×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Negeri Semarang

Politeknik Negeri Semarang pada awalnya bernama Politeknik Universitas Diponegoro (Politeknik UNDIP), Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 175/O/1997 tertanggal 6 Agustus 1997, terjadi pemisahan politeknik dari Universitas Diponegoro menjadi perguruan tinggi mandiri dengan nama Politeknik Negeri Semarang (selanjutnya disingkat Polines).

Polines merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan vokasi. Dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi tanggal 10 Agustus 2012, Pasal 16,  disebutkan bahwa pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapanOleh karena itu, Politeknik Negeri Semarang berupaya menghasilkan lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara sesuai dengan pendidikan yang bermutu.

Polines saat ini memiliki 5 Jurusan, terdiri bidang rekayasa 3 Jurusan yaitu Jurusan Teknik Sipil, Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Sedangkan bidang Tata Niaga 2 Jurusan, yaitu Jurusan Akuntansi dan Administrasi Niaga. Jumlah Program Studi di Polines 22  program studi, yang terdiri dari jenjang Diploma III 12 program studi dan jenjang Diploma IV 10 program studi. Jumlah mahasiswa secara keseluruhan 4618 orang mahasiswa.

Kegiatan PEDP di Politeknik Negeri Semarang

PHK PMPP Polines merupakan kelompok Skema B1 untuk penguatan Program Studi Komputerisasi Akuntansi dan Program Studi Perbankan Syariah, Program ini memfasilitasi peningkatan mutu pendidikan Politeknik Negeri Semarang Khususnya peningkatan mutu pendidikan pada Program Studi Komputerisasi dan Prodi Perbankan Syariah dalam rangka mendukung pencapaian tujuan MP3EI yakni mewujudkan peran fungsi koridor Jawa sebagai penguat konektivitas nasional dan internasional. Peran fungsi Jawa yang demikian strategis dalam kesuksesan pencapaian tujuan MP3EI tersebut mutlak memerlukan perbankan dan teknologi informasiyang menjadi penghubung lalu lintas ekonomi dan pertumbuhan wilayah. PHK PMPP Polines terbaberlangsung selama 3 (tiga) tahun, yang dimulai pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 dengan besarnya nilai hibah selama 3 tahun sebesar Rp 10.555.671.400,-.

Pelaksanaan Program

Kegiatan PHK PMPP Polines terdiri dari 4 kegiatan utama sebagai berikut  :

1. Penguatan Mutu dan Relevansi

Kegiatan penguatan mutu dan Relevansi meliputi :

  • Peningkatan kerjasama dengan Industri dan Asosiasi Profesi yaitu dengan melibatkan industri & asosiasi profesi dalam proses belajar mengajar.
  • Pengembangan Kurikulum Mengacu Pada KKNI
  • Peningkatan Kualitas PBM dengan Pengadaan Peralatan Laboratorium
  • Peningkatan Mutu Dosen dengan Pelatihan Kompetensi di beberapa lembaga pelatihan dalam negeri dan pelatihan Asesor Kompetensi untuk dosen
  • Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profresi (LSP) Polines
  • Peningkatan Jenjang Pendidikan Politeknik Melalui Pengembangan Rintisan Program Magister Terapan

2. Peningkatan Akses dan Kesetaraan

Kegiatan peningkatan akses adalah peningkatan daya tampung yang meliputi :

  • Program RPL
  • Program CTS

3Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan

Kegiatan yang melibatkan sektor swasta meliputi :

  • Mengadakan MOU dengan industri dan Asosiasi Profesi
  • Peningkatan budaya kewirausahaan bagi mahasiswa melalui inkubator wirausahan untuk mahasiswa

4. Peningkatan Efektivitas dan Akuntabilitas Manajemen

Kegiatan Peningkatan Efektivitas dan Akuntabilitas Manajemen meliputi :

  • Penyusunan naskah akademik sebagai  instrumen Tata Kelola Institusi
  • Pelatihan  Menjamin da Monev untuk pimpinan Polines

  C.  KEGIATAN UNGGULAN

Kegiatan unggulan PHK PMPP Polines adalah pada kegiatan Penguatan Mutu dan Relevansi, meliputi :

1.  Nama Kegiatan :  Pengembangan Kurikulum Mengacu Pada KKNI

     Latar Belakang

Program Studi Komputerisasi Akuntansi dan Perbankan Syariah yang relatif masih baru, sehingga kurikulum yang ada masih harus menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi pada industri. Apalagi dengan tuntutan baru acuan kurikulum pada format KKNI, maka kurikulum beserta perangkat kurikulum yang diberlakukan masih harus disesuaikan dengan format tersebut.

Tujuan

Program studi yang berhadapan dengan industri memiliki dinamika perkembangan dan pertumbuhan yang sangat cepat. Hal ini mengakibatkan Program Studi Komputerisasi Akuntansi dan Perbankan Syariah harus selalu mengupdate keseluruhan proses pendidikannya agar sesuai dengan tuntutan industri dan stakeholdernya. Oleh karena itu diperlukan kegiatan peninjauan kurikulum berbasis KKNI beserta perangkatnya. Kegiatan ini menghasilkan learning outcome (LO), kurikulumKKNI, RPS, peta matakuliah dan kontrak kuliah.

Manfaat

Menghasilkan kurikulum yang sesuai KKNI yang siap di berlakukan di Program Studi Komputerisasi Akuntansi & Program Studi Perbankan Syariah.

2. Nama Kegiatan : Peningkatan Kualitas PBM dengan Pengadaan Peralatan Laboratorium

Latar Belakang

Untuk menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan industri harus didukung dengan model pembelajaran laboratorium yang setara dengan kondisi yang sebenarnya di industri.

Tujuan

Pengadaan peralatan laboratorium dan peralatan Proses Belajar Mengajar untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran guna meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan.

  Manfaat

Pembelajaran Laboratorium yang suai standard industri dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan.

3. Nama Kegiatan : Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profresi (LSP) Polines

Latar Belakang

Selain peningkatan mutu dan relevansi juga dilakukan dengan menyediakan LSP sebagai lembaga yang akan menjamin kualitas lulusan sesuai dengan kebutuhan industri yakni dengan uji kompetensi. Untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang dicapai lulusan dilakukan uji kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP. Oleh karena itu terlebih dahulu didirikan LSP lengkap dengan asesor, skema, perangkat asesmen, TUK serta lisensi LSP dari BNSP.

Tujuan

Mendirikan LSP yang terlisensi BNSP beserta kelengkapannya (Skema, Materi Uji Kompetensi (MUK) dan Asesor Kompetensi).

Manfaat

LSP yang dimiliki Polines dapat melakukan uji kompetensi kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa tidak perlu mengikuti ujian kompetensi di tempat lain.

4. Nama Kegiatan :  Peningkatan Jenjang Pendidikan Politeknik Melalui Pengembangan Rintisan Program Magister Terapan

Latar Belakang

Kebutuhan peningkatan kualifikasi juga muncul dari lulusan program D3 Akuntansi yang telah bekerja, dan telah menempuh program S1 namun ingin meningkatkan kualifikasi akademik melalui jenjang magister terapan, sesuai dengan tuntutan kebutuhan perusahaan. Karakteristik lulusan ini sejalan dengan tuntutan kualifikasi pemecahan masalah bisnis yang kompleks dan cepat berkembang sejalan dengan inovasi bisnis dalam bidang sistem dan teknologi informasi. Demikian juga dengan perkembangan inovasi keuangan, termasuk keuangan syariah yang memerlukan implementasi yang tepat di Indonesia.

Tujuan

Tujuan aktivitas ini adalah membuka program studi Magister Terapan Akuntansi. Untuk lulusan Diploma IV yang baru lulus atau telah bekerja untuk menjadi ahli akuntansi terapan dan kompeten dalam penyelesaian masalah bisnis secara inovatif yang secara khusus pada bidang Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan Syariah.

Manfaat

Adanya program magister terapan di Polines akan dapat memudahkan lulusan Diploma IV polines untuk mengembangkan jenjang pendidikannya.

TOP
Lewat ke baris perkakas