×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik ATMI Surakarta

Politeknik ATMI Surakarta adalah institusi pendidikan tinggi yang berkonsentrasi pada pendidikan vokasi di bidang manufaktur (mesin industri) di Indonesia yang mengadopsi model pendidikan dual system dari Jerman dan Swiss. Politeknik ATMI Surakarta berdiri pertama kali pada tahun 1968 dengan nama ATMI (Akademi Tehnik Mesin Industri) dan sejak berdiri telah menggunakan sistem pendidikan yang berbasis produksi atau PBET (Production Based Education and Training). Lulusan Politeknik ATMI Surakarta selalu disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri karena pendidikan di Politeknik ATMI Surakarta membekali mahasiswa menjadi ahli madya yang trampil dan berkarakter.

Politeknik ATMI adalah institusi pendidikan setingkat universitas di Indonesia yang pertama kali mendapat sertifikat penjaminan mutu ISO dalam bidang edukasi dan produksi. Penjaminan mutu ISO 9001:2000 ini didapatkan sejak 21 September 2001 dan penerapannya selalu diaudit setiap tahunnya hingga sekarang.

“Competentia, Conscientia, Compassio” Tiga kata; Competentia (keunggulan yang tercermin dalam sikap disiplin tinggi, ketelitian dan konsistensi pada kualitas), Conscientia (tanggung jawab moral) dan Compassio (cinta kasih dan kepedulian); itulah yang mampu menggambarkan Politeknik ATMI secara umum. Tiga kata yang menjadi penggambaran visi-misi Politeknik ATMI dalam belajar, bekerja dan berkomunitas.

Politeknik ATMI memiliki 3 program studi, yakni: Teknik Mesin Industri, Teknik Mekatronika, serta Teknik Perancangan Mekanik dan Mesin. Selain berfokus pada pendidikan dan produksi, Politeknik ATMI juga aktif dalam pelatihan/ training, menjadi konsultan politeknik dan program-program lain seperti I-Cell (Business Incubator), Bizdec (consultancy), Solo Techno Park (teaching factory, training center), dll. Cita-cita Politeknik ATMI adalah menjadi pusat pengembangan teknologi manufaktur terdepan di Indonesia dan memiliki pengaruh secara nasional maupun internasional. Saat ini Politeknik ATMI menjadi institusi pendidikan tinggi yang mempunyai pengaruh cukup besar pada pengembangan pendidikan professional di Indonesia, khususnya di bidang teknik dengan menggunakan metode Production Based Education and Training.

Perjalanan Politeknik ATMI Surakarta

Pada tahun 1964 Yayasan Karya Bakti Surakarta didaftarkan dan disahkan notaris sebagai badan hukum ATMI, kemudian dilakukan pembangunan kampus ATMI di Karangasem Surakarta berkat bantuan dari pemerintah Swiss dan beberapa organisasi social dari Swiss dan Jerman selanjutnya proses belajar mengajar dimulai pada Januari 1968 dengan 25 mahasiswa dan didampingi instruktur dari Swiss. Bantuan dana dari Swiss dan Jerman berakhir pada tahun 1973 sehingga ATMI mulai membentuk Bengkel produksi sheet metal untuk pendanaan.

Pengiriman instruktor untuk belajar di Jerman dan Swiss dimulai sejak tahun 1976, sehingga sejak 1979 ATMI betul-betul mandiri dalam manajemen dan tenaga instruktor. Jumlah mahasiswa ATMI bertambah menjadi 108 sejak tahun 1994, dan selanjutnya dibentuk unit-unit kerja baru seperti: Tool and Mold Making,  Plastic injection, CAD/CAM dan Training center.

Pada awal berdirinya ATMI selalu dipimpin oleh Direktur dari Swiss antara lain Pater G Chetelat SJ, Pater P. Amman SJ, Pater J. Casutt, SJ, hingga pada tahun 2000 Pater B.B. Triatmoko, SJ ditunjuk sebagai direktur ATMI, dibawah kepemimpinan yang baru ini memulai Vision 2020 yang dimulai dengan diterimanya sertifikat ISO 9001:2000 dari Badan Sertifikasi TÜV Rheinland Jerman, di bidang pendidikan ATMI mulai membangun kampus Intercamp  (International Campus) untuk Program Studi Mekatronika dan Perancangan yang dibuka sejak tahun 2004. Kemudian pembukaan ATMI Cikarang sejak tahun 2005, di bidang Produksi sejak tahun 2003 ATMI memulai era teknologi fine-stamping dan PT. ATMI-IGI Center dikembangkan sebagai unit bisnis strategis pertama milik ATMI yang dikelola secara bisnis murni. Pada tahun itu pula SCTC (Surakarta Competency and Technology Center) yang merupakan cikal bakal lahirnya STP (Solo Techno Park) didirikan bekerjasama dengan Pemerintah kota Surakarta

Tahun 2009 Pater Andreas Sugijopranoto SJ menggantikan Pater BB Triatmoko SJ. Setahun berikutnya ATMI memulai pola pelatihan enterpreneurship dengan menjalankan Program Business Incubator melalui program I-Cell. Pada tahun 2011 ATMI berganti nama menjadi Politeknik ATMI Surakarta dan satu tahun berikutnya mulai dilakukan proses sertifikasi untuk mahasiswa oleh LSP1- ATMI Surakarta,  kemudian pada tahun 2013 Pater T. Agus Sriyono SJ menggantikan Pater BB Triatmoko SJ sebagai direktur Politeknik ATMI Surakarta.

Politeknik ATMI Surakarta menggunakan sistem pendidikan yang dinamakan dengan PBET. PBET adalah kependekan dari Production Based Education and Training. Mahasiswa dididik dengan berbasis pada kegiatan produksi sehingga mahasiswa dapat benar-benar mengenal, mengalami dan memahami dunia kerja khususnya dunia Industri. Dan mahasiswa yang seperti itulah yang diminati dan dibutuhkan para pelaku Industri. Secara detail, kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa Politeknik ATMI melalui sistem pendidikan PBET adalah:

  1. Mampu mengerjakan proses manufaktur mekanik, mempunyai pengetahuan proses manufaktur di bidang mekanik, peralatan perkakas presisi, membuat rancangan komponen dan unit mesin, secara manual, maupun dengan bantuan CAD dan CAM.
  2. Memiliki keahlian praktis dan teoretis di bidang teknik manufaktur berpedoman pada Mutu (Quality) ketepatan penyelesaian serta penyerahan (Delivery).
  3. Memahami etika profesi dan makna kerjasama serta memahami nilai-nilai keselamatan dan kesehatan kerja.
  4. Mengetahui prinsip-prinsip kewirausahaan, siap beradaptasi dengan kemajuan teknologi, beriman, berbudi pekerti luhur, berkepribadian mandiri mempunyai rasa tanggungjawab.
  5. Memiliki jiwa kepemimpinan yang jujur, ketrampilan berkomunikasi dan bertanggungjawab  Dengan berbasis pada produksi, pendidikan di Politeknik ATMI mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan industri.

Para lulusan Polilteknik ATMI yang nantinya bekerja di industri tidak hanya dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan teoretis saja, tapi lebih ke pengetahuan-pengetahuan praktis. Hal ini diaplikasikan pada pendidikan Politeknik ATMI dengan 33% teori dan 67% praktek. Proses praktik dilakukan di bengkel/ workshop, proses teori dilakukan di ruang kelas.

Pendidikan yang berbasis pada produksi ini memberi nilai/ value lebih karena produksi yang terjadi tidak hanya menjadi support pengetahuan untuk mahasiswa tetapi juga menjadi support finansial untuk biaya perkuliahan. Kuliah praktik yang ada di Politeknik ATMI tidak hanya praktik di lab untuk prototype tapi berupa praktik secara intensif dan menghasilkan produk-produk yang langsung berhubungan dengan dunia industri. Dengan kata lain, barang-barang produksi yang dikerjakan mahasiswa adalah barang-barang yang dipesan oleh customer dan memiliki nilai jual.

PBET juga diaplikasikan di tiap tingkat pendidikan Politeknik ATMI. Pada tingkat 1 ditekankan akan Sense of Quality. Di tingkat 2 ditekankan Sense of Efficiency. Dan di tingkat 3 ditekankan Sense of Creativity and Innovation. PBET juga membuat Politeknik ATMI melakukan evaluasi dan inovasi setiap tahunnya sesuai dengan perkembangan dunia industri sehingga lulusannya tetap menjadi pilihan pertama para pelaku Industri dan bahkan menjadi orang pertama di dunia Industri.

 

Deskripsi umum kegiatan PEDP

Pelaksanaan Program

PUSAT UNGGULAN TEKNOLOGI PLASTIK (PUTP)

put-2

Pusat Unggulan Teknologi Plastik didedikasikan untuk mendukung industri plastik di Indonesia melalui pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan serta support produksi.  Dalam dunia industri yang bergerak semakin cepat dan bersaing semakin ketat, Sumber Daya Manusia yang kompeten menjadi komponen utama yang mendukung perkembangan bisnis. Pusat Unggulan Plastik menawarkan solusi pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan melalui peningkatkan technical know-how serta kompetensi dari personil yang terlibat dalam manufaktur produk plastik, juga diharapkan terjadi peningkatan utilisasi dari manpower, material dan mesin-mesin produksi. Selain fokus pada kegiatan yang mendukung industri, Pusat Unggulan ini juga akan menjadi wahana integrasi kerjasama antar lembaga penelitian, perguruan tinggi serta pemerintah pada bidang terkait dalam 3 kegiatan utamanya yaitu:

  • Penelitian & Pengembangan Teknologi Mold & Dies: bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya dengan tema yang relevan dengan kebutuhan industri
  • Pendidikan dan pelatihan untuk up grading SDM: lingkup ini ditujukan untuk pengembangan pendidikan formal di Politeknik ATMI Surakarta dan pelatihan SDM bagi Industri
  • Layanan Jasa Produksi: untuk menutup sementara keterbatasan industri level menengah ke bawah dalam melakukan proses produksi mold & dies dengan teknologi tinggi. Jasa produksi ini juga memilki manfaat bagi lembagamengasah kemampuan personil karena selalu up date permasalahan industri.

Program kegiatan yang disusun berikut ini menjadi pijakan dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut mengikuti kebutuhan riil dari stake holder. Oleh karena itu support dan input dari pakar, praktisi, akademisi dan pelaku industri plastik sangat diharapkan demi kemajuan IPTEK dan Industri di Indonesia

KEGIATAN SOFT SKLII DI POLITEKNIK ATMI

Dalam pelaksanaan kuliah di Politeknik ATMI, selain memberi kemampuan hardskill, mahasiswa juga dibekali dengan kemampuan softskill, dimana hal tersebut diberikan sejak mahasiswa mulai pertama kali masuk hingga menjelang wisuda. Pada saat pertama kali masuk kuliah di Politeknik ATMI kegiatan PPS (Pengenalan Progran Studi) diberikan kepada mahasiswa baru untuk memahami sistem perkuliahan di Politeknik ATMI serta pemahaman mengenai program studi yang mereka pilih.

Setelah masuk ke Tingkat 1 (semester 1 dan 2), mahasiswa di berikan pelatihan softskill dalam bentuk Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) dan Retret, LKTD Merupakan kegiatan untuk melatih jiwa kepemimpinan dengan metode tujuh kebiasaan yang efektif (7 Habits) dimana dalam tahap ini mahasiswa diberikan 3 habits pertama yaitu Pro aktif, Visi misi diri dan manajemen waktu dengan tujuan untuk penguatan diri. Sedangkan kegiatan Retret dilakukan untuk mengolah rasa, serta merefleksikan kegiatan perkuliahan yang telah berlangsung selama 1 semester

img-61

Menginjak ke Tingkat 2 (Semester 3 dan 4), mahasiswa diberi pelatihan softskill dalam bentuk Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah (LKTM) kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan LKTD dimana dalam kegiatan LKTM diberikan 4 habits berikutnya tentang tujuh kebiasaan yang efektif , yaitu berpikir menang-menang, empati, mewujudkan sinergi dan terakhir mengasah gergaji.

Ketika di Tingkat 3 (Semester 5 dan 6) atau tahun terakhir dalam menjalani perkuliahan di Politeknik ATMI, mahasiswa diberikan pelatihan Analisa Sosial (ANSOS) dan Retret. Kegiatan ANSOS dilakukan dengan merasakan hidup bersama dan bekerja dengan masyarakat dari berbagai kalangan, sehingga mahasiswa harus melakukan life in di komunitas tertentu selama beberapa hari, kemudian mahasiswa juga diberikan Retret yang bertujuan untuk mengevaluasi proses kuliah selama 3 tahun dan mempersiapkan mahasiswa untuk mulai bekerja.

Kegiatan lain yang berkaitan dengan pengembangan Softskill mahasiswa adalah adanya pendampingan dari Student Affair selama proses perkuliahan di ATMI dan aktifitas mahasiswa dalam Senat,  BPM dan HMPS

TOP
Lewat ke baris perkakas