×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Negeri Samarinda

Selayang Pandang

Politeknik Pertanian Negeri Samarinda berdiri sejak 06 Pebruari 1989. Pada mulanya bernama Politeknik Pertanian Universitas Mulawarman.

Berdasarkan Surat Keputusan  Menpan No. B -703/I/1995 tanggal 30 Juni 1995, secara resmi telah berpisah (mandiri) dari Universitas Mulawarman menjadi lembaga pendidikan vokasi di Kalimantan Timur dan bernama Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani)

Kampus Politani Samarinda terletak di Kel. Gunung Panjang,  Kec.   Samarinda Seberang dengan luas areal 28,1 ha.

Visi

Menjadi institusi pendidikan tinggi vokasi yang unggul secara komparatif dan kompetitif bertaraf nasional dan internasional.

Misi

  • Menghasilkan lulusan yang bemoral, tangguh, terampil, unggul dan berjiwa wirausaha.
  • Mendorong kemajuan penelitian terapan yang menopang pendidikan dan kemajuan ilmu, teknologi bidang pertanian.
  • Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat atas dasar tanggung jawab sosial.
  • Menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan lembaga pendidikan, lembaga penelitian terapan, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
  • Mengembangkan organisasi Politani Samarinda yang sesuai dengan tuntutan jaman serta meningkatkan manajemen yang transparan dan berkualitas secara berkelanjutan

Ketenagaan

Proses belajar mengajar dilayani oleh 100 dosen berkualifikasi S2 dan S3 yang sesuai dengan bidang ilmunya, dibantu oleh 60 petugas Pranata Lembaga Pendidikan (PLP)  serta 75 tenaga adminstrasi.

Sistem  Pembelajaran  yang   Dikembangkan

Kurikulum dirancang dengan mengacu kepada Kurikulum Pendidikan Tinggi sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti No 44 Tahun 2015) dengan menempatkan lulusan pada level 5 (D3) dan level 6 (D4) sesuai Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kerjasama terjalin sangat baik dengan stake holder dalam validasi kurikulum, apprenticeship, job placement, dan pengembangan pendidikan lainnya

Jenjang studi D3 ditempuh selama 6 semester de ngan beban studi 108 sks, sedangkan jenjang studi D4 selama 8 semester dengan beban studi 144 SKS.  Pada semester akhir mahasiswa melaksanakan praktik lapang di berbagai perusahaan, industri dan instansi lainnya baik pemerintah  maupun swasta.

Program Studi D3

  1. Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP)
  2. Pengelolaan Hutan (PH)
  3. Manajemen Lingkungan (ML)
  4. Geoinformatika (GI)
  5. Teknologi Hasil Hutan (THH)
  6. Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (TPHP)

Program Studi D4

  1. Manajemen Perkebunan (MP)
  2. Manajemen Informatika  (MI)

Fasilitas

  • Area kampus 28,1 ha
  • Perpustakaan
  • 25 Gedung kuliah dan administrasi
  • Asrama mahasiswa putra dan putri
  • 22 Lab, Pabrik mini dan auditorium
  • Pusat computer, bahasa dan multi media
  • Persemaian dan Kebun contoh
  • Free wifi, radio kampus, sarana olah raga
  • Arboretum dan Hutan pendidikan
  • Masjid, bus kampus

Campus of applied science

Politani Samarinda selalu mengembangkan teknologi terapan sehingga mahasiswa tidak tertinggal pengetahuan dan skill-nya  dalam perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri. Sebagai perguruan tinggi vokasional dan pusat pengembangan teknologi terapan secara terus menerus memberikan kontribusi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya di Kalimantan Timur dalam menyiapkan sumberdaya yang kompeten

Laboratorium dan Lembaga

  1. Silvikultur
  2. Konservasi
  3. Perencanaan Hutan
  4. Tanah dan Air
  5. Sosial Ekonomi
  6. Persemaian
  7. Kebun Percontohan
  8. Agronomi
  9. Kultur Jaringan
  10. Produksi dan Penanaman Kebun
  11. Kualitas Udara dan Cuaca
  12. Geomatika
  1. Inderaja dan SIG
  2. Multi Media dan Bahasa
  3. Sifat Kayu dan Analisis Produk
  4. Rekayasa Pengolahan Kayu
  5. Keteknikan Hutan
  6. Hasil Hutan Non Kayu
  7. Kimia Analitik
  8. Mikrobiologi dan Minyak Atsiri
  9. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  10. LSP P-1 Politani
  11. Unit Layanan Karir
  12. Unit P3M

Kegiatan Kemahasiswaan

Kegiatan kemahasiswaan diarahkan kepada kegiatan yang mendukung profesi mahasiswa di masa depan,  diantaranya Himpunan Mahasiswa Jurusan, BEM, HMI, KKMK, Olahraga dan Seni (Agro Band), Mahasiswa Pencinta Alam, Jurnalistik, Seminar, Broadcasting (Agro FM) dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Biaya Pendidikan

SPP berdasar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yaitu: Jenjang  D3: UKT1 (Rp 0) – UKT4 (Rp 1.500.000) dan  Jenjang D4: UKT1 (Rp.500.000)–UKT4 (Rp 2.000.000)

 

Kegiatan PEDP di Politeknik Negeri Samarinda

Proyek PEDP (Polytechnic Education Development Project) melalui ADB Loan 2928 INO  Batch 3 telah menyetujui skema Program Hibah Pengembangan Pendidikan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda sebesar Rp 8,6 milyar untuk jangka waktu 3 tahun (2014/2015 – 2016/2017).

Dana tersebut sebanyak 67% dialokasikan untuk pengadaan peralatan sebagai konsekuensi dari pengembangan prodi Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan (TPHP) sebagai unggulan, dan sisanya digunakan untuk kegiatan pengembangan kapasitas, pengembangan bahan dan program pembelajaran serta kegiatan studi dan lokakarya guna menuju prodi unggul.

PUSAT UNGGULAN:  TEKNOLOGI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT

Program PEDP dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan prodi guna menyiapkan lulusan yang akan terlibat pada pengembangan teknologi pengolahan kelapa sawit, dari hulu sampai ke hilir dengan menghasilkan produk CPO, minyak goreng, asap cair, biodiesel, bioetanol dan produk turunan lainnya yang bernilai ekonomis tinggi.

Pengadan peralatan pengolahan dan analisa produk berbasis kelapa sawit. Diantaranya adalah Pabrik Supermini Pengolahan CPO, Pabrik supermini pengolahan minyakgoreng, peralatan pengolahan limbah kelapa sawit dan peralatan untuk analisaproduk berbasis kelapa sawit.

Hal tersebut dianggap sangat penting mengingat Kalimantan Timur memiliki 1,4 juta hektar kebun kelapa sawir dan akan menajdi 2 juta hektar pada tahun 2020, dan menjadikan Kalimantan Timur sebagai jantungnya Indonesia sebagai produsen CPO terbesar di dunia. Guna mempersiapkan Politani Samarinda sebagai pusat pendidikan dan pelatihan tenaga kerja, sarana riset dan pengembangan serta wahana layanan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang proses dan hasil produksi kelapa sawit  serta produk perkebunan dalam arti luas, kerja keras Politani Samarinda diharapkan mampu menjawab kebutuhan  pasar industri pengolahan di masa mendatang.  

 

Pelaksanaan Program

1.     Nama Kegiatan/Program Pengadaan:

Peralatan Pengolahan CPO,   Rp 1.875.000.000,-

poltektani-samarinda (1)

2.     Deskripsi Kegiatan/Program/Pengadaan :

a. Latar Belakang

Permasalahan dan tantangan pembangunan di Kalimantan Timur adalah bagaimana mempercepat pergeseran ekonomi berbasis sumberdaya alam terbarukan hingga lebih menyeimbangan pendapatan dan mengurangi dominasi kemiskinan di pedesaan  seraya mengatasi degradasi sumberdaya alam.

Sampai dengan akhir tahun 2014, luas kebun kelapa sawit di Kaltim seluas 1.199.980 hektar dengan produksi 11.712.000 ton TBS, dan diproses oleh 53 pabrik dengan kapasitas 2.700 tonTBS/jam dan dengan hasil produksi 1.782.000 ton.

Kondisi tersebut melahirkan peluang besar bagi Politeknik Pertanian negeri Samarinda untuk menyediakan sumberdaya manusia yang kompeten di bidang budidaya dan pengolahan hasil produksi, menyediakan fasilitas riset dan menjadi rujukan bagi informasi dan teknologi terapan terbaru tentang proses pengolahan kelapa sawit di Kalimantan Timur.

b. Tujuan

Meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengembangkan program pembelajaran dan kegiatan kemahasiswaan yang mengarah pada suatu politeknik keahlian berbasis kompetensi serta menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terus mengikuti perkembangan kemajuan teknologi proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO dan berbagai proses pengolahan lanjutan menjadi Oleochemical dan berbagai turunan produk lainnya

c.   Manfaat

Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentang proses pengolahan kelapa sawit, akan menjadikan Politani Samarinda menjadi tempat rujukan bagi berbagai industri pengolahan kelapa sawit serta turunannya, merupakan wahana pendidikan bagi calon pekerja di bidang budidaya dan industri pengolahan serta mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah dalam menghadapi pasar global.

TOP
Lewat ke baris perkakas