×

Languange

FORGOT YOUR DETAILS?

CREATE ACCOUNT

Sekilas tentang Politeknik POS Indonesia

Politeknik Pos Indonesia adalah institusi pendidikan tinggi yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Bhakti Pos Indonesia (YPBPI),  pada tanggal 5 Juli 2001 berdasarkan SK Mendiknas No. 56/D/O/2001. Saat ini Poltekpos memiliki lima program studi Diploma III yaitu: Logistik Bisnis, Manajemen Pemasaran, Akuntansi, Manajemen Informatika, Manajemen Informatika, dan empat  program studi Diploma IV yaitu Logistik Bisnis, Teknik Informtika, Manajemen Bisnis, dan Akuntansi. Sebagai lembaga pendidikan tinggi vokasional dengan program Diploma III dan Diploma IV, Politeknik Pos Indonesia mempersiapkan lulusannya khususnya untuk dapat langsung berperan dalam tugas-tugas operasional di industri. Pada dasarnya industri yang dibidik oleh Politeknik Pos Indonesia adalah industri dalam bidang bisnis, terutama menyangkut logistik dan manajemen rantai pasok (logistiks and supply chain management).

Sebagai landasan program pengembangan jangka panjang, Poltekpos memiliki pengembangan Rencana Strategis 2010-2020 yang terbagi ke dalam tiga tahap pengembangan. Pengembangan tahap I (2010-2013) bertujuan untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang baik serta sistem penjaminan mutu yang efektif. Pengembangan tahap II (2012-2015) bertujuan untuk meningkatkan  relevansi dan mutu pendidikan. Pengembangan tahap III (2016-2020) bertujuan untuk membangun keunggulan di tingkat nasional dan internasional. Sehingga pada tahun 2020 diharapkan Poltekpos Indonesia sudah mampu bersaing di tingkat global sebagai World Class Vocational University.

Kegiatan PEDP di Politeknik POS Indonesia

Politeknik Pos Indonesia mengusulkan Program Hibah Kompetisi Pengembangan Mutu Pendidikan Politeknik  (PHK-PMPP) tahun 2013 dengan skema B2 dan dengan 2 Program Studi yang diusulkan yaitu D3 Logistik Bisnis dan D3 Manajemen Informatika. Pengajuan Prodi Manajemen Informatika dan  Prodi Logistik Bisnis terkait dengan Penyelarasan pada implementasi kebijakan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yaitu dengan  mengkaitkan antara koridor ekonomi yang ditetapkan pada MP3EI dengan pendidikan tinggi vokasi yang saat ini dikembangkan oleh politeknik Politeknik Pos Indonesia. Dimana Poltekpos sebagai Politeknik yang membangun keunggulannya dalam bidang manajemen rantai pasok dan logistik terpadu berbasis TIK. Keunggulan yang dibangun oleh Poltekpos sangat relevan dengan MP3EI khususnya pada koridor ekonomi jawa dengan tema pembangunan pendorong industri dan jasa nasional. Dimana logistik merupakan salah satu faktor utama keberhasilan pertumbuhan dan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia dan Teknologi Informasi adalah enabler untuk mendukung kebijakan logistik nasional yang terpadu. Sehingga industri telamtika dimana Poltekpos berperan adalah industri telamatika yang mendukung pengelolaan logistik yang selaras dengan sistem logistik nasional.

 

Outcomes yang diharapkan tercapai pada akhir program  ini adalah Peningkatan jumlah mahasiswa terdaftar di Politeknik  Pos Indonesia pada 5 sektor prioritas pada MP3EI khususnya pada sektor Telematika yang mendukung  sistem logistik sebesar 25% dan 30% diantaranya wanita dan Peningkatan jumlah lulusan dari politeknik memasuki dunia kerja pada 5 sektor prioritas pada MP3EI khususnya pada sektor Telematika yang mendukung  sistem logistik sebesar 25% dan 15% diantaranya wanita. Sedangkan Output yang diharapkan tercapai adalah

(1) Peningkatan Mutu dan Relevansi,

(2) Peningkatan Akses dan Kesetaraan,

(3) Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan,

(4) Penguatan Tatakelola Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik.

Karena Poltekpos Indonesia mengajukan PHK-PMPP dengan skema B2 maka salah satu output yang dihasilkan juga adalah pengembangan Pusat Unggulan Teknologi (PUT) Logistik terpadu berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/Telematika).  Jumlah dana yang diusulkan kepada Dikti untuk PHK-PMPP ini adalah sebesar Rp. 12.111.738.046 (Tiga belas milyar enam ratus tiga puluh lima juta rupiah) dengan jumlah dana pendamping dari Perguruan Tinggi (Politeknik Pos Indonesia) adalah sebesar Rp. 1.073.500.000,00  (satu milyar tujuh puluh tiga juta lima ratus ribu rupiah) selama tiga tahun.

Pelaksanaan Program

Pembentukan Pusat Unggulan Teknologi Logistik Terintegrasi Berbasis TIK Untuk Mendukung MP3EI (Sistem Logistik Nasional)

a.       Latar belakang

Politeknik Pos Indonesia mulai dikenal oleh kalangan industri sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasional yang berfokus dalam bidang logistik dan rantai pasok hingga saat ini. Sudah ada kerjasama strategis dengan sejumlah perusahaan logistik untuk rekrutmen pegawai dan internship program (magang mahasiswa). Peran Poltekpos belum dioptimalkan untuk  mendukung pencapaian MP3EI khususnya untuk mendorong industri dan jasa nasional pada sektor infrastruktur/logistik dan telematika salah satunya karena Belum ada Pusat Unggulan Teknologi khususnya terkait bidang logistik yang menjadi kompetensi utama Politeknik Pos Indonesia.

Sebagai Politeknik yang membangun keunggulannya dalam bidang sistem logistik terintegrasi berbasis teknologi informasi (TIK) Poltekpos harus memiliki Pusat Unggulan Teknologi Logistik (PUT) berbasis TIK. Keberadaan PUT ini akan menjadi pusat kajian, penelitian, pengabdian untuk meningkatkan kuallitas logistik tanah air. Sistem logistik nasional yang baik akan manjadi salah satu faktor utama dalam mendukung pencapaian MP3EI khususnya untuk mendorong industri dan jasa nasional.

Saat ini kebutuhan untuk menghasilkan SDM bidang logistik yang siap pakai belum ditunjang dengan adanya tempat latihan (laboratorium) yang memadai. Stimulus pengembangan laboratorium terintegrasi telah mulai dilakukan dengan industri dan bantuan luar negeri, tahun 2011 Poltekpok-DHL-GIZ melakukan kerjasama thrid party dengan program antara lain Berufsakademic, Pertukaran pengajar, Internship dan Pengembangan Laboratorium (microware housing). Saat ini seluruh program telah berjalan termasuk pendirian laboratorium.

Pengembangan Laboratorium Microwarehousing hanya sebagian kecil saja dari aktivitas logistik dan masih banyak diperlukan pengembangan sebagai pendukung laboratorium tersebut, sebagai contoh sistem persediaan (berbasis IT), penyimpanan, handling dll. Sebagai pendidikan yang berbasis vokasi maka kebutuhan laboratorium ini menjadi sangat penting agar aktivitas pematangan pengetahuan dan kemampuan bisa teratasi dalam lingkungan kampus.

Kontribusi besar dalam pengembangan jasa bidang ini adalah pengembangan inovasi proses logistik dan pengendalian proses logistik pada tingkat laboratorium agar dapat terkendali dan menyakinkan proses-proses logistik berbiaya lebih murah, sebagai contoh pengembangan integrasi software persediaan dan sistem penyimpanan barang digudang.

Pengembangan PUT Logistik terintegrasi  ini sudah sangat jelas dari sisi kebutuhan, namun secara khusus masih diperlukan proses penyesuaian dengan kebutuhan dasar kurikulum, kelembagaan dan kebutuhan pengguna (industri logistik) agara sesuai dengan perkembangan bisnis dan teknologi.

b.      Tujuan

  1. Menghasilkan MoU dengan Mitra Industri, dalam rangka Pendirian Pusat Unggulan Teknologi Logistik terintegrasi berbasis TIK
  2. Menghasilkan dosen dan staff yang memiliki Sertifikat Keahlian Yang sesuai dengan Pembentukan Pusat Unggulan Teknologi Logistik Terintegrasi Berbasis TIK Untuk Mendukung MP3EI (Sistem Logistik Nasional)
  3. Menghasilkan Struktur organisasi dan tata kerja Pembentukan Pusat Unggulan Teknologi Logistik Terintegrasi Berbasis TIK Untuk Mendukung MP3EI (Sistem Logistik Nasional)
  4. Menghasilkan Standard Operating Procudure Unggulan Teknologi Logistik Terintegrasi Berbasis TIK Untuk Mendukung MP3EI (Sistem Logistik Nasional)
  5. Mengadakan Alat untuk Pembentukan Pusat Unggulan Teknologi Logistik Terintegrasi Berbasis TIK Untuk Mendukung MP3EI (Sistem Logistik Nasional)

c.       Manfaat

  1. Sebagai sarana pembelajaran dosen dan mahasiswa dalam pengembangan keilmuan praktis bidang logistik, informatika, akuntasi dan marketing.
  2. Sebagai sarana peningkatan value Poltekpos dalam upaya membantu bisnis logistik khususnya dalam bidang logistik.
  3. Sebagai sarana penghasil produk pengetahuan berupa metode, produk aplikasi dan simulasi dalam bidang logistik khususnya.
  4. Sebagai sarana pertukaran pengetahuan antara praktisi dan akademisi (Poltekpos) dalam bentuk workshop, seminar dan pemaparan kepakaran
  5. Sebagai sarana proses kolaborasi industri dan akademik (Poltekpos) dalam pengembangan dan peningkatan aktivitas bisnis logistik (warehousing, inventory freight dan lain-lain)

Pembentukan LSP Dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Bidang Telematika (Logistik dan Manajemen Informatika)

a.       Latar belakang

Setiap lulusan Program Logistik Bisnis dan manajemen Informatika wajib mengikuti uji komptensi sebagai syarat kelulusan. Namun saat ini Prodi Logistik Bisnis belum memiliki Tempat Uji  Kompetansi (TUK) Logistik bisnis tersebut. Selama ini proses uji komptensi dilakukan oleh vendor/pihak ketiga. Mahasiswa yang lulus sertifikasi pada Tempat Uji Kompetensi yang terakreditasi nasional atau internasional diharapkan memiliki bekal akademis dan praktis untuk bisa bersaing di dunia kerja nasional dan internasional.

b.      Tujuan

  1. Menghasilkan Lisensi LSP oleh BNSP
  2. Menghasilkan susunan organisasi dan Panitia kerja Calon LSP
  3. Menghasilkan Sistem Manajemen Mutu (Pelatihan dan penyusunan dokumen)
  4. Menghasilkan Asesor Kompetensi (Pelatihan dan Sertikasi Kompetensi)
  5. Menghasilkan Asesor Lisensi (Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi)
  6. Menghasilkan Lisensi Tempat Uji/ Asesmen Kompetensi (TUK/ TAK)
  7. Pengembangan Skema Sertifikasi (Pelatihan dan penyusunan dokumen)
  8. Tersusunnya perangkat kerja LSP

c.       Manfaat

  1. Sebagai sarana untuk proses sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa Poltekpos.
  2. Sebagai sarana pengembangan kompetensi keahlian bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan Poltekpos yang diakui secara nasional
  3. Sebagai unggulan untuk peningkatan kompetensi mahasiswa dan dosen dalam sertifikasi kompetensi pada bidang logistik khususnya.
  4. Peningkatan kompetensi Poltekpos secara umum melalui pengakuan LSP Poltekpos sebagai tempat UJI Kompetensi bidang terkait (logistic)

Peningkatan Mutu Lulusan Jurusan Logistik Bisnis dan Manajemen Informatika

a.       Latar belakang

kurikulum belum disempurnakan termasuk perangkatnya seperti bahan ajar dan instrumen penilaian berdasarkan standar industri serta mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam Bidang Logistik Bisnis. Prosentase lulusan yang bisa bersaing di tataran global masih sedikit. Sampling terhadap waktu tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama masih belum sesuai target dari renstra poltekpos yaitu rata-rata maksimal 3 bulan. Sejumlah saran dan prasarana pembelajaran khususnya yang terkait dengan Logistik Bisnis belum dimiliki oleh Poltekpos, seperti laboratorium jaringan terpadu. Proses Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) belum berjalan.

Salah satu hal yang mempengaruhi kualitas proses pembelajaran adalah kompetensi keahlian dosen pada materi yang diajarkannya. Kompetensi keahlian  yang dimiliki oleh dosen akan mempengaruhi penguasaan mahasiswa terhadap bahan ajar. Kompetensi keahlian dosen dapat ditingkatkan dengan mengikuti sertifikasi, pelatihan, magang di industri, dll. Kompetensi manajerial dapat diperoleh dengan mengikuti  pelatihan di bidang manajerial. Pelatihan ini diadakan dengan cara mendatangkan tenaga ahli ke kampus. Untuk menilai dan memberikan jaminan mutu bagi jurusan Logistik Bisnis, maka perlu diadakan penataan sistem dan prosedur evalusi diri. Dengan adanya proses evaluasi dan perencanaan yang berkelanjutan, maka kualitas jurusan yang direpresentasikan dalam bentuk nilai akreditasi meningkat.

b.      Tujuan

  1. Menghasilkan Kajian kolaborasi dengan industri dan asosiasi profesi untuk menentukan standar industri secara nasional di bidang Logistik Bisnis
  2. Menghasilkan MoU Mitra Industri dan Asosiasi Profesi  untuk menentukan standar industri secara nasional di bidang Logistik Bisnis dan Penempatan kerja
  3. Melakukan Lokakarya kurikulum Untuk Penyempurnaan kurikulum termasuk perangkatnya seperti bahan ajar dan instrumen penilaian berdasarkan standar industri serta mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Logistik Bisnis
  4. Menghasilkan kajian terkait kurikulum termasuk perangkatnya seperti bahan ajar dan instrumen penilaian berdasarkan standar industri serta mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Logistik Bisnis

c.       Manfaat

  1. Mendapatkan hasil Kajian kolaborasi dengan industri dan asosiasi profesi dalam penentuan standar industri secara nasional di bidang Logistik Bisnis
  2. Pemanfaatan MoU Mitra Industri dan Asosiasi Profesi  untuk Kurikulum KKNI di bidang Logistik Bisnis dan Manajemen Informatika serta  Penempatan kerjanya
  3. Mendapatkan hasil kurikulum termasuk perangkatnya seperti bahan ajar dan instrumen penilaian berdasarkan standar industri serta mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Logistik Bisnis.

 

TOP
Skip to toolbar