×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Perdamaian Halmahera

Pembangunan Pertanian (dalam arti luas) selama ini dilaksanakan seragam untuk seluruh Indonesia yang masih meneruskan  metode dan cara-cara pembangunan pertanian dari zaman kolonial Belanda yaitu pembangunan pertanian kontinental beriklim dingin sampai sedang dengan menekankan pada pembangunan sektoral dan monokultur. Metode dan cara-cara pembangunan pertanian tersebut, sampai saat ini masih diteruskan/dilaksanakan di Indonesia sebagai negara kepulauan beriklim tropis, tanpa memperhitungkan/memperhatikan  karakteristik masing-masing  wilayah. Khusus untuk wilayah Maluku/Maluku Utara yang berkarakter pulau-pulau kecil (berdasar sifat geomorfologis pulau), cara-cara pembangunan pertanian demikian, ternyata telah merusak ekologi pulau-pulau kecil yang kaya dengan berbagai keragaman hayati, keamanan pangan (terutama sumber karbohidrat) terancam, terjadi proses pemiskinan sebagian besar penduduk pulau-pulau.

Dalam kebijakan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) periode  2011-2025,  Indonesia dibagi dalam 6 (enam) koridor. Pembagian dalam koridor, mengindikasikan bahwa dalam kebijakan pembangunan ekonomi khususnya pembangunan pertanian nasional Indonesia, sudah perlu memperhitungkan karakter masing-masing wilayah di Indonesia yang sangat beragam. Wilayah Maluku termasuk propinsi Maluku Utara dikelompokkan dalam koridor 6 (enam) dengan potensi Suimber Daya Alam (SDA) nya yang telah teridentifikasi secara garis besar yaitu hasil tambang, perikanan dan pertanian (dalam arti luas : perikanan budidaya, peternakan, pertanian, perhutanan).

Politeknik PADAMARA adalah Politeknik Pertanian (pertanian terpadu).  Konsep pembangunan pertanian yang diusung oleh Politeknik PADAMARA adalah suatu model pembangunan lestari berkelanjutan yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik pulau-pulau di Maluku. Konsep pembangunan pertanian terpadu  berbasis hulu-hilir dalam satu keterpaduan baik itu dilihat dari sifat geomorfologis pulau, maupun dilihat dari kondisi sosial ekonomi masyarakat (lihat Evaluasi Diri).

Visi Politeknik PADAMARA 10 tahun (2011 – 2021)

Berdasar latar belakang tersebut di atas dan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai melalui pembangunan pertanian terpadu, maka visi sebagai arah perjalanan  ke depan yang Politeknik PADAMARA ialah: “Menjadi Perguruan Tinggi Vokasi yang Unggul Berkualitas, Berjiwa Social Entrepreneurship dan Berbasis Masyarakat.

Penjelasan Visi :

  1. Keunggulan Politeknik PADAMARA dalam bidang pertanian ialah suatu model pembangunan pertanian terpadu (agromariculture, agrohortipasture, agroforestri dan sebagainya) yang cocok untuk wilayah pulau-pulau kecil beriklim tropis.
  2. Berkwalitas dalam menghasilkan para lulusan yang profesional, terampil dalam bidangnya dan siap pakai memicu dan mengisi pembangunan pertanian lestari berkelanjutan wilayah pulau-pulau kecil.
  3. Sebagai salah satu wilayah 3 T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) dan mewakili salah satu Muka Pasific (Pacific  Face of  Indonesia) serta dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam pasar global, maka diharapkan para lulusan Politeknik PADAMARA adalah para lulusan yang sadar akan koperasi berjiwa sosial entrepreneurship dan mampu masuk dalam pergaulan antar bangsa melalui penguasaan bahasa inggris.

Misi Politeknik PADAMARA

Visi Politeknik PADAMARA diterjemahkan ke dalam misi Tridharma melalui 3 (tiga) Program Studi yaitu :

  1. Program Studi Agroforestri, yang terdiri dari 5 (lima) konsentrasi, masing-masing : Konsentrasi Pertanian, Kehutanan/PHL, Perikanan, Peternakan dan Ekowisata.
  2. Program Studi Manajemen Bisnis.
  3. Program Studi Akuntansi.

Program Studi Agroforestri akan tetap menjadi tulang punggung Politeknik PADAMARA dan ditopang oleh Program Studi Manajemen Bisnis dan Program Studi Akuntansi. Dalam renstra Politeknik PADAMARA periode tahun 2012 – 2017,  Program Studi Agroforestri akan menjadi jurusan Agroforestri dan setiap konsentrasi akan dikembangkan menjadi program studi baru, demikian pula dengan Program Studi Manajemen Bisnis dan Program Studi Akuntansi.

Kegiatan PEDP di Politeknik Perdamaian Halmahera

Sejak pendirian Politeknik Perdamaian Halmahera tahun 2002 baik infrastrukturnya maupun sumberdaya manusia sangatlah minim, akan tetapi tidak mengendorkan semangat para pendiri untuk tetap berupaya untuk membangun pendidikan vokasi yang dapat menampung anak-anak yang tidak mampu secara financial karena mereka rata-rata berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

Sejak tahun 2014 Politeknik Perdamaian Halmahera  mendapatkan hibah kompetisi PEDP-ADB selama 3 tahun (2014 s/d 2016) sebagai berikut:

  1. PELATIHAN STAF DALAM NEGERI
  2. PELATIHAN STAF LUAR NEGERI
  3. PEMGEMBANGAN PROGRAM
  4. WORKSHOP
  5. STUDI KAJIAN
  6. PENGADAAN BARANG DAN JASA

 

 

Pelaksanaan Program

NO PROGRAM JUMLAH AKTIVITAS ANGGARAN
1 PELATIHAN STAF DALAM NEGERI 14   1.102.179.799,.
2 PELATIHAN STAF LUAR NEGERI 2     200.000.000,.
3 PEMGEMBANGAN PROGRAM 21     889.427.500,.
4 WORKSHOP 11    315.800.000,.
5 STUDI KAJIAN 3    163.351.600,.
6 PENGADAAN BARANG DAN JASA 15  8.270.200.000,.

Tujuan dari program-program yang dikembangkan adalah meningkatkan kapasitas staf dan dosen serta institusi dalam mengelola pendidikan tinggi vokasi,disamping itu juga fasilitas peralatan dan infrastruktur yang memadai sangat mendukung proses belajar mengajar. Sedangkan manfaatnya yang didapat oleh Politeknik sendiri adalah tersediannya infrastruktur yang memadai dalam proses belajar- mengajar, meningkatkan performance lembaga, kemampuan dan ketrampilan staf dan dosen meningkat yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu lulusan itu sendiri.

TOP
Skip to toolbar