Software Expo Ajang Mahasiswa PENS Unjuk Kreativitas

/ / Berita

Surabaya  Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali menggelar Software Expo 2018. Acara tahunan yang berlangsung sejak tahun 2012 ini menjadi ajang unjuk produk inovasi teknologi mahasiswa Information and Technology (IT) dan Teknik Komputer.

Produk inovasi yang pamerkan merupakan hasil praktikum dari mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Sebanyak 40 produk yang dipamerkan mahasiswa dalam acara Expo 2018 yang di gelar pada 16 Januari 2018 di Hall D4 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Puluhan mahasiswa yang memamerkan produknya, sebelumnya melakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan aplikasi produk hardware maupun software yang menjadi kebutuhan dalam kehidupan masyarakat. Riset dimulai dengan review user ke industri ataupun ke subjek langsung. Dalam pembuatannya, lanjut Jauari membutuhkan waktu efektif selama empat bulan.

Di akui Dosen Pengampu RPL Jauari, jika produk inovasi dari mahasiswanya merupakan produk yang masih berbentuk prototype. Dia menjelaskan bahwa produk prototype ini nantinya akan terus di kembangkan menjadi teknologi yang dapat bersaing di pasar teknologi. Selain itu, pengembangan produk inovasi prototype juga diharapkan untuk bisa mengikuti kompetisi teknologi maupun Dikti atau ke pendanaan lebih lanjut.

Prototype yang dibuat saat ini,nantinya akan terus dikembangkan sehingga mahasiswa PENS bisa melanjutkan di kompetisi lain atau ke pendanaan yang lebih lanjut, tambahnya.

Pencatat Ibadah Harian – Istiqomah.in

Febilentin Jayuning salah satu anggota tim “Istiqomah.in” memberikan cara penggunakan aplikasi Istiqomah.in pada pengunjung.

Maraknya, generasi saat ini yang lebih mengutamakan urusan duniawi dari pada ibadah nya, menjadi inspirasi Rafi Haidar Ramdlon bersama ke empat temannya yaitu, Ulfa Latifa Hanum, Febilentin Jayuning, Neni Karismawati dan Muhammad Reza Pahlevi. Mereka merupakan mahasiswa semester V DIV Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya yang membuat produk inovasi berupa software aplikasi yang dinamakan “Istiqomah.in”.

Menurut penuturan Ketua tim “Istiqomah.in” Rafi Ramdlo, aplikasi yang dia buat bersama ke empat anggotanya merupakan aplikasi yang bertujuan untuk mencatat ibadah harian manusia (user).

Aplikasi “Istiqomah.in” juga pernah menduduki peringkat I dalam kompetisi ICW Hackathon Indosat yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu. Dalam acara Software Expo selasa (16/1)  booth aplikasi “Istiqomah.in” banyak dikunjungi mahasiswa lain yang ingin mencoba menggunakan aplikasi tersebut.

“Saya tertarik sih dengan aplikasi ini, karena bisa mempermudah kita juga dalam beribadah,” ungkap Januar Adi salah satu pengunjung booth “Istiqomah.in”.

Lebih lanjut, dia menuturkan jika aplikasi “Istiqomah.in” mempunyai berbagai fitur yang mempermudah dia sebagai user untuk melakukan ibadah dalam kesehariannya. Menurut Rafi Haidar Ramdlon aplikasi yang ia buat bersama tim, merupakan aplikasi yang dirancang untuk mempermudah  user dalam menggunakannya.

“Ada enam fitur yang ada dalam aplikasi kami,” ungkap mahasiswa semester V, Rafi Haidar Ramdlon.

Masing-masing fitur, lanjutnya, mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Yang pertama, jelasnya ada fitur kelola (kelola ibadah). Fitur tersebut digunakan untuk pengelolaan ibadah user. Dalam aplikasi ini, tambahnya  user juga bisa menambahkan ibadah apa saja yang ingin di catat untuk dikerjakannya. Kemudian  ada fitur Submit, fitur ini bertujuan untuk mencatat ibadah yang kita lakukan, sesuai dengan ibadah yang sudah dikelola sebelumnya. Dalam fitur ini, user bisa mengisi ibadah nya sesuai dengan ibadah yang dilakukannya saat itu. Ketiga, fitur Rapor, fungsi fitur Tapor sendiri untuk memberikan informasi berupa grafik perkembangan dari capaian ibadah yang sudah kita kerjakan.  Ke empat, fitur berita, fitur tersebut berisi mengenai referensi artikel yang berkaitan dengan ibadah islami dan berbagai pengetahuan mengenai Islam.

Kemudia, ke lima lanjutnya ada fitur grup yang digunakan untuk bisa login sebagai admin. Fitur ini harus di akses melalui web. Selain itu, fungsi utama fitur ini sebagai pengontrol ibadah anggota kita (hasil berbentuk grafik). Dan terakhir, fitur pengaturan. Untuk fitur pengaturan tuturnya, terdapat beberapa fitur lagi, seperti fitur kiblat yang berfungsi untuk menunjukkan arah kiblat dimanapun lokasi user. Selainfitur kiblat ada fitur alarm yang berfungsi untuk mengingatkan waktu sholat.

Semua fitur dalam aplikasi “Istiqomah.in”, menurut Rafi sapaan akrab Rafi Haidar Ramdlon saling berkaitan. Sehingga jika user belum melakukan salah satu ibadah yang sudah ia target kan maka akan muncul sebuah peringatan (notifikasi) yang memberitahukan bahwa user belum melakukan ibadah yang sudah ia susun. Selain itu, dia juga menegaskan jika aplikasi “Istiqomah.in” buatanya timnya bersifat provasi, yang hanya bisa dilihat oleh pemilik account dan admin pengelolanya.

Dalam proses pengerjaannya, tim “Istiqomah.in” membutuhkan waktu selama tiga bulan untuk membuat aplikasi tersebut. Mulai dari ide konsep, observasi hingga  proses pembuatan software aplikasi. Rafi Mengungkapkan, jika dalam satu tim masing-masing anggota mempunyai tanggung jawab dan fungsinya masing-masing.  CEO dan Founder Maulidan Game dan Chief Education di Gerdhu Inkubator Teknologi Maulidan Bagus Afridian Rasyid menilai jika aplikasi yang dibuat Rafi dan tim berpeluang untuk didaftarkan ke Start-up. Mengingat aplikasi serupa belum ada kompetitornya, pungkas juri Software Expo 2018.

Alat Penghasil Air Minum Otomatis (APATIS)

Alviansyah Arman ketika menunjukkan cara kerja Alat Penghasil Air Minum Otomatis (APATIS)

Salah satu mahasiswa yang mengikuti pameran produk tersebuta adalah Alviansyah Arman. Bersama dua temannya, Khaira Arlinda dan Alfandino Rasyid, mahasiswa semester V jurusan Teknik Komputer ini membuat sebuah hardware yang di namakan Alat Penghasil Air Minum Otomatis (APATIS). Hardware yang dibuat berfungsi untuk mengubah udara menjadi tetesan air melalui proses kondensasi. Tetesan air tersebut ditampung dalam suatu wadah yang klemudian disaring untuk menjadi air bersih yang digunakan. Selain menghasilkan air, alat ini juga dirancang untuk menampilkan kadar udara, menampilkan peringatan kondisi udara dan menampilkan suhu ruangan.

Aplikasi E-fish

Software Expo 2018

Mahasiswi jurusan teknik informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Nadia Ningtias menunjukkan aplikasi penjualan ikan segar E-Fish saat Software Expo 2018 di kampus PENS, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (16/1/2018).

Mahasiswi jurusan Teknik Informatika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Nadia Ningtias juga menunjukkan aplikasi buatannya, yaitu aplikasi untuk penjualan ikan segar E-Fish saat Software Expo 2018.

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *