×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Negeri Bandung

Politeknik Negeri Bandung (Polban) adalah salah satu pendidikan tinggi vokasi yang didirikan pada perioda awal di Indonesia.  Polban juga merupakan penyatuan dua sumberdaya manusia dan sumberdaya sarana prasarana, Politeknik ITB dan Polytechnic Education Development Center yang menjadi tempat pelatihan bagi staf pengajar politeknik di seluruh Indonesia. Dengan awal pembentukan kelembagaan seperti itu akan selalu memotivasi seluruh jajaran staf Politeknik Negeri Bandung untuk mengembangkan diri sehingga mempunyai pusat unggulan teknologi.

Sebagai perguruan tinggi, Polban memegang mandat untuk mengembangkan ilmu terapan dan berperan aktif secara profesional dalam mencerdaskan generasi muda Indonesia melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dunia profesi, usaha, pemerintahan, dan masyarakat pada umumnya.  Arah kebijakan Polban dalam 10 (sepuluh) tahun ke depan memiliki visi untuk menjadi penggerak pembaharuan (innovation driving force) dalam teknologi masadepan (emerging technologies) untuk dapat berperan aktif pada penguatan ekonomi nasional.

Kegiatan PEDP di Politeknik Negeri Bandung

Melalui program PEDP ini, Jurusan Teknik Sipil Polban mengembangkan pusat unggulan teknologi sektor infrastruktur dan disebut sebagai Pusat Unggulan Teknologi Infrastruktur (PUTI).

Pembentukan PUTI ini pada tahap awal difokuskan sesuai kondisi kekuatan dan peluang serta kebutuhan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia   (MP3EI). Dalam jangka panjang pusat unggulan teknologi terus dikembangkan sehingga  mempunyai bidang kajian yang semakin lengkap. Tahap awal pusat unggulan teknologi akan fokus pada infrastruktur transportasi bidang jalan yang berwawasan lingkungan. Termasuk di dalamnya adalah teknologi konstruksi dan pemeliharaan jalan dan jembatan, baik jalan raya maupun jalan kereta api.

Infrastruktur transportasi dipilih mengingat saat ini di Jurusan Teknik Sipil Polban sejak tahun 2007 telah menyelenggarakan program studi Diploma IV Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan (TPJJ) serta diselenggarakannya program studi Magister Terapan Rekayasa Infrastruktur (MTRI) sejak tahun 2012. Penyelenggaraan Program studi Magister tersebut sinergis dengan program PUTI sekaligus menjawab kebutuhan eksternal untuk mendukung keberhasilan MP3EI.

PUTI dirancang untuk memiliki dua fungsi utama yaitu :

  1. Sebagai pusat pengembangan pendidikan dan pelatihan disamping fungsi pendidikan regular. Hasil (outcome) secara kontinyu menghasilkan dan meningkatkan keahlian bidang infrastruktur Indonesia. Pendidikan dan pelatihan akan difokuskan untuk pengembangan tenaga pendidik maupun tenaga professional.
  2. Sebagai pusat riset terapan, hasil yang diharapkan adalah memberikan kontribusi langsung dalam problem solving permasalahan teknologi konstruksi di lapangan maupun kajian pemeliharan pada infrastruktur yang ada maupun yang akan dibangun. Dengan keberadaan PUTI ini diharapkan kemajuan teknologi konstruksi infrastruktur akan semakin innovative dan akurat sehingga meningkatkan kualitas sumberdaya manusia nasional dan daya saing.

Ringkasan program pengembangan PUTI yang dilaksanakan disajikan pada gambar berikut.

Untuk mencapai pusat unggulan teknologi yang dimaksud, pada pelaksanaan program PEDP ini dibagi menjadi 3 (tiga) aktivitas, sebagai berikut:

  • Persiapan Pembentukan PUTI
  • Pengembangan Program Studi Pendukung PUTI
  • Pengembangan Fasilitas PUTI

Ketiga aktivitas tersebut masing-masing mempunyai beberapa sub aktivitas yang saling menunjang satu dengan lainnya sehingga bisa mewujudkan kehandalan pusat unggulan teknologi tersebut secara utuh dan berkesinambungan. Lebih lanjut, ketiga aktivitas tersebut diharapkan akan mempunyai 4 output, yaitu:

  • Peningkatan Mutu dan Relevansi bertujuan menempatkan peran pusat unggulan teknologi di Polban sehingga bisa meningkatkan mutu luaran dan proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan industri infrastruktur. Output ini akan dihasilkan oleh sub aktivitas, antara lain : i) pengkajian, pengembangan kurikulum program studi; ii) pengembangan staf; iii) pembuatan bahan ajar dan instrumen penilaian; dan iv) pemenuhan fasilitas dan peralatan PUTI.
  • Keterlibatan sektor swasta untuk peningkatan daya saing lulusan, yang diharapkan akan diperoleh melalui sub aktivitas, yaitu : i) melaksanakan kerjasama dengan industri dan Pemda; dan ii) melakukan kerjasama dengan asosiasi dan industri, di antaranya Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI), Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Jabar, Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Jawa Barat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, dan beberapa asosiasi lainnya.
  • Peningkatan Tata kelola Manajemen agar efektif dan efisien. Dampak ini akan terwujud melalui sub aktivitas yaitu i) melengkapi sarana dan prasarana PUTI; ii) melaksanakan pelatihan dalam hal manajemen penyelenggara PUTI; iii) penyusunan aturan internal jurusan penerimaan mahasiswa baru.
  • Dampak terhadap Peningkatan Akses dan Kesetaraan. Dampak ini diharapkan akan diperoleh, melaluisub aktivitas yakni: i) pelaksanaan program pendidikan vokasi berkelanjutan; ii) melaksanakan sertifikasi calon tenaga kerja lulusan SMK; dan iii) melaksanakan program pelatihan singkat.

Pelaksanaan Program

Pembentukan Pusat Unggulan Teknologi

Untuk menunjang peningkatan mutu dan relevansi, salah satu aktivitas yang dilakukan adalah pemenuhan fasilitas dan peralatan PUTI. Peralatan tersebut berupa peralatan laboratorium, peralatan test material perkerasan jalan, peralatan surveying, dan peralatan pengukuran perkerasan jalan. Dibuat paket-paket peralatan laboratorium beton, peralatan pendukung (Lab Hidrolika), peralatan laboratorium uji bahan, peralatan laboratorium rekayasa jalan, dan peralatan laboratorium uji tanah.

polban_img2

polban_img3

Penguatan Program Studi DIII Teknik Kimia

Melalui program PEDP Batch III, juga dilaksanakan program Penguatan Program Studi D III Teknik Kimia, Koridor Ekonomi Jawa, untuk Sektor Perekonomian  Industri Makanan Minuman.

Program pengembangan tersebut dikelompokkan menjadi 4 (empat), secara garis besar sebagai berikut:

  1. Penguatan Mutu dan Relevansi : Pengembangan kurikulum D-III Teknik Kimia berbasis KKNI, Peningkatan Mutu Staf, Pengadaan Fasilitas Laboratorium, Implementasi Sistem Penjaminan Mutu, Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSPP-1) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta Pendirian Inkubator Bisnis
  2. Peningkatan Akses dan Kesetaraan : Workshop Pembukaan Program DI-PDD Pengolahan Makanan Minuman, Studi Pengembangan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Credit Transfer System (CTS).
  3. Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan: Pengembangan Program dan lokakarya persiapan pendirian kemitraan dengan industri dan asosiasi profesi.
  4. Peningkatan Efektivitas dan Akuntabilitas Manajemen: Peningkatan Sistem Monitoring dan Pelaporan Proses Belajar Mengajar (PBM) dan Manajemen Keuangan, Peningkatan Layanan Bimbingan Profesi, dan Pengembangan Sistem Penelusuran Alumni.
TOP
Skip to toolbar