×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Mekatronika Sanata Dharma

Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (PMSD) secara resmi berdiri pada tahun 2011 berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 175/E/O/2011 tanggal 11 Agustus 2011 tentang Ijin Pendirian Politeknik Mekatronika Sanata Dharma Yogyakarta.

Visi

PMSD memiliki visi yang dirumuskan yaitu menjadi lembaga pendidikan vokasi yang memiliki kekhasan serta keunggulan di bidang teknologi rekayasa (mekatronika, instrumentasi medis, desain produk mekatronika) yang menghasilkan SDM berkualitas, kompeten, dan berkarakter dalam rangka brand positioning lembaga yang mampu berkompetisi di tingkat regional pada 2030.

Misi

Selanjutnya apa yang dirumuskan di dalam visi di atas dituangkan ke dalam rumusan misi dengan tujuan untuk memberi arah dalam pelaksanaan secara lebih konkrit. Rumusan misi yaitu 1). Menyelenggarakan pendidikan profesional di bidang Mekatronika, Instrumentasi Medis, dan Desain Produk Mekatronika, 2). Menyelenggarakan pengembangan IPTEK Mekatronika, Instrumentasi Medis, dan Desain Produk Mekatronika melalui penelitian; serta turut memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui abdimas, dan 3). Menyiapkan lulusan yang mampu bekerja secara profesional pada bidangnya, memiliki wawasan kebangsaan, dan kepedulian sosial pada sesama.

Tujuan

Tujuan PMSD adalah mendidik dan melatih generasi muda agar siap  terlibat  dalam bidang Mekatronika, Instrumentasi Medis, dan Desain Produk Mekatronika dengan  sikap  profesional  yang memadukan pengetahuan, keterampilan, dan integritas pribadi yang dilandasi nilai-nilai kemanusiaan, nilai Kristiani, serta budaya bangsa.

Sasaran

Sasaran PMSD adalah menjadi pusat pendidikan profesi mekatronika, desain produk mekatronika, dan instrumentasi medis, pusat pengembangan IPTEK mekatronika, desain produk mekatronika, dan instrumentasi medis, dan pusat kerjasama antara dunia pendidikan dan industri.

Penjabaran sistem pendidikan berbasis produksi adalah sebagai berikut:

Ada tiga komponen dalam bagan sistem PMSD, yaitu PENDIDIKAN, PRODUKSI, dan SUPPORT SYSTEM. Dalam penyelenggaraan proses secara keseluruhan dari sistem ini, PENDIDIKAN dipilih menjadi core bussines dari PMSD dengan dukungan PRODUKSI dan SUPPORT SYSTEM. Dalam gambar di atas digambarkan ada bagian Produksi dan Support System yang menjorok  ke atas. Artinya, di satu kaki Produksi harus menyediakan iklim industri pada pola Pendidikan yang berbasis produksi,  namun  di  kaki  yang  lain, Produksi  harus  mampu mencari peluang pasar diantara industri lain untuk menjamin keberlanjutan  pengelolaan pada sistem Politeknik Mekatronika Sanata Dharma. Kombinasi ketiga pilar ini diyakini menjadi sistem pendidikan yang mampu membawa mahasiswa memiliki profil yang ditetapkan.

Politeknik Mekatronika Sanata Dharma Yogyakarta, memiliki tiga program studi yaitu: 1) Mekatronika, 2) Instrumentasi Medis dan 3) Desain Produk Mekatronika. Dosen di PMSD berjumlah 28 orang dengan rincian 22 dosen tetap dan 6 orang dosen tidak tetap. Dari 22 dosen tetap, 1 dosen tetap berpendidikan S3, 17 dosen tetap berpendidikan S2 dan 5 dosen tetap berpendidikan S1 dan sedang menyelesaian studi S2. Tenaga kependidikan di PMSD sejumlah 12 orang yang menangani kegiatan-kegiatan administrasi seperti akademik, keuangan, kepersonaliaan, marketing dan kerjasama. Jumlah mahasiswa aktif pada tahun ajaran 2015/2016 adalah 216 mahasiswa yang terdiri dari 150 mahasiswa prodi Mekatronika, 42 mahasiswa prodi Instrumentasi Medis dan 24 mahasiswa prodi Desain Produk Mekatronika.

Prasarana dan sarana fisik merupakan aset perguruan tinggi  untuk menunjang proses pencapaian tujuan pendidikan. Secara umum, prasarana pendidikan dibedakan menjadi prasarana bangunan (lahan dan gedung) dan prasarana umum (air, sanitasi, listrik, telekomunikasi, tempat parkir, taman, dll). Sedangkan sarana pendidikan dibedakan menjadi sarana pembelajaran (peralatan di ruang kelas dan laboratorium), sarana sumber belajar (buku teks, jaringan internet, software, dll), dan sarana pendukung (perlengkapan perkantoran, peralatan rumah tangga, transportasi, dll). Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, PMSD memiliki 3 ruang kelas dan 20 laboratorium/bengkel/studio praktek beserta kelengkapannya, dengan kapasitas ± 60 mahasiswa. Laboratorium-laboratorium ini terpusat dalam satu gedung 4 lantai. Prasarana lain yang dimiliki oleh PMSD adalah perpustakaan, poliklinik, apotek, fasilitas olahraga dan unit kegiatan kemahasiswaan.

 

Kegiatan PEDP di Politeknik Mekatronika Sanata Dharma

Tema besar yang dipilih untuk Kegiatan PEDP di PMSD adalah Pengembangan Sistem Tata Kelola PT untuk Mendukung Tercapainya Penguatan Lembaga yang Memiliki Daya Saing.

Untuk mengupayakan pengembangan tersebut disusun rencana yang terstruktur ke dalam 4 (empat) program, yaitu:  1). Pengembangan manajemen perguruan tinggi; 2). Pengembangan sistem pembelajaran dan sistem penjaminan mutu; 3). Pengembangan sistem pendukung; 4). Peningkatan kualitas perguruan tinggi. Keempat program tersebut akan diwujudkan dan dicapai melalui kegiatan-kegiatan yang periode pelaksanaannya dibagi dalam tahapan Rencana Strategis berjangka lima tahunan.

PHK-PMPP dalam skema yang ditawarkan salah satunya adalah Skema A. Empat fokus utama dalam skema tersebut menjadi semacam sarana bagi PMSD dalam rangka percepatan pencapaian sasaran Renstra karena memang gayut dengan program yang ditawarkan. Secara umum keempat target Renstra PMSD, yaitu: 1). Pengembangan manajemen PT; 2). Pengembangan Sistem Pembelajaran dan SPMI; 3). Pengembangan Sistem Pendukung; dan 4). Peningkatan Kualitas, dapat terakomodasi dalam hibah ini. Secara ringkas hubungan antara Renstra PMSD dan empat fokus utama PHK-PMPP dapat dipahami melalui ilustrasi berikut.

Program Output Outcome
 Peningkatan Relevansi & Mutu  Peningkatan kapasitas lab 

Peningkatan kompetensi staf

Perbaikan mutu berkelanjutan

Jearing kerjasama yg makin luas

Diversifikasi keahlian & kompetensi
 Perluasan Akses & kesetaraan jender  Peningkatan jumlah mhs pendaftar & diterima Keberlanjutan program pendidikan vokasi
 Keterlibatan sektor swasta utk daya saing lulusan  Peningkatan daya saing lulusan Pengakuan masyarakat/stakeholders
 Penguatan tata kelola penyelenggaraan pendidikan  Peningkatan kompetensi staf 

Peningkatan kualitas layanan

Kesehatan organisasi

Besar dana Hibah PHK PMPP yang diperoleh oleh PIU PMSD adalah sebesar Rp 7.361.500.000,- dengan dana pendamping (DRK) sebesar Rp 596.000.000,-. Jangka waktu kegiatan Hibah PHK PMPP ini adalah selama 3,5 tahun (Juli 2013 sampai dengan Desember 2016).

Pelaksanaan Program

C.1. Kegiatan Pengadaan Peralatan Laboratorium PIU-PMSD

Salah satu tujuan yang dirumuskan sebagai output dari hibah ini adalah peningkatan kapasitas laboratorium serta peningkatan kualitas layanan (lihat tabel ilustrasi). Pola pengadaan peralatan yang dirancang oleh PMSD dapat dibagi dalam tiga tahapan. Tahap pertama pengadaan difokuskan pada penambahan peralatan baru untuk mendukung perkuliahan praktek : hardware praktik teknik kendali  (Sensor, PLC, Motor Listrik dan Elektro Pneumatik) dan hardware praktik akuisisi data serta paket multimedia. Tahap kedua diarahkan pada pengadaan untuk menunjang kompetensi inti mekatronika, yaitu dengan pengadaan hardware machine vision dan SCADA. Selanjutnya tahap ketiga diarahkan pengadaan untuk mengganti peralatan praktek yang lama dengan yang baru; yaitu pengadaan hardware praktik teknik kendali (Sensor, PLC, Motor Listrik dan Elektro Pneumatik).

Semua peralatan ditujukan untuk meningkatkan mutu lulusan dan pengembangan laboratorium mekatronika terutama dalam mutu layanannya bagi mahasiswa. Sebagai ilustrasi ketersediaan serta pemanfaatan peralatan-peralatan itu, berikut ini beberapa foto kegiatan praktek yang menggunakan peralatan yang dibeli dari program hibah PEDP ini.

Praktek_Machine_Vision_2 Praktek_Machine_Vision_1

Kegiatan praktek machine vision (kiri-kanan)

Kegiatan_Praktek_PLC_1      Kegiatan_Praktek_PLC2

 

Kegiatan praktek PLC (kiri-kanan)

C.2 Kegiatan program swakelola PEDP PIU-PMSD

Program-program kegiatan Swakelola yang dilaksanakan oleh PIU-PMSD selama periode hibah meliputi: Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, Peningkatan kesetaraan dan akses, Peningkatan keterlibatan swasta, dan Penguatan tata kelola.

Pada program Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan, PMSD melaksanakan beberapa kegiatan pelatihan staf non gelar yang bersertifikat baik di dalam maupun di luar negeri. Diantaranya adalah pelatihan SCADA yang dilaksanakan di National Instrument, Singapore yang diikuti oleh 4 orang staf pengajar. Pelatihan Industrial Machine Vision & Motion, yang diselenggarakan di FESTO, Singapore dan diikuti oleh 4 orang staf pengajar. Ada pula pelatihan Asesor Kompetensi yang diselenggarakan oleh BNSP bekerja sama dengan Giri Management di Jakarta yang diikuti oleh 8 orang staf pengajar. Disamping itu masih ada beberapa pelatihan yang diikuti oleh beberapa staf administrasi dalam rangka peningkatan kapasitas layanan dan kompetensi bidang terkait, diantaranya adalah : Pelatihan IT-literacy, Pelatihan Java Programming & Web, Pelatihan K3, Pelatihan Laboran, Pelatihan Public Relation.

img-11

Pelatihan public relations (kiri-kanan)

img-21

Pelatihan Asesor Kompetensi BNSP (kiri-kanan)

img-31

Pelatihan Java programming (kiri) & Pelatihan K3 (kanan)

img-4

Pelatihan Industrial Machine Vision FESTO (kiri-kanan)

img-5

 

Pelatihan MPS FESTO (kiri-kanan)

img-6

Pelatihan Basic IT Literacy Comlab ITB

Masih dalam kerangka peningkatan relevansi dan mutu pendidikan, dilaksanakan pula program penyusunan kurikulum berbasis kompetensi sesuai standar industri pada koridor ekonomi makanan-minuman, dan mengacu pada KKNI yang dilengkapi bahan ajar. Selanjutnya dilakukan sosialisasi dan validasi kurikulum prodi mekatronika kepada beberapa prodi sejenis serta beberapa industri terkait. Sebagai indikator kegiatan ini yaitu tersusun dan terimplementasinya kurikulum baru yang mengacu pada industri makanan dan minuman, dilengkapi dengan silabus dan materi ajarnya.

img-8

Sosialisasi & Validasi Kurikulum mengacu KKNI (kiri-kanan)

Masih dalam kerangka peningkatan relevansi dan mutu pendidikan, dilaksanakan pula program pengembangan SPMI. Sebagai indikator kegiatan yaitu ketersediaan dokumen SPMI yang lengkap serta terimplementasikannya siklus penjaminan mutu.
Pengembangan SPMI (kiri)   &   Mahasiswa penerima Beasiswa bidikmisi-like (kanan)

Pada program Peningkatan Kesetaraan dan Akses, dilaksanakan kegiatan pemberian beasiswa penuh (bidikmisi like) kepada sejumlah mahasiswa selama tiga tahun. Selain itu diprogramkan pula kegiatan peningkatan minat masuk ke institusi melalui penyusunan strategi promosi.

Pada program Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan telah diupayakan untuk memperoleh pengakuan industri melalui kegiatan sosialisasi dan validasi kurikulum. Disamping itu telah dilakukan pula kunjungan industri makanan-minuman guna tercapainya kesepakatan kerjasama dua pihak yang tertuang dalam MoU.

Kunjungan_Industri_2  Kunjungan_Industri_1

Kunjungan industri di PT. Kalbe (kiri)  & PT. Mayora (kanan)

TOP
Skip to toolbar