Robot Pengintai-Kamera Rahasia Lahir di Poltekom

/ / Berita

MALANG KOTA – Poltekom (Politeknik Kota Malang) terus bergeliat. Beragam inovasi dilakukan. Di antaranya, memproduksi sejumlah karya teknologi. Antara lain, membuat robot, mesin pengupas kentang, hingga kamera rahasia.

Kemarin (11/1), karya inovasi tersebut dipamerkan ke jajaran manajemen Jawa Pos Radar Malang. ”Semua ini karya mahasiswa kami,” ungkap Direktur Polinema Dr Isnandar MT kepada Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad.

Deretan karya mahasiswa Poltekom itu dipajang mulai ruang lobi hingga hall kampus. Sejumlah robot yang dipamerkan antara lain Romusha (robot untuk melihat sesuatu dari jarak jauh), Soccer Robot (robot yang bisa bermain sepak bola dan bisa digerakkan melalui ponsel Android), Signal Jammer (ketika alat ini dipasang, sinyal ponsel dan wifi otomatis hilang), dan Robot Heavy Duty (mengangkat beban 20 kg).

Aditya Kurniawan SST PGDip Eng, dosen Teknik Mekatronika (TM), menjelaskan, Poltekom juga berhasil menciptakan robot Wild Thumper. Robot ini berfungsi bagi orang yang sudah lanjut usia.

“Dia dibuat untuk mengikuti orang tua-tua. Robot ini bisa mengambilkan sesuatu. Dia juga punya sensor ultrasonik agar ketika berjalan tidak menabrak tembok,” terang Aditya.

Robot jenis Wild Thumper tersebut, imbuh Aditya, punya sensor xenix. Kalau ada orang di depannya, dia secara otomatis akan berhenti.

“Nantinya, orang tua menggunakan rompi khusus dan robot ini akan mengikutinya,” terang jebolan salah satu kampus di Inggris tersebut.

Inovasi lain berupa mesin pengupas kulit kentang. Mesin ini memudahkan industri ibu rumah tangga atau industri yang bekerja mengupas kentang. Teknisnya juga mudah. Kentang tinggal dimasukkan ke dalam tempat penampungan seperti timba, kemudian mesin dinyalakan. Secara otomatis, mesin itu mengupas kulit kentang. Dalam hitungan kurang dari 2 menit, kulit kentang sudah bisa mengelupas.

Adhi Sistyo, pencipta mesin pengupas kulit kentang, menjelaskan, diciptakannya mesin ini karena terinspirasi dari para pedagang kentang di Pasar Gadang yang sulit mengupas kulitnya. Dari situ dia berpikir bagaimana caranya memudahkan mengupas kentang. ”Awalnya lihat di Pasar Gadang. Pembeli kentang banyak yang ingin kentangnya langsung kupasan. Saya membuat alat ini dalam waktu 2 bulan,” terang mahasiswa semester 5 Teknik Mekatronika tersebut.

Menurutnya, mesin tersebut bisa mengupas kentang seberat 2–3 kilogram. Dana sekitar Rp 4 juta dia habiskan untuk menciptakan alat tersebut. ”Rencananya nanti akan dikembangkan (alat ini). Ada yang untuk mengupas, ada yang memotong, ada juga yang nggoreng. Nanti jadinya kentang goreng,” ujar Adhi lalu tawa.

Selain itu, di hall tersebut juga disajikan drone hasil karya mahasiswa. Tak ketinggalan pula kamera pengintai yang dilengkapi sensor. Ketika ada objek yang jaraknya sekitar 3 meter, kamera tersebut otomatis ”jepret” sendiri.

”Bisa ini saya pesan di sini. Kalau dalam foto jurnalistik kan ada angle mata elang yang diambil dari atas. Ada juga angle mata cacing yang diambil dari bawah,” ujar Kurniawan Muhammad tatkala mengapresiasi drone tersebut.

”Karena mahasiswa kami yang kreatif ini, semua sudah bekerja sebelum wisuda. Mereka jadi rebutan industri,” sambung Isnandar dengan bangga.

Sumber: Radar Malang, ‘Robot Pengintai-Kamera Rahasia Lahir di Poltekom‘, 12 Januari 2018, <https://www.radarmalang.id/robot-pengintai-kamera-rahasia-lahir-di-poltekom/> [diakses 12 Januari 2018]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *