×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Negeri Ambon

Politeknik Negeri Ambon merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang menjalankan program pendidikan vokasi dan berada di Provinsi Maluku tepatnya di Kota Ambon.  Awal Pendirian Politeknik Negeri Ambon berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0211/U/1982 tanggal 26 Juni 1982 dengan nama Politeknik Universitas Pattimura dengan menjalankan program pendidikan Diploma II (D2) dan terdiri dari tiga Jurusan yaitu Jurusan Teknik Sipil, Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Elektro. Menyikapi tuntutan dan perkembangan pendidkan secara Nasional maka Politeknik Universitas Pattimura memperoleh status kemandirian berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 128/O/1998 tanggal 12 Juni 1998 sehingga namanya berganti menjadi Politeknik Negeri Ambon atau disingkat Polnam.

Sejalan dengan perkembangannya, maka profil Jurusan dan Program Studi yang diselenggarakan sampai tahun 2016, berada pada tingkatan pendidikan Diploma III dan Diploma IV yang dapat disampaikan sebagai berikut  :

1. Jurusan Teknik Sipil

  • Prodi DIII Teknik Sipil
  • Prodi DIV Manajemen Proyek Konstruksi
  • Prodi DIV Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan

2. Jurusan Teknik Mesin

  • Prodi DIII Teknik Mesin
  • Prodi DI Teknik Manufaktur

3. Jurusan Teknik Elektro

  • Prodi DIII Teknik Listrik
  • Prodi DIV Teknik Informatika

4. Jurusan Administrasi Niaga

  • Prodi DIII Administrasi Bisnis
  • Prodi DIV Administrasi Bisnis Terapan

5. Jurusan Akuntansi

  • Prodi DIII Akuntansi

6. Prodi Diluar Domisili (PDD)

          I.    Lokasi Masohi

  • Prodi D-IV Akuntansi Sektor Publik
  • Prodi D-IV Teknik Informatika
  • Prodi D-IV Teknologi Pengolahan Hasil Perilkanan
  • Prodi D-IV Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian
  • Prodi D-IV Pariwisata

         II.   Lokasi Banda

  • Prodi D-IV Manajemen Sumber Daya Perairan
  • Prodi D - IV Budidaya Perairan

Untuk menunjang aktifitasnya, maka profil sumberdaya tenaga Dosen menurut jenis kelamin didominasi oleh laki-laki yaitu sebesar 67% dan wanita 33%. Secara keseluruhan jumlah tenaga dosen pada Politeknik Negeri Ambon adalah 241 orang. Rata-rata Dosen aktif yang memiliki kualifikasi pendidikan S2  yaitu 70,37% atau berjumlah 171 orang, S3 sebesar1,23% atau berjumlah 3 orang, dan S1 dan sementara melanjutkan studi yaitu sebesar 28,40%. Pengalaman mengajar dosen dari tahun ke tahun diatas 5 tahun mencapai 85,86% ditahun 2015. Kondisi ini sangat mendukung untuk kelancaran PBM menuju profesionalisme dan peningkatan kualitas kelulusan. Terkait dengan tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), maka konsentrasi jenjang pendidikan tertinggi terbanyak masih didominasi oleh tingkat pendidikan S1 (50%) dan DIII (41,38%). Selanjutnya tingkat pendidikan S2 3,45%, dan SLTA/SMK sebesar 1,72%. Persentase tenaga non dosen (administrasi) menurut jenis kelamin didominasi oleh laki-laki yaitu sebEsar 57% dan wanita 43%. Secara keseluruhan jumlah tenaga non dosen pada Politeknik Negeri Ambon adalah 82 orang.

Ditinjau dari sisi Infrastruktur dalam menunjang seluruh proses penyelenggaraan pendidikan, maka Politeknik Negeri Ambon memiliki sarana belajar seperti Ruang Kelas dan Laboratorium sebagaimana disampaikan berikut.

jurusan

beberapa fasilitas penunjang lain yang ada juga adalah sebagai berikut :

  • Laboratorium Bahasa
  • Perpustakaan
  • Fasilitas Olahraga dan Seni
  • Kolam Renang
  • Internet, WiFi

Kegiatan PEDP di Politeknik Negeri Ambon

Fokus pengembangan Politeknik Negeri Ambon terkait dengan project ini berorientasi pada manufaktur pendukung agroindustri (pertanian/ perkebunan/pertambangan) sesuai koridor 6 MP3EI. Secara global, hal ini kemudian ditujukan untuk menjadikan Politeknik Negeri Ambon sebagai salah satu Pusat Unggulan rekayasa alat dan mesin pertanian. Program Studi yang dilibatkan secara khusus untuk mendukung hal itu adalah Program Studi Teknik Mesin. Namun dalam beberapa kegiatan yang dipandang dapat memperkuat kapabilitas Institusi ke depan, maka Program-Program Studi lain yang ada di lingkup Politeknik Negeri Ambon juga diikutsertakan, teristimewa untuk kegiatan Non Procrutment (Studi, Workshop, Program Pengembangan) yang menghadirkan Narasumber luar.

Dalam pelaksanaan kegiatan, maka indicator ketercapaiannya terbagi atas empat aspek yang dapat disampaikan sebagai berikut :

  1. Aspek Peningkatan Mutu dan Relevansi

Dari sisi mutu, Posisi Politeknik Negeri Ambon dalam proyek ini diharapkan dapat mencapai beberapa objek indikator seperti, kesiapan fasilitas peralatan yang dapat mendukung pengembangan Pusat Ungulan Teknologi (PUT), kurikulum, Tempat Uji Kompetensi, dan Lembaga Sertifikasi Komptensi (LSP). Indikator mutu dan relevansi kemudian tercermin dalam beberapa kegiatan seperti Pengadaan, Program pengembangan, Pengembangan bahan ajar, serta studi dan workshop. Adapun tujuan dari mutu dan relevansi dalam kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :

  • Memperkuat standar Lab guna menjamin tersedianya alat bantu dalam proses produksi alat dan mesin pertanian, maupun media pembelajaran bagi mahasiswa serta perangakat peralatan dalam kegiatan sertifikasi kompetensi pada Pusat Unggulan Teknologi ataupun LSP Politeknik Negeri Ambon
  • Memperkuat kompetensi kerja dari Staf Pengajar yang dimiliki agar sesuai standar industri dan pengembangan kompetensi manajemen institusi staf dalam implementasi kelimuan terapan.
  • Mendorong dosen guna meningkatkan kemampuan profesionalnya, khususnya dalam pembuatan materi pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dan keahlian lulusan pada program studinya.
  • Memperkuat kapasitas manajemen yang ditekankan pada Standar Mutu LSP/TUK yang berorientasi pada sekumpulan karakteristik yang berisi berbagai kriteria, ukuran, patokan, spesifikasi berupa persyaratan yang harus dipenuhi oleh LSP berdasarkan pada aturan standar yang termuat dalam BNSP  (201, 202),  ISO 17024 dan/atau ISO  19011, dalam rangka  untuk memperoleh  status Lisensi LSP dan TUK baru dari  BNSP
  • Penguatan komptensi lulusan terhadap kebutuhan industry sesuai Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  • Pengembangan dokumen penyelenggaraan PUT, Kepengurusan, kemitraan Industri

2. Aspek Peningkatan Akses dan Kesetaraan

Peningkatan akses dan kesetaraan dapat dilakukan dengan mengembangkan mekanisme penjaringan peserta didik, melalui peningkatan akses, kesetaraan gender, dan membuka kesempatan yang sama bagi calon mahasiswa yang secara ekonomi kurang beruntung, dengan tetap memperhatikan potensi akademik. Kegiatan ini dapat dilakukan antara lain melalui pemberian beasiswa penuh bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi dan mempunyai potensi akademik; mengembangkan program untuk mendukung kesetaraan gender; dan peningkatan daya tampung.

Adapun tujuan dari peningkatan akses dan kesetaraan dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  • Meningkatkan motivasi belajar dan prestasi mahasiswa, khususnya mereka yang menghadapi kendala ekonomi namun juga berprestas lewat pemberian bantuan beasiswa
  • Meningkatkan jumlah angkatan kerja terdidik dan memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi anggota masyarakat yang berpengalaman untuk memasuki perguruan tinggi dan memperoleh pengakuan pendidikan tinggi dalam bentuk ijazah, serta mempersiapkan perangkat yang akan dikembangkan dalam kegiatan RPL.

3. Aspek Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta

Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sebagaimana  yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kemampuan kerja SDM Indonesia, yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan, sektor pelatihan, dan pengamalan kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur diberbagai sector pekerjaan. Terkait dengan Hibah Program PEDP, maka  Politeknik Negeri Ambon dituntut untuk dapat melakukan penyesuaian pada perangkat pembelajarannya khususnya Kurikulum yang mengadopsi KKNI. Dinamika ini akan lebih terukur bila keterlibatan sektor swasta dapat berpartisipasi, guna memperkuat instrument-instrument kurikulum dapat diterapkan pada peserta didik.

Selain hal itu, penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan pemerintah) dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas sesuai dengan etika penelitian. Diharapkan dengan tumbuhnya inovasi dan teknologi yang disertai dengan pemanfaatan oleh pengguna, kontribusi iptek terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Salah satu upaya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk memperkuat kelembagaan iptek adalah melalui kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Teknologi. Hal ini diharapkan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang menjadi lembaga litbang unggul bertaraf internasional dalam bidang prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi sehingga terjadi peningkatan daya saing sektor produksi barang dan jasa, pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuan dari peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  • Meningkatkan keterlibatan sector swasta dan stakeholder dalam memberikan masukan terhadap perubahan kurikulum
  • Meningkatkan Keterlibatan sekor swasta dalam mengembangkan pusat unggulan teknologi (PUT).

4. Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik

Tata kelola (governance) tidak dapat dilepaskan dari prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan pendidikan yang baik, yaitu transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas sebagai unsur utama. Terminologi good governance telah dianggap sebagai elemen penting untuk menjamin tata kelola dalam pengembangan Politeknik Negeri Ambon kedepan.

Sejalan dengan kesiapan Politeknik Negeri Ambon untuk menjalankan Pendidikan diluar Domisili (PDD), serta Pusat Unggulan Teknologi (PUT), maka unsur-unsur kebijakan keuangan perlu dipersiapkan. Dalam kaitan dengan ini maka perlu dipersiapkan instrument-instrumen keuangan, maupun Tracer Studi yang dapat digunakan sebagai bahan kajian dalam persiapan implementasi. Adapun tujuan dari Tata Kelola Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  • Mempersiapkan proses implementasi sistem pengawasan serta pelaporan (monitoring and report system) pada PDD dan PUT
  • Merancang implementasi sistem strategi advokasi untuk mendukung peningkatan mahasiswa baru, kualitas pelayanan dan penyerapan lulusan

 

Pelaksanaan Program

1.  Nama Kegiatan : Pelatihan Staf  Dalam Negeri

  • Latar Belakang

Sertifikasi kompetensi kerja adalah merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan. Sertifikasi kompetensi kemudian dapat memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Dalam hal kebijakan sebagai dasar pelaksanaan sertifikasi kompetensi, maka Pemerintah telah mempersiapkan banyak regulasi terkait hal itu, termasuk implementasinya dalam Sistim Pendidikan Tinggi di Indonesia.

Sebagai bagian dari Sistim Pendidikan Tinggi, maka Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri sebagai salah satu pendidikan vokasi memiliki komponen Sumber Daya Manusia. Transformasi penalaran Ipteks bagi mahasiswa dilakukan oleh Dosen dan dibantu oleh Tenaga Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP). Dari sisi kompetensi 90 % Dosen telah memiliki status Sertifikasi Dosen dalam kemampuan Didaktik proses belajar mengajar. Kemampuan ini tentunya belum cukup, jika kemudian disandingkan dengan berkembangnya isu-isu penguatan kompetensi di perguruan tinggi seperti : Pembukaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) maupun Tempat Uji Kompetensi (TUK). Hasil evaluasi diri menunjukan bahwa masih minimnya Dosen/PLP yang memiliki kompetensi yang tersertifikasi oleh BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), baik dari sisi metodologi sebagai asesor maupun kompetensi khusus pada bidang keahlian tertentu yang menunjukan spesialisasi.

Pelatihan Asesor kompetensi, Asesor Lisensi, Penerapan dan Dokumentasi (PENDOK) LSP, serta Pelatihan TUK dan LSP, adalah merupakan rangkaian pelatihan yang ditujukan untuk memperkuat staf agar dapat menyelenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Pada pelatihan ini maka staf pada Program Studi Teknik Mesin diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menyusun dokumen-dokumen standar yang dipersyaratkan dalam membuka LSP Politeknik Negeri Ambon. Hal lain yang menjadi nilai lebih dapat berupa kemaupun staf dibidang metodologi dalam merencanakan, membuat, maupun mengimplementasi perangkat assesment yang diperlukan dalam proses uji kompetensi. Kemampuan staf ini kemudian diakui dengan sertifikasi asesor kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP.

Pelatihan Sertifikat Kompetensi pada bidang tertentu, dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan staf pada bidang keahlian yang menunjang skema sertifikasi dalam LSP. Kompetensi staf dimaksud meliputi bidang Logam dan Permesinan (Pengelasan, Mesin-mesin Produksi, Perawatan, Perancangan), serta Otomotif (Body Painting). Lokasi kegiatan pelatihan direncanakan pada TUK-TUK di Solo Technopark (Untuk Pengelasan), serta Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (POLMAN). Output dari kegiatan ini berupa Sertifikasi Kompetensi pada LSP yang terlisensi oleh BNSP, seperti  LSP Logam Mesin Indonesia (LMI) maupun LSP Otomotif.

  • Tujuan
    • Memperkuat staf pengajar untuk memenuhi standar industri yang telah disepakati pada politeknik penerima hibah khususnya di bidang Pengelasan
    • Membentuk jejaring kerjasama dengan institusi pendukung pengembangan SDM sebagai bagian dari do-plan-chek-action
  • Manfaat
    • Kredibilitas dan kepercayaan diri Staf Pengajar akan meningkat
    • Mempunyai bukti bahwa komptensi yang dimiliki telah diakui
    • Mempunyai parameter yang jelas akan adanya keahlian dan pengetahuan yang dimiliki
    • Kesempatan berkarir yang lebih besar dan promosi yang lebih baik.
    • Meningkatkan akses untuk berkembang dalam profesinya Pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki
    • Produktivitas meningkat dalam implementasi pengembangan keilmuan bagi Mahasiswa
    • Mengurangi kesalahan kerja dan Komitmen bagi institusi terhadap kualitas
    • Meningkatnya kepercayaan stakeholder terhadap Politeknik Negeri Ambon

2.Nama Kegiatan : Studi Kurikulum KKNI Program Studi D3 Teknik  Mesin

                                     Politeknik Negeri Ambon

  • Latar Belakang

Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012, adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kemampuan kerja SDM Indonesia, yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan, sektor pelatihan, dan pengamalan kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur diberbagai sector pekerjaan. Untuk melaksanakan ketentuan pasal 9 Peraturan Presiden No 8 tahun 2012, maka menteri Pendidikan dan kebudayaan telah menetapkan Permendikbud No 73 Tahun 2013 tentang penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Bidang Pendidikan Tinggi. Kerangka ini menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan capaian pembelajaran dari jalur pendidikan formal, nonformal, informal, dan atau pengalaman kerja dalam suatu jenis dan jenjang Pendidikan Tinggi. Penjenjangan tersebut terskala dalam jenjang kualifikasi 3 sebagai jenjang paling rendah sampai dengan kualifikasi 9 yang paling tinggi. Pengakuan atas capaian pembelajaran kemudian dapat dilakukan melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Masa Lampau atau yag dikenal dengan RPL.

Terkait dengan Hibah Program PEDP, maka pengembangan Politeknik Negeri Ambon khususnya jurusan/program studi yang terlibat, diarahkan untuk dapat mendukung proses manufactur pendukung Agroindustri pada koridor 6 sektor MP3EI. Sampai saat ini Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon sebagai salah satu Jurusan yang terlibat dalam kegiatan Hibah bantuan PEDP memiliki Jenjang Pendidikan Diploma III. Direncanakan dalam perkembangannya ditahun-tahun mendatang status jenjang pendidikan ini akan ditingkatkan menjadi Diploma IV.

Sebagai instrument pembelajaran, maka Kurikulum yang diberlakukan sudah menginduk pada kurikulum yang berbasis kompetensi (CBL) yang mulai diberlakukan sejak tahun 2011 pada jenjang pendidikan D-III. Mengingat usia kurikulum yang sudah perlu ditinjau ulang (lebih dari 2 tahun), serta dinamika pengembangan Jurusan yang dituntut untuk mengadposi perkembangan global yang semakin kompleks, maka diperlukan suatu studi untuk mengembangkan kurikulum yang telah ada sesuai jenjang kualifikasi SKKNI.

  • Tujuan
    • Menyiapkan Program Studi dengan kurikulum berbasis Standar Kerangka kualifikasi Nasional Indonesia (SKKNI) pada jenjang pendidikan yang searah dengan Pengembangan Program Studi yang sekaligus menunjang kegiatan Pendidikan Diluar Domisili (PDD) dan Recognition of Prior Learning (RPL)”
    • Membentuk jejaring kerjasama dengan Stakeholder guna meningkatkan mutu lulusan

  • Manfaat
    • Lulusan mempunyai paremeter yang jelas akan adanya keahlian dan pengetahuan yang dimiliki sesuai level  kompetensi
    • Lulusan dapat dipersiapkan untuk mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi pada LSP Politeknik Negeri Ambon
    • Produktivitas meningkat dalam implementasi pengembangan keilmuan bagi Mahasiswa
    • Meningkatnya kepercayaan stakeholder terhadap Politeknik Negeri Ambon

3.Nama Kegiatan : Pembuatan Media Pembelajaran

(Teaching Leraning Material)

  • Latar Belakang

Teaching learning material development merupakan dana hibah yang diberikan kepada dosen atau tenaga pengajar pada program studi untuk membuat materi pembelajaran berupa media pembelajaran yang dilengkapi dengan buku ajar teori pendukungnya, atau modul pembelajaran jarak jauh. Program teaching learning material development pada dasarnya dimaksudkan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja dosen dalam melakukan perencanaan dan melaksanakan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktivitas terhadap proses dan hasil pembelajaran. Prioritas pembuatan materi pembelajaran untuk mata kuliah yang relevan atau menunjang pencapaian keahlian/profesi lulusan program studi.

Proses pembuatan teaching learning material dilakukan melalui tahapan seleksi pada tingkat program studi, dan dilanjutkan dengan proses pembuatan oleh peserta yang telah diputuskan sebagai pemenang penerima hibah. Dalam proses pembuatannya tim penyusun sangat dianjurkan untuk dapat melibatkan tenaga ahli/pakar ataupun narasumber dalam bidang terkait yang berasal dari luar institusi politeknik bersangkutan. Peran pakar terkait dimaksud adalah sebagai pembaca pertama, dan sekaligus memberikan masukan kepada Tim penyusun.

  • Tujuan

Program teaching learning material development bertujuan mendorong dosen untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya, khususnya dalam pembuatan materi pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dan keahlian lulusan pada program studinya.

  • Manfaat
    • Memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan buku ajar yang relevan dengan proses pembelajaran.
    • Memudahkan mahasiwa dalam dalam menginterpretasikan pembelajaran teorit di kelas dengan tersedianya  Alat peraga pelengkap/pendamping buku ajar bagi mahasiswa
    • Memudahkan Dosen dan mahasiswa dalam berinteraksi di kelas karena tersedianya tutorial dalam bentuk Slide power point dan aplikasinya.

4.Nama Kegiatan : Studi Pengembangan LSP dan TUK

 Di Politeknik Negeri Ambon

  • Latar Belakang

Untuk mendorong tercapainya kualitas sumber daya manusia Indonesia di atas, perlu dilakukan penguatan manajemen melalui Program Pelatihan Manajemen Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kegiatan merupakan rangkaian pelatihan manajemen pembentukan dan pengelolaan Lembaga Sertifikasi Profesi, agar memiliki kemampuan untuk menyiapkan borang persyaratan administrasi dalam rangka pengajuan pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi, serta mampu mengelola dan mengembangkan manajemen suatu Lembaga Sertifikasi Profesi dan Tempat Uji Kompetensi.

Guna menghasilkan Output di atas, maka staf Politeknik Negeri Ambon dalam kegiatan-kegiatan PEDP, telah mengirimkan staf untuk mengikuti pelatihan-pelatihan Manajemen LSP yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan difasilitasi oleh Giri Manajemen. Ruang lingkup kegiatan yang diikuti meliputi Pelatihan Asesor Kompetensi, Pelatihan Penerapan dan Dokumenntasi LSP (Pendok), Pelatihan Pelatihan Sertifikasi LSP, Pelatihan Tempat Uji Kompetensi dan Pelatihan Asesor Lisensi. Dalam pelaksanaanya, peserta dibekali dengan sejumlah dokumen yang alurnya lebih mengarah kepada penguatan kapasitas staf yang nantinya akan di implementasikan dalam Dokumen nyata ketika peserta kembali.

Sejalan dengan kemampuan staf yang ada, maka perlu dilakukan kajian pengembangan program yang mengarah kepada pembuatan dokumen-dokumen yang telah dipelajari untuk secara riel dapat di implementasikan dalam rangka penyiapan pembentukan LSP Politeknik Negeri Ambon. Hal ini ini akan dilakukan dengan melibatkan peserta yang telah menerima sertifikasi asesor dan materi pendukumentasian LSP bersama pihak Pimpinan Institusi dimana Lembaga sertfikasi profesi yang bernaung didalamnya institusi politeknik bersangkutan. Peran pakar terkait dimaksud adalah sebagai pembicara utama, dan sekaligus memberikan masukan kepada Rim penyusun.

  • Tujuan
    • Melibatkan pihak pimpinan Politeknik dan prodi yang lain adalah untuk menyatukan kesepahaman bersama dan menintegrasikan semua pihak dalam mensukseskan pembentukan LSP dan pengembangan TUK baru di Politeknik Negeri Ambon
    • Memperkuat kapasitas manajemen yang ditekankan pada Standar Mutu LSP yang berorientasi pada sekumpulan karakteristik yang berisi berbagai kriteria, ukuran, patokan, spesifikasi berupa persyaratan yang harus dipenuhi oleh LSP berdasarkan pada aturan standar yang termuat dalam BNSP (201, 202), ISO 17024 dan/atau ISO 19011, dalam rangka untuk memperoleh status Lisensi LSP dan TUK baru dari BNSP.

  • Manfaat
    • Lembaga Sertifikasi Profesi Politeknik Negeri Ambon dapat melakukan proses sertifikasi bagi mahasiswa
    • Berkembangnya pelatihan-pelatihan berbasis kompetensi yang dapat dilaksanakan di Pusat Unggulan Teknologi Politeknik Negeri Ambon
    • Adanya kerjasama yang saling menguntungkan antara Politeknik Negeri Ambon dengan Stakeholder.

5.Nama Kegiatan : Workshop Recognation Of Pior Learning (RPL)

 Politeknik Negeri Ambon

  • Latar Belakang

Pendidikan tinggi diselenggarakan dengan prinsip satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Sistem terbuka adalah penyelenggaraan pendidikan tinggi yang memiliki fleksibilitas dalam cara penyampaian, pilihan dan waktu penyelesaian program, lintas satuan, jalur dan jenis pendidikan (multi entry multi exit system). Dengan prinsip sistem terbuka ini maka kesempatan pembelajar untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menjadi lebih terbuka.

Secara khusus, upaya peningkatan keterjangkauan, kesetaraan, dan keterjaminan akses yang diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2013 tentang Penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi, salah satunya diturunkan dalam kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau-disingkat RPL. mekanisme RPL pada jalur pendidikan dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas bagi setiap individu untuk menempuh pendidikan formal, dan juga memberikan kesempatan bagi akademisi, tenaga pendidik dan kependidikan untuk mendapatkan pengakuan dari capaian pembelajaran yang telah dilakukannya sehingga Dapat dipergunakan dalam meningkatkan karir akademiknya.

RPL untuk Pembelajaran Sepanjang Hayat (disingkat RPL-PSH), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 73 Tahun 2013, hanya memberikan pengakuan atau penyetaraan pengalaman kerja dengan kemampuan dan/atau keahlian yang dimiliki seseorang pada jenjang pendidikan tinggi dimulai dari jenjang kualifikasi level 3 (tiga) KKNI atau program D1 sampai dengan jenjang kualifikasi level 9 (sembilan) KKNI sebagai jenjang paling tinggi.

Politeknik Negeri Ambon memiliki Program Studi Teknik Mesin. Konsentrasi Program studi ini diarahkan untuk menunjang kegiatan-kegiatan PEDP sesuai koridor 6 MP3EI.  Dalam mengadopsi kebutuhan stake holder, maka perangkat pembelajaraan (kurikulum) telah diarahkan berbasis KKNI. Selain memiliki Akreditasi B baik ditingkat program studi maupun Institusi, maka output lulusan juga telah terserap sesuai bidang keahlian pada instansi mupun industry terkait di Maluku maupun luar Maluku. Berkenaan dengan hal itu maka kesempatan untuk menyelenggarkan kegiatan RPL sangat terbuka, yang sekaligus merupakan capaian indicator kerja dari kegiatan PEDP dirahun 2015. Untuk itu diperlukan penguatan wawasan dan manajemen pengelolaan RPL sebagai strategi dalam persiapan implementasi.

  • Tujuan

Kegiatan Penyusunan Perangkat Asesment dan Dokumen RPL bertujuan melatih serta memberikan pemahaman bagi anggota dalam Tim RPL untuk bisa berkoordinasi dalam menyusun sebuah perangkat asesment serta menyiapkan dokumen pendukung RPL yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan kegiatan RPL berdasarkan proses pengusulan proposal ke bagian kemahasiswaan DIKTI.

  • Manfaat
    • Wawasan staf terkait kebijakan pelaksanaan RPL menjadi kuat dengan tercapainya Penyusunan Perangkat asesment berdasarkan ketersediaan dokumen pendukung RPL pada Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon Jenjang D-3.
    • Dihasilkannya proposal pengusulan program RPL-PSH Program studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon.

6.Nama Kegiatan : Workshop Pengembangan Pusat Unggulan Teknologi

 Di Politeknik Negeri Ambon

  • Latar Belakang

Penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan pemerintah) dengan menjunjung tinggi kejujuran dan integritas sesuai dengan etika penelitian. Diharapkan dengan tumbuhnya inovasi dan teknologi yang disertai dengan pemanfaatan oleh pengguna, kontribusi iptek terhadap pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Salah satu upaya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk memperkuat kelembagaan iptek adalah melalui kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Teknologi.

Tujuan dikembangkannya Pusat Unggulan adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang menjadi lembaga litbang unggul bertaraf internasional dalam bidang prioritas spesifik agar terjadi peningkatan relevansi dan produktivitas serta pendayagunaan iptek dalam sektor produksi sehingga terjadi peningkatan daya saing sektor produksi barang dan jasa, pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Politeknik Negeri Ambon dalam Dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 membawahi koridor 6. Sektor yang berkembang pada koridor ini memposisikan Politeknik Negeri Ambon untuk mendukung manufaktur agroindustry. Diharapkan kedepan, Politeknik Negeri Ambon akan menjadi salah satu Pusat Unggulan Teknologi Rekayasa Alat dan Mesin Pertanian. Rencana produk yang akan dihasilkan dari pengembangan  ini meliputi : Produk mesin pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri kreatif. Hasil riset dan inovasi pembuatan produk mesin pertanian, perkebunan, perikanan, industri kreatif. Program pelatihan dan sertifikasi komptensi untuk mahasiswa/lulusan SMU yang akan masuk ke dunia kerja, atau kerwirausahan. Untuk mempersiapkan keberadaanya, maka diperlukan penguatan wawasan dan manajemen pengelolaan sebagai strategi dalam persiapan implementasi.

  • Tujuan
    • Memberikan informasi kepada Civitas Akademika tentang Pusat Unggulan Teknologi
    • Mempersiapkan langkah-langkah dalam implementasi Pusat Unggulan Teknologi di Pollteknik Negeri Ambon

  • Manfaat
    • Wawasan Civitas Akademika terkait kebijakan pelaksanaan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) menjadi menguat terkait kebijakan-kebijakan pengembangan PUT itu sendiri.
    • Adanya kerangka awal pengembangan PUT sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan PUT di Politeknik Negeri Ambon.

7.Nama Kegiatan : Pengadaan Peralatan Laboratorium

  • Latar Belakang

Sarana pendidikan adalah semua keperluan yang secara langsung dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efesien. Jika hal itu dihubungkan dengan pendidikan vokasi (Politeknik), maka sarana pendidikan khususnya peralatan laboratorium sangatlah penting, sebab relevansi dalam proses pengajaran mengedepankan jugas aspek kemampuan praktikal.

Politeknik Negeri Ambon dalam Dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 membawahi koridor 6. Sektor yang berkembang pada koridor ini memposisikan Politeknik Negeri Ambon untuk mendukung manufaktur agroindustry. Diharapkan kedepan, Politeknik Negeri Ambon akan menjadi salah satu Pusat Unggulan Teknologi Rekayasa Alat dan Mesin Pertanian. Rencana produk yang akan dihasilkan dari pengembangan  ini meliputi : Produk mesin pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri kreatif. Tentunya hal itu akan ditunjang dengan sejumlah peralatan bantu produksi, yang belum dimiliki maupun masih minim dimiliki dalam laboratorium/bengkel.

Selain hal, itu, maka rencana pengembangan PUT, sangat sejiwa dengan target-target pelaksanaan LSP, yang membutuhkan penguatan terhadap TUK yang telah ada maupun yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan skema sertifikasi kompetensi yang diharapkan. Beberapa kebutuhan peralatan untuk hal ini diarahkan untuk dapat mendukung sector pengelasan, mesin-mesin produksi, desain dan perancangan, maupun otomotif.

  • Tujuan

Pelaksanaan kegiatan pengadaan peralatan laboratorium bertujuan untuk Meningkatkan fasilitas peralatan yang dibutuhkan sebagai alat bantu produksi mesin dan alat pertanian, serta pengembangan fasilitas belajar mengajar dalam rangka penguatan kompetensi mahasiswa dan khalayak sasaran yang melakukan uji sertifikasi kompetensi di TUK yang dimiliki oleh Politeknik Negeri Ambon.

  • Manfaat
    • Menunjang keahlian terhadap dosen atau tenaga pendidik dan peserta didik
    • Adanya inovasi dalam pengembangan produk dan jasa yang kemudian dapat menjadi sumber pendapatan institusi dalam penguatan PNBP.
TOP
Lewat ke baris perkakas