×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Negeri Pontianak

Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP) berdiri sejak tahun 1994 dengan jurusan Tata Niaga. Pada tahun 1997, POLNEP memperoleh status otonomi penuh berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional No. 079/0/1997 yang ditandatangani pada 27 April 1997.

Visi POLNEP pada tahun 2020 adalah “lembaga pendidikan tinggi vokasi terbaik dan terpercaya pada tingkat nasional dan internasional.” Untuk mencapai visi tersebut, maka dirumuskanlah misi POLNEP, yaitu:

  1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi dan penelitian terapan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat guna menunjang upaya pembangunan nasional, sesuai dan sepadan dengan kebutuhan masyarakat ;
  2. Membina dan mengembangkan profesionalisme yang sehat dan dinamis
  3. Mengembangkan dan mendayagunakan ilmu pengetahuan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberdayakan sumber daya Politeknik Negeri Pontianak secara maksimal.

Beranjak dari visi dan misi tersebut, tujuan yang ingin dicapai yaitu:

  1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai bidang keahlian untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang mempunyai keunggulan komparatif dan keunggulan kempetitif, dengan cara sebagai berikut : Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berdisiplin dan memiliki etos kerja yang tinggi, Memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan profesional, Memiliki jiwa mandiri (wirausaha), Mampu berkomunikasi secara efektif melalui bahasa Indonesia dan bahasa asing (terutama bahasa Inggris), serta mengusai penggunaan media komunikasi, informatika dan komputer, Tanggap dan mudah menyesuaikan diri terhadap perubahan, Memiliki kesadaran yang tinggi tentang nilai-nilai moral, budaya dan kemanusiaan serta cinta lingkungan,
  2. Melaksanakan penelitian terapan dalam rangka pengembangan iptek untuk menunjang upaya pembangunan nasional, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan industri,
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk mengamalkan iptek melalui prakarsa dan peran aktif dalam membantu membangun desa tertinggal dan mengentaskan kemiskinan dengan jalan memberikan pelayanan jasa teknologi, manajemen dan sebagainya,
  4. Membina dan mengembangkan iklim kehidupan akademik yang sehat dan dinamis untuk membentuk msyarakat ilmiah yang menjunjung tinggi kebenaran, kejujuran, terbuka, kritis, bertanggungjawab, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap perubahan jaman,
  5. Membina dan mengembangkan kerjasama kelembagaan yang saling menguntungkan dan instansi pemerintah, industri, lembaga pendidikan lain, baik di dalam maupun di luar negeri,
  6. Meningkatkan kinerja kelembagaan pada semua aspek kegiatan yang menjadi misi Polnep agar menjadi lembaga pendidikan tinggi profesional.

Pada periode akhir pencapaian visi POLNEP, yang menjadi sasaran strategis 2016-2020 difokuskan pada persiapan Polnep menuju keunggulan global dan berkelas dunia (world class). Prasyarat dalam pencapaian sasaran strategis tersebut tidak terlepas dari rangkaian sasaran pada periode sebelumnya. Pada sasaran strategis 2011-2015, difokuskan pada peningkatan efisiensi eksternal dan mewujudkan organisasi Polnep menuju organisasi yang sehat, transparan dan akuntabel serta mempersiapkan Polnep sebagai kompetitor global dibidang pengembangan sumberdaya manusia dan penelitian terapan.

Saat ini, POLNEP telah memiliki 8 jurusan, yaitu (1) Jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan, dengan 2 Program Studi; (2) Jurusan Teknik Mesin, dengan 3 Program Studi; (3) Jurusan Teknik Elektro, dengan 3 Program Studi; (4) Jurusan Administrasi Bisnis, dengan 2 Program Studi; (5) Jurusan Akuntansi, dengan 2 Program Studi; (6) Jurusan Teknologi Pertanian, dengan 3 Program Studi; (7) Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, dengan 3 Program Studi; dan (8) Jurusan Teknik Arsitektur, dengan 1 Program Studi.

Selain menyelenggarakan kelas reguler, POLNEP juga menyelenggarakan Pendidikan Di luar Domisili (PDD), Tahun 2012 di Kota Singkawang membuka 2 (dua) Prodi yaitu, Teknik Informatika (D2)  dan Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (D2). Tahun 2013 membuka lagi di Kabupaten Polewali Mandar 2 (dua) Prodi yaitu,  Teknik Pengolahan Hasil Perkebunan (D2) dan Teknik Mesin (D2). Terakhir pada bulan Juli 2015 kembali membuka PDD di Kabupaten Kapuas Hulu  3 (tiga) Prodi yaitu, Teknik Sipil (D3), Teknologi Budidaya Perikanan (D3) dan Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (D3).

Kegiatan PEDP di Politeknik Negeri Pontianak

PEDP di POLNEP terdiri dari dua skema, yaitu Skema Penugasan untuk mendorong PUT disektor Budidaya Perikanan, dan Skema Batch II (B2) untuk pengembangan bidang industri pengolahan sawit dan turunannya. Pada masing-masing skema dimandatkan 4 capaian utama dengan indikator yang berbeda, yaitu (1) Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan Politeknik, (2) Peningkatan Kesetaraan dan Akses ke Institusi Politeknik, (3) Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan Politeknik, dan (4) Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik.

Pada skema penugasan, waktu, jumlah kegiatan, dan biaya yang dialokasikan lebih besar dibandingkan dengan skema B2. Paket pengadaan yang ada pada Penugasan sebanyak 13 paket dan terealisasi pada 2016 sebesar 54%. Sedangkan pada B2, hanya dapat merealisasikan sebanyak 2 dari 5 paket (40%). Selain aktivitas pengadaan alat dan bahan, kegiatan lain yang dilakukan dikelompokkan berdasarkan jenis kegiatan, yang terbagi menjadi (1) hibah buku ajar, (2) study, (3) workshop, (4) program pengembangan, (5) pengembangan kapasitas.

Dari kedua skema yang berlangsung di POLNEP, Penugasan memiliki tingkat perkembangan lebih maju dibandingkan dengan skema B2. Untuk hibah buku ajar, meskipun jauh dari target capaian, namun skema Penugasan telah menghasilkan sebanyak 2 media pembelajaran ditahun 2015, dan sedang berlangsung pembuatan 3 media pembelajaran ditahun 2016. Sedangkan pada skema B2 tidak dapat menghasilkan media pembelajaran.

Untuk jenis kegiatan studi, pada Skema Penugasan telah melakukan 4 dari 5 studi (80%) yang ditargetkan. Masing-masing studi diarahkan pada pemetaan dan identifikasi peluang dan hambatan untuk perwujudan PUT disektor Budidaya Perikanan. Sedangkan pada skema B2, belum dapat melakukan studi (0%).

Pada Workshop, capaian yang dihasilkan pada Skema Penugasan cukup kecil, yaitu 4 dari 13 workshop (31%). Akibatnya, ditahun 2016, akan dilakukan 9 kegiatan workshop. Meskipun demikian, skema B2 belum melakukan workshop apapun hingga akhir tahun 2015.

Pada Program Pengembangan, telah dilaksanakan hingga akhir 2015 sebanyak 11 kegiatan. Dan pada pengembangan kapasitas, sebanyak 12 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah mengikuti 7 jenis pelatihan hingga akhir tahun 2015. Sedangkan pada skema B2, hanya dapat melakukan jenis kegiatan pengembangan kapasitas. Sebanyak 39 tenaga pendidik dan kependidikan telah mengikuti sebanyak 15 jenis pelatihan yang berbeda.

Pelaksanaan Program

Pusat Unggulan Teknologi

Keberadaan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) merupakan hal yang strategis untuk pencapaian visi dan misi POLNEP. PUT yang saat ini sedang didorong adalah Budidaya Perikanan. Pertimbangan untuk mempercepat perwujudan PUT disektor Budidaya Perikanan, selain sektor strategis dalam pembangunan daerah, POLNEP memiliki kesiapan material dan non material dalam perwujudan PUT Budidaya Perikanan. Sarana yang tersedia sebelum adanya intervensi program PEDP, adalah (1) Lab ilmu dasar budidaya perikanan, (2) Lab rekayasa budidaya perikanan, (3) Workshop usaha pembenihan dan pembesaran Ikan, dan (4) Tambak pembesaran ikan dan udang (usaha kerjasama).

Tentunya, kesiapan tersebut diperkuat melalui program PEDP untuk pengembangan Pusat Unggulan Perikanan melalui (1) Peningkatan Mutu dan Relevansi, (2) Peningkatan Akses dan Kesetaraan, (3) Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan, dan (4) Peningkatan Efektivitas dan Akuntabilitas Kepemimpinan dan Manajemen.

Melalui PUT diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat pembudidaya atau industri budidaya perikanan dalam mengontrol dan meningkatkan kualitas hasil budidaya perikanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Pengembangan Laboratorium Rujukan yang diorientasikan pada Laboratorium Kualitas Air, Laboratorium Uji Kesehatan Ikan, Laboratorium Uji dan Produksi Pakan Ikan, serta Laboratorium Genetika dan Reproduksi Ikan. Disamping untuk kegiatan pendidikan guna meningkatkan kompetensi lulusan Program Studi Budidaya Perikanan, laboratorium tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat/industri pembudidaya ikan maupun instansi/unit usaha milik pemerintah dalam melakukan uji laboratorium maupun pendampingan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi budidaya ikan.

Pusat Unggulan Teknologi Budidaya Perikanan juga menjadi unit produksi yang dapat menghasilkan produk berupa benih ikan unggul, calon induk dan induk ikan unggul, produksi ikan-ikan konsumsi, produksi pakan ikan ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan baku lokal, mengembangkan produk obat-obatan, probiotik ramah lingkungan, dan pakan alami untuk diaplikasikan dalam usaha budidaya perikanan. Selain sebagai unit produksi, PUT Budidaya Perikanan juga menjadi wadah pelatihan budidaya ikan, manajemen dan pembuatan pakan ikan, sertifikasi serta uji kompetensi bagi mahasiswa dan personil budidaya perikanan.

Harapannya, POLNEP dapat menjadi sebagai salah satu pusat riset dan inovasi dibidang perikanan, khususnya budidaya perikanan sekaligus berfungsi sebagai salah satu laboratorium pengujian perikanan yang tersertifikasi dan terpercaya dibidang pengujian produk perikanan. Selain itu, dibawah naungan PUT akan terbentuk pula Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang sekaligus juga berfungsi sebagai unit produksi bidang Perikanan, khususnya budidaya perikanan. Diharapkan dengan terbentuknya PUT dapat tercetak lulusan dengan kompetensi yang handal di bidang Budidaya Perikanan. Selain itu, kebutuhan masyarakat/industri budidaya perikanan akan sentra inovasi serta laboratorium pengujian yang terpercaya guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi budidaya ikan di Kalimantan Barat dapat terpenuhi.

Selain berupaya untuk mewujudkan PUT disektor Budidaya Perikanan, POLNEP pun melakukan pengembangan bidang industri pengolahan sawit dan turunannya. Melalui Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (TPHP) yang didukung melalui PEDP, bertujuan untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM), khususnya di Kalimantan Barat yang memiliki relevansi kompetensi serta berkemampuan yang kuat dalam agroindustri. Bagi lulusan PS TPHP diarahkan untuk berwirausaha di bidang industri pengolahan sawit dan turunannya dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja lokal melalui pola pendidikan dan pelatihan serta supervisi dan asistensi sebagai wujud implementasi kegiatan Layanan Pembelajaran dan Kompetensi Mahasiswa.

Peralatan yang Dibeli

Untuk mewujudkan visi dan misi POLNEP sebagai pusat unggulan, maka diperlukan penguatan laboratorium rujukan budidaya perikanan. Melalui program PEDP, perwujudan laboratorium rujukan dilakukan melalui pengadaan alat dan bahan. Laboratorium rujukan disektor Budidaya Perikanan dilakukan melalui 13 paket pengadaan, yang terbagi menjadi; (1) pengadaan peralatan laboratorium sebanyak 8 paket, (2) pengadaan bahan laboratorium sebanyak 2 paket, dan (3) pengadaan alat pendukung laboratorium sebanyak 3 paket.

Upaya pengadaan tersebut telah dilakukan secara bertahap sejak 2014. Proses seleksi dan evaluasi secara terus menerus dilakukan terhadap detail jenis alat dan bahan yang diusulkan. Akibatnya, proses pengadaan baru dapat terealisasi sebanyak 6 paket diawal tahun 2016. Paket yang telah siap untuk dioperasionalisasikan sejak 2016 adalah (1) Pengadaan Peralatan Unit Pelatihan dan Teknologi Pembesaran Ikan di KJA, (2) Pengadaan Peralatan Uji Nutrisi Pakan dan Laboratorium Genetika Reproduksi Ikan, (3) Pengadaan Peralatan Laboratorium Uji Penyakit Ikan, (4) Pengadaan peralatan uji kualitas air, (5) Bahan Laboratorium Uji Kesehatan Ikan, Reproduksi dan Genetika Ikan, (6) Pengadaan Bahan Uji Kimia, Kesehatan Ikan dan Nutrisi, dan (7) Pengadaan Peralatan Pendukung Laboraturium Uji Penyakit Ikan. Total biaya yang disetujui untuk keenam paket tersebut adalah sekitar 10,7 milyar. Sedangkan sisa paket yang belum terealisasi, sedang dalam proses pelaksanaan dan diperkirakan terealisasi pada 2017.

Selain Budidaya Perikanan, paket lain yang diperuntukkan pada pengembangan bidang industri pengolahan sawit dan turunannya adalah sebanyak 5 paket, yang terdiri dari (1) peralatan laboratorium sebanyak 2 paket, (2) bahan laboratorium sebanyak 2 paket, dan (3) peralatan pendukung. Dari kelima paket tersebut, sebanyak 2 paket dapat direalisasikan pada 2016, yaitu (1) Alat Pengolahan Produk CPO dan turunan, dan (2) Pengadaan Bahan Kimia. Total biaya yang disetujui untuk paket yang terealisasi pada 2016 tersebut sebesar 3,1 milyar.

TOP
Skip to toolbar