Tak Banyak yang Tahu, PNJ Punya Alat Infrastruktur Canggih Langka

/ / Berita, PEDP, Politeknik Indonesia, Polytechnic Education Development Project
Tak Banyak yang Tahu, PNJ Punya Alat Infrastruktur Canggih Langka

Jakarta – Meski sudah ada hampir selama tiga tahun, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa ternyata Politeknik Negeri Jakarta sudah memiliki sebuah alat canggih di bidang infrastruktur yang langka di Indonesia.

Alat tersebut berupa perlengkapan untuk mengukur getaran jembatan dan hanya ada tiga institusi di Indonesia yang memilikinya. Selain PNJ dan satu institusi lainnya, alat tersebut hanya ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-Pera). Menurut Direktur Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Abdillah, fasilitas ini sudah dimiliki PNJ sejak 2015.

“Peralatan ini mungkin tidak banyak yang punya, cuma tiga institusi yang punya. Yaitu alat untuk pengukuran getaran jembatan,” kata dia, belum lama ini.

Dia menjelaskan, pada 2015 PNJ memiliki sebuah alat pengukur kemampuan menahan getaran jembatan yang diperoleh berkat keberhasilan memenangi kompetisi program hibah dari Polytechnic Education Development Project (PEDP) yang dibiayai Asian Development Bank (ADB). Alat senilai sekitar Rp 17 miliar tersebut pun bukan didapatkan begitu saja setelah memenangi kompetisi, tetapi juga harus melalui proses lelang dan seabreg persyaratan lainnya.

“Alat ini pernah dipakai untuk mengukur kekuatan jembatan Merah Putih di Ambon pada 2016,” sambungnya.

Jembatan Merah Putih di Ambon merupakan jembatan kabel pancang sepanjang total 1.140 meter yang membentangi Teluk Dalam Pulau Ambon. Kawasan Pulau Ambon adalah kawasan yang rawan gempa tektonik sehingga konstruksi jembatan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 4 April 2016 itu harus memperhitungkan kondisi geografis dan geologis.

Keberadaan alat tersebut menjadi tonggak didirikannya Pusat Unggulan Teknologi Infrastruktur (PUTI), bidang pemeliharaan jalan dan jembatan, di PNJ. PNJ sendiri bermula dari Fakultas Non-Gelar Teknologi Universitas Indonesia (FNGT-UI), yang kemudian menjadi Politeknik Universitas Indonesia pada 20 September 1982. Namun sejak 25 Agustus 1998 mereka menjadi mandiri dengan nama Politeknik Negeri Jakarta berdasarkan SK Mendikbud bernomor 207/O/1998.

Saat ini, alat canggih di PNJ ternyata bukan hanya alat pengukur kekuatan jembatan. Abdillah melanjutkan, setahun setelah mendapatkan alat pengukur kekuatan jembatan, PNJ juga memperoleh teknologi lain dan kali ini di bidang elektronika. Masih dari kompetisi hibah yang sama, PNJ sukses membawa fasilitas otomasi penyulingan air.

Dengan instalasi bernilai sekitar Rp15 miliar ini, setiap tahapan dalam proses penjernihan air, menyuling air kotor hingga menjadi air layak minum, dapat termonitor melalui satu ruangan.

 

Sumber: Kabar24, ‘Tak Banyak yang Tahu, PNJ Punya Alat Infrastruktur Canggih Langka Maret‘, 19 Maret 2018, <http://kabar24.bisnis.com/read/20180319/255/751363/tak-banyak-yang-tahu-pnj-punya-alat-infrastruktur-canggih-langka> [diakses 27 Maret 2018]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *