×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Negeri Jember

Politeknik Negeri Jember merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasional, yaitu program pendidikan yang mengarah proses belajar mengajar pada tingkat keahlian, keterampilan, dan standar kompetensi yang spesifik sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan stakeholder, serta mempunyai kemandirian dalam berkarya dan berwirausaha berbasis IPTEKS yang diperolehnya.

Politeknik Negeri Jember yang dulu bernama Politeknik Pertanian Negeri Jember merupakan satu-satunya Politeknik Pertanian Negeri yang ada di Pulau Jawa. Berdiri pada tahun 1988 dengan bantuan dana dari Asian Development Bank (ADB) oleh konsultan konsortium ENAREC-Australia/New Zealand, dengan fasilitas pengajaran dari luar negeri dan tenaga pengajar lulusan sarjana dari berbagai universitas ternama yang telah mendapat tambahan pendidikan profesional selama 2 tahun baik didalam maupun di luar negeri, maka Politeknik Negeri Jember dijadikan sebagai acuan proses pendidikan profesional di tingkat nasional.Seperti halnya perguruan Tinggi lain, Politeknik Negeri Jember mempunyai tiga program yang dikenal dengan nama Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pegabdian Masyarakat).

Proses pembangunan sarana dan prasarana Politeknik Negeri Jember dimulai pada tahun anggaran 1986/1987. Persiapan sumber daya manusia ditetapkan oleh Dirjen Dikti melalui keputusan nomor: 43/DIKTI/KEP/1987 tanggal 1 September 1987 yang mengangkat pengelola, Ir. Soetrisno Widjaja sebagai Direktur serta dibantu masing-masing oleh Ir. Setiadji sebagai Pembantu Direktur bidang Akademik dan Drs. Achmad Sugianto Pembantu Direktur bidang Administrasi dan Keuangan. Agar dalam pengelolaannya dapat mendapatkan hasil maksimal, maka tahun 1987 konsultan akademik dari BERT ENAREC mengirim seluruh pengelola guna studi banding ke Lincoln College dan Chrischuh Polytechnic di New Zealand selama 6 bulan. Setelah melalui berbagai tahapan dan proses persiapan sarana penyelenggaraan pendidikan seperti: lahan, gedung, peralatan dosen dan tenaga penunjang lain, Dirjend Dikti melalui keputusannya nomor 219/D/T/1988 tanggal 29 Oktober 1988 membuka Politeknik Pertanian Universitas Jember dengan 3 jurusan dan 5 program studi yang terdiri dari:

  1. Jurusan Budidaya Tanaman Pangan dengan program studi Budidaya Tanaman Pangan
  2. Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan dengan program studi Budidaya Tanaman Perkebunan
  3. Jurusan Teknologi Pertanian dengan program studi Teknologi Pangan dan Gizi, Mekanisasi dan Bangunan Pertanian, Tata Air Pertanian

Dalam perjalanannya telah terjadi penambahan dan penggabungan baik jurusan dan program studi serta pembukaan program studi baru. Total saat ini terdapat 10 program studi jenjang Diploma III, 9 jenjang Diploma IV dan 1 Magister Terapan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990, bahwa politeknik merupakan salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesional harus terpisah dan berdiri sendiri, maka setelah melalui tahapan-tahapan beberapa Politeknik yang tergabung dengan Universitas induknya memisahkan diri, demikian juga dengan Politeknik Pertanian Negeri Jember memperoleh kemandirian berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 234/O/1998 tanggal 21 September 1998 dan keputusan senat Universitas Jember Nomor: 5919/PT32.H/E/1997 tanggal 1 Oktober 1997 tentang Kemandirian Politeknik. Dalam rangka pengembangan potensi institusional akademik dan kualitas sumberdaya manusia, maka Politeknik Pertanian Negeri Jember menjadi Politeknik Negeri Jember berdasar keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 191/O/2002 tanggal 5 Nopember 2002.

Sesuai dengan tujuan dari program pembangunan Pendidikan Tinggi yang implementasinya paling menonjol dilaksanakan berupa kegiatan pemerataan dan perluasan akses pendidikan tinggi dengan memprioritaskan kepada kelompok masyarakat yang miskin, tetapi mempunyai potensi belajar pada perguruan tinggi dan daerah terpencil yang kemampuan ekonominya rendah dan mempunyai potensi belajar, sehingga Politeknik Negeri Jember dapat menunjang keberhasilan program perluasan jenjang/program pendidikan sebagai pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan pendidikan vokasi dengan menjawab kebutuhan pasar, maka Politeknik Negeri Jember memfasilitasi eksistensi program vokasi berbasis unggulan untuk industri, nasional, multi nasional. Disisi lain terdapat adanya pengembangan program studi yang ada pada Politeknik Negeri Jember, terkait dari kerjasamanya antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Politeknik Negeri Jember khususnya mengenai pemerataan dan kapasitas daya tampung mahasiswa sebagai persyaratan utama menuju BHPT sebagai perguruan tinggi otonom, akuntabel, dan bersifat nirlaba. Oleh karena itu Politeknik Negeri Jember memacu langkah dan mengupayakan kreativitas sesuai program Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengenai sosialisasi program khusus, dengan jalan pengembangan program studi yang lama untuk dikembangkan ke dalam program khusus sesuai potensi didaerah yang ada dan kebutuhan pasar.

Visi dan Misi

VISI

Menjadi pusat pendidikan vokasi dan pengembangan  teknologi terapan yang unggul dalam bidang agribisnis serta bidang ilmu lainnya.

MISI

  1. menyelenggarakan pendidikan vokasi yang kompeten untuk kemajuan dan kemandirian;
  2. mengembangkan teknologi terapan yang berdaya saing;
  3. menjalin kerjasama di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan PEDP di Politeknik Negeri Jember

Polytechnic Education Development Project (PEDP) / Program Pengembangan Politeknik dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (saat itu masih dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) untuk membantu peningkatan mutu dan relevansi pendidikan politeknik negeri dan politeknik swasta. Program pengembangan ini searah dengan tujuan dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tahun 2011 – 2025 untuk 5 (lima) sektor yaitu (1) Agro Industri; (2) Manufaktur; (3) Infrastruktur; (4) Pertambangan dan (5) Pariwisata.

Kegiatan yang dikembangkan diupayakan sejalan dengan kebijakan dan prioritas pengembangan sumber daya manusia untuk menunjang pertumbuhan industri di masing-masing koridor dan sektor MP3EI. Kegiatan ini memperoleh dukungan dana dari Asia Development Bank (ADB) dengan nomor ADB LOAN 2928-INO.

Program pengembangan pendidikan politeknik ini diharapkan akan mendorong politeknik tersebut untuk mewujudkan pusat unggulan teknologi melalui kemitraan dengan industri, meningkatkan mutu dan relevansi, pengembangan sumber daya manusia baik dosen maupun lulusan, meningkatkan kualitas dan kapasitas organisasi dan tata kelola, serta memperluas akses, pemerataan, dan kesetaraan jender.

Pada tahun 2012 Politeknik Negeri Jember (POLIJE) yang secara geografis berada pada koridor ekonomi Jawa dan fokus pada sektor agroindustri mendapat mandat untuk melaksanakan program ini melaui skema PEDP Penugasan dalam jangka waktu 2012-2017. Program studi yang terlibat pada PEDP Penugasan adalah: (1) Teknologi Industri Pangan, (2) Keteknikan Pertanina, dan (3) Manajemen Agribisnis. Sedangkan pada tahun 2013 POLIJE kembali mendapatkan kepercayaan untuk melaksnanakan program melalui program hibah kompetisi peningkatan mutu pendidikan politeknik (PHK-PMPP) Batch I pada skema B2 untuk jangka waktu 2013-2016. Program studi yang terlibat pada PHK-PMPP Batch I ini adalah Produksi Tanaman Hortikultura dan Teknik Komputer.

Pelaksanaan Program

PEDP / Program Hibah Kompetisi Pengembangan Mutu Pendidikan Politeknik ini merupakan skema pendanaan yang dapat digunakan untuk mengisi atau melaksanakan MP3EI di lima sektor melalui kerjasama dengan industri serta mengembangkan kapasitas Politeknik untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tujuan utama dari program pengembangan pendidikan politeknik yang dilakukan  adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan Mutu dan Relevansi

Upaya meningkatkan Mutu dan Relevansi dari program-program studi bisa dilakukan antara lain melalui:

Kegiatan Utama :

  1. Peningkatan kolaborasi dengan industri dan asosiasi profesi untuk menentukan standar industri secara nasional di bidang inovasi terkait.
  2. Penyempurnaan kurikulum termasuk perangkatnya seperti bahan ajar dan instrumen penilaian berdasarkan standar industri serta mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  3. Peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan peralatan sesuai dengan tuntutan kurikulum serta penerapan sistem penjaminan mutu
  4. Peningkatan mutu dosen melalui program program kerjasama dengan perguruan tinggi nasional maupun internasional serta program kerjasama dengan industri
  5. Peningkatan jumlah lulusan yang tersertifikasi di bidang yang terkait dengan unggulan teknologi yang dibangun.

Kegiatan Khusus :

  1. Peningkatan jenjang pendidikan politeknik melalui pengembangan Rintisan Program Magister Terapan (Penugasan).
  2. Pengembangan Pusat Unggulan Teknologi:
    1. Pusat Unggulan Teknologi Proses dan Pengemasan Pangan (Penugasan)

    2. Pusat Unggulan Teknologi Produksi Tanaman Hortikultura (PHK-PMPP Batch I).

  • Peningkatan Akses dan Kesetaraan

Mengembangkan mekanisme penjaringan peserta didik, melalui peningkatan akses, kesetaraan jender, dan membuka kesempatan yang sama bagi calon mahasiswa yang secara ekonomi kurang beruntung, dengan tetap memperhatikan potensi akademik (beasiswa).

Upaya peningkatan akses dan kesetaraan ini  dilakukan melalui kegiatan berikut ini:

  1. Mengembangkan program untuk mendukung kesetaraan jender;
  2. Peningkatan daya tampung melalui program program inovatif seperti pelatihan singkat yang berjenjang, pola distance and e-learning dan metoda pembelajaran lain yang fleksibel atau mengembangkan program seamless education pathways dan program yang mengakomodasi multiple entry.

Pemberian beasiswa akan dilaksanakan melalui mekanisme pengajuan proposal tersendiri.

  • Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan

Mengembangkan suatu mekanisme kerjasama kelembagaan yang saling menguntungkan dengan pihak industri/pengusaha untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan.

Upaya peningkatan keterlibatan sektor swasta ini  dilakukan melalui kegiatan berikut ini:

  1. Pembentukan kerangka kemitraan institusi dengan pihak swasta/industri untuk mendukung penyertaan industri dalam kegiatan pembelajaran, penyusunan dan penyempurnaan kurikulum, materi ajar dan penilaian kemampuan mahasiswa, penyelenggaraan program pelatihan dan sertifikasi (uji kompetensi) yang relevan dengan kebutuhan keahlian tertentu dari industri, penyediaan pelatihan untuk memperkuat kemampuan manajemen, dan pengembangan strategi untuk mendorong program magang dengan industri setempat dan program penyerapan lulusan.
  2. Studi yang mendukung penyelenggaraan penelitian terapan dan penyelenggaraan proses belajar mengajar yang mendukung keterampilan kewirausahaan.
  • Penguatan Tatakelola Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik

Meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas kepemimpinan dan tata kelolanya berdasarkan prinsip good governance. Upaya penguatan tatakelola penyelenggaraan pendidikan politeknik dilakukan melalui kegiatan berikut ini:

  1. Pengembangan organisasi politeknik melalui studi kebijakan untuk mendukung penyelenggaraan Credit Transfer System (CTS), Program Studi Diluar Domisili sebagi rintisan Akademi Komunitas, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL);
  2. Peningkatan tata pamong seperti sistem penjaminan mutu internal dan eksternal, sistem pengawasan internal; sistem informasi akademik, kepegawaian, keuangan, pelatihan manajemen, dan sertifikasi satuan organisasi.

IMG_20151022_144719    IMG_20151022_144735   IMG_20151022_144710

TOP
Lewat ke baris perkakas