×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik Pertanian Negeri Pangkep

Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (PPNP) merupakan institusi yang berada di Sulawesi Selatan dan menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasional jenjang D-3 dan D-4 dengan tujuan untuk menghasilkan tenaga ahli madya dalam bidang perikanan dan pertanian (upper-midle workers on fisheries and agricultures sector).

profil

Sampai saat ini Politeknik Pertanian Negeri Pangkep mengelola enam  jurusan/prodi, yaitu :

  1. PS Budidaya Perikanan (BDP), jenjang pendidikan D3.
  2. PS Penangkapan Ikan (PI) :
  • Prodi Penangkapan Ikan jenjang pendidikan D3.
  • (Prodi baru) Prodi Teknologi Kelautan jenjang pendidikan D3
  • (Prodi baru) Prodi Pengelolaan Pelabuhan Perikanan jenjang pendidikan D4
  1. PS Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP), jenjang pendidikan D3.
  2. PS Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP), jenjang pendidikan D3.
  3. PS Agribisnis Perikanan (ABP) :
  • Prodi Agribisnis Perikanan jenjang pendidikan D3
  • (Prodi baru) Prodi Administrasi Bisnis Internasional jenjang pendidikan D4
  1. PS Agroindustri (AGI), jenjang pendidikan D4.

Visi Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene dan Kepulauan adalah “Menjadi Lembaga Pendidikan Vokasi Yang Unggul dan Berbudaya”.

Adapun misi Politeknik Pertanian Negeri Pangkep adalah:

  1. Menyelenggarakan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter jujur, cerdas, peduli, dan tangguh, memiliki etos kerja, serta mampu berwirausaha mandiri.
  2. Melaksanakan penelitian dan mendesiminasi hasil-hasilnya untuk mengem-bangkan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni (IPTEKS) terapan.
  3. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan IPTEKS terapan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan.
  4. Membangun kerjasama dalam dan luar negeri.

Adapun sesuai dengan mandat yang diberikan oleh negara maka tujuan pendidikan Politani Pangkep adalah :

  1. Menghasilkan lulusan dibidang perikanan dan pertanian dengan kompetensi yang berstandar nasional dan/atau internasional.
  2. Membangun jiwa kewirausahaan di kalangan sivitas akademika yang dapat mendukung sektor industri.
  3. Mengembangkan dan mendiseminasikan IPTEKS melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan nasional.
  4. Mewujudkan keberlanjutan institusi dengan mengembangkan program-program kemitraan dengan industri, masyarakat dan pemerintah

Sistem pendidikan meliputi : pelajaran teori 40 %, praktikum 60 % dan kerja praktek / magang kerja 3 – 4 bulan.

KEGIATAN PEDP DI POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKEP

Program Hibah Kompetensi Pengembangan Mutu Pendidikan Politeknik (PHK-PMPP) yang diselenggarakan oleh Politeknik Pertanian Negeri Pangkep  merupakan upaya untuk mengembangkan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep untuk mendukung sektor MP3EI yang diprogramkan oleh pemerintah. Program pengembangan ini diharapkan dapat mendorong Politeknik Pertanian Negeri Pangkep menjadi pusat unggulan teknologi terapan dibidang perikanan dan pertanian, meningkatkan mutu dan relevansi pengembangan sumber daya manusia baik dosen maupun lulusan, memperluas akses, pemerataan dan kesetaraan jender, melibatkan peran sektor swasta dalam meningkatkan daya saing lulusan serta meningkatkan kualitas dan kapasitas organisasi dan manajemen.

Program Hibah Kompetensi yang dilaksanakan ini merupakan – Skema A (Batch 1) yang berlangsung dari tahun 2013 s/d tahun 2017, dengan jumlah total anggaran bersumber dari dana ADB sebesar Rp. 11.854.163.000,-. Penerima program hibah ini terdiri dari Prodi Penangkapan ikan dan Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan. Jenis-jenis kegiatan yang dibiayai dari program hibah ini  meliputi :

  • Kegiatan pengadaan perlatan laboratorium dan fasilitas pendidikan lainnya dengan pagu anggaran total sebesar Rp. 8.032.812.000,- yang meliputi :
  • Pengadaan peralatan laboratorium / bengkel sebesar Rp. 7.578.104.000,-
  • Pengadaan material sebesar Rp. 119.251.000,-
  • Renovasi bangunan sebesar Rp. 335.457.000,-
  • Program pengembangan mutu staff melalui berbagai jenis pelatihan non gelar dalam negeri ataupun luar negeri dengan pagu anggaran total sebesar Rp. 1.974.247.099,- yang meliputi :
  • Pelatihan non gelar luar negeri sebesar Rp. 520.000.000,-
  • Pelatihan non gelar dalam negeri sebesar Rp. 1.454.247.099,-
  • Program development dan pengembangan teaching learning material dengan pagu anggaran total sebesar Rp 1.153.880.000,- yang meliputi :
  • Program development sebesar Rp. 783.880.000,-
  • Teaching learning material sebesar Rp. 370.000.000,-
  • Program Kegiatan studi serta kegiatan workshop dengan pagu anggaran total sebesar Rp. 693.223.901,- yang meliputi :
  • Program kegiatan studi sebesar Rp. 351.508.000,-
  • Program kegiatan workshop sebesar Rp. 341.715.000,-

Secara umum kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah untuk terjadinya suatu peningkatan yang  meliputi : peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dengan keperluan dunia kerja, peningkatan  akses dan kesetaraan gender, peningkatan keterlibatan sektor dan penguatan tatakelola  yang diharapkan mampu mengantisipasi dinamika perubahan dan pengembangan baik internal maupun eksternal serta mampu menjawab tantangan berbagai isu strategis yang akan dihadapi di masa mendatang. Secara garis besar jenis program pengembangan tersebut adalah :

  1. Peningkatan relevansi kualitas lulusan dengan menyediakan kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI atau Indonesian Qualification Framework), proses pembelajaran yang baik, didukung oleh fasilitas yang memadai.
  2. Peningkatan sarana dan prasarana (fasilitas pendukung) serta kualifikasi staf akademik (dosen, PLP – Pranata Laboratorium Pendidikan) yang mengikuti TOT pada bidang keahlian masing-masing sesuai dengan bidang prodinya
  3. Peningkatan kerjasama antara institusi dengan administrator, industri perikanan/kelautan dan pelabuhan perikanan baik dalam bidang kurikulum, PKPM ataupun penyerapan alumni.
  4. Peningkatan relevansi program studi yang berbudaya industri sesuai dengan tuntutan teknologi, science dan kebutuhan pasar tenaga kerja regional ataupun global.
  5. Peningkatan perluasan akses dan kesetaraan jender untuk calon mahasiswa agar lebih berminat masuk ke PPNP melalui program-program kerjasama khususnya dengan SMK Pertanian dan Kelautan Perikanan, Pemda/Dinas terkait melalui implementasi pelaksanaan beasiswa serta pengembangan program pelatihan singkat yang fleksibel dan aplikatif di politeknik bagi pekerja/calon pekerja.
  6. Penguatan tata kelola penyelenggaraan pendidikan serta peningkatan kualitas pelayanan akademik kepada mahasiswa dan non akademik kepada masyarakat perikanan dan kelautan secara umum.

Pengembangan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)  dan mempersiapkan unit unit laboratorium di kedua prodi sebagau tempat Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep  untuk bidang Perikanan dan Perkebunan serta mengembangkan kemitraan dengan Industri dan asosiasi dalam rangka sertifikasi kompetensi

Pelaksanaan Program

Pengadaan Kapal Latih
Deskripsi Pengadaan

a. Latar Belakang

Program Studi Penangkapan Ikan sejak tahun 2007 telah menerapkan kurikulum yang berbasis sertifikasi Akhli Nautika Kapal Penangkap Ikan (ANKAPIN –I) sesuai standart International Maritime Organization  (IMO) dan telah dilakukan pengujian sertifikasi ANKAPIN- I  bagi calon lulusan program studi ini oleh jawatan yang berwenang yaitu Dirjen Perhubungan Laut dan Dirjen Penangkapan Ikan Indonesia. Diberlakukannya Amandemen Internasional Convention on Standard of Training Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW-F) 1995 sebagai penyempurnaan STCW 1978 yang mengatur mengenai penyelenggaraan Program Kepelautan, telah memberikan peluang bagi lulusan Program Studi Penangkapan Ikan untuk mendukung pemenuhan tenaga  kerja perwira pelaut baik pada sektor industri perikanan tangkap (kapal ikan dan pelabuhan perikanan) ataupun industri pelayaran umum. Selain itu peluang kerja yang dapat diisi baik pada level nasional ataupun internaional adalah nakhoda, mualim di kapal-kapal penelitian, kapal latih dan perusahaan penangkap ikan, KKM, Masinis di kapal penelitan dan perusahaan penangkapan ikan,  staf menengah di pelabuhan perikanan (pelabuhan samudra, pelabuhan nasional ataupun rakyat), staf menengah di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Researh diver, ataupun dibiang terkait lainnya. Untuk mencapai hal ini diperlukan sarana kapal latih yang sesuai dengan peraturan yang ada, yaitu minimal panjang kapal latih 25 meter dengan perlatan kenavigasian dan peralatan penunjang lainnya yang memenuhi standart.

b. Tujuan

Adanya sarana kapal latih yang sesuai dengan persyaratan  Dirjen Perhubungan Laut dan Dirjen Penangkapan Ikan Indonesia dalam hal pemenuhan banyaknya jumlah jam praktek berlayar sebagai peryaratan dalam ujian pengambilan sertifikat ANKAPIN – I.

c. Manfaat

Pelaksanaan praktek melaut baik dalam bidang kenavigasian, olah gerak kapal, praktek penangkapan ikan serta untuk  pemenuhan jam berlayar bagi mahasiswa Prodi Penangkapan Ikan bisa tercukupi dengan baik.

kapal-latih

2. Pembangunan / Renovasi Rumah Kebun

Deskripsi Pengadaan :

a. Latar Belakang

Peningkatan kualitas proses belajar mengajar meliputi peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran, peningkaytan kualitas sumberdaya manusia (staf pengajar, teknisi, dan laboran), pengembangan sistem panjaminan mutu,  dan peningkatan jumlah lulusan yang tersertifikasi.  Muara dari peningkatan kualitas proses belajar mengajar adalah peningkatan kualitas lulusan yang diindikatori dengan pengurangan masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan. Beberapa kendala dalam peningkatan kualitas lulusan adalah sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan kurikulum belum mencukupi.

Fasilitas pembelajaran yang ada di PS BTP, belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan (implementasi) kurikulum yang berbasis kompetensi yang dibuat untuk mendukung program pembelajaran, untuk peningkatan kualitas lulusan, sehingga nantinya berlanjut pada kemampuan untuk bersaing dan menjadi tenaga trampil yang tersedia dan dibutuhkan oleh pasar atau pengguna lulusan.

Rumah kebun sebagai sarana praktikum di Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan ini dikhususkan sebagai sarana dalam pengembangan / penelitian komoditas unggulan kakao yang dibangun di lokasi area praktek perkebunan

b. Tujuan

Adanya rumah kebun dilokasi area praktek prodi Budidaya tanaman Perkebunan dikhususkan sebagai praktek / penelitian baik mahaiswa ataupun staf pengajar jurusan untuk komoditas unggulan kakao.

c. Manfaat

Keberadaan rumah kebun di lokasi lahan praktek yang baru tersebut akan melengkapi pengembangan sarana praktek yang sesuai dengan perencanaan jangka panjang, selain itu dalam pelaksanaan praktikum untuk mahasiswa dapat terkonsentrasi di lahan ini.

rumah-kebun

TOP
Lewat ke baris perkakas