-0.

ERISA

ERISA Berikan Kejutan dalam Babak Delapan Besar

Tampil Menarik, ERISA Raih Juara Pertama dan Best Design

Dari divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) ERISA yag berasal dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) keluar sebagai juara pertama dan meraih penghargaan best design.

Setelah menjadi Penari Gending Sriwijaya tahun kemarin, pada tahun ini ERISA tampil memukau dengan suguhan tarian Remo. Meskipun sempat mengalami kendala di beberapa pertandingan, robot tari ini terlihat lebih unggul dari pada robot penari lainnya. Dari segi gerakan pun, ERISA mempersembahkan gerakan yang lebih bervariasi dan seirama dengan lagu. Bertanding dengan 13 robot lainnya, ERISA memiliki gerakan luwes mirip penari remo. Berbagai gerakan seperti gerak sabetan, bumi langit, keter, dan iket berhasil ERISA selesaikan dengan baik.

Penampilan memukau memang selalu diberikan oleh ERISA. Selain gerakan, desain kostum pun terbukti selalu menarik perhatian. Pada awal pertandingan ERISA nampak mengenakan kostum berwarna merah muda dengan selendang merah dan aksesoris senada. Memasuki babak final, terdapat perbedaan pada kostum ERISA. Dimana mulanya berwarna merah muda, kini kostum tersebut berganti menjadi warna putih dengan selendang berwarna merah terang. ERISA berhasil menutup serangkaian penampilan dalam KRI Regional IV 2018 ini dengan apik. Diharapkan ERISA dapat terus mempertahankan performa baiknya dan dapat menjadi juara di KRI Nasional 2018 nanti.

 

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *