Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi, 6 Politeknik Terima Bantuan

/ / Berita

Bandung – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menyerahkan hibah peralatan kepada enam Politeknik Swasta. Penyerahan diakukan di Kampus Politeknik Pos Indonesia Bandung, Senin (12/3/2018). Hibah tersebut berasal dari loan Asian Develpoment Bank melalui proyek pengembangan pendidikan politeknik atau Polytechnic Education Development Project (PEDP).

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemristekdikti Prof. Intan Ahmad, Ph.D dan Sekdirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, Rina Indiastuti. Turut mendampingi pula Direktur Poltek Pos, Agus Purnomo dan Ketua Yayasan Bhakti Pos, Heriyanto.

Enam Politeknik Swasta yang mendapatkan hibah tersebut adalah Politeknik Caltex Riau, Politeknik Atmi Surakarta, Politeknik LPP Yogyakarta, Politeknik Mekatronika Sanata Dharma dan Politeknik Perdamaian Halmahera.

(Dirjen Belmawa) Kemristekdikti Prof. Intan Ahmad, Ph.D berharap dengan adanya hibah aset ini diharapkan dapat menjadi stimulus dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang lebih berkualitas di kampus masing-masing. Selain itu, diharapkan juga dapat menghasilkan lebih banyak lagi tenaga kerja terampil dan kompetitif termasuk entrepreneur yang dibutuhkan bagi pembangunan ekonomi Indonesia sekaligus dalam rangka menekan angka pengangguran dan ketidakstabilan ekonomi.

“Hibah aset itu diharapkan mampu menghasilkan lebih banyak lagi tenaga kerja terampil-kompetitif (termasuk entrepreneur) yang dibutuhkan bagi pembangunan ekonomi Indonesia sekaligus dalam rangka menekan angka pengangguran dan ketidakstabilan ekonomi,” ujar Intan dalam siaran persnya di Bandung, Senin (12/3).

“Sebuah politeknik harus disiapkan memiliki sistem pembelajaran yang kuat dalam pembentukan karakter dan profesionalisme, dilengkapi dengan peralatan pendukung (kegiatan praktik) yang memadai, juga tenaga pengajar yang mampu membimbing mahasiswa menjadi terampil melalui proses pembelajaran dengan media yang efektif sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi (politeknik) di Indonesia,” lanjutnya.

Selain itu, Intan juga meminta agar sebuah politeknik harus disiapkan agar memiliki sistem pembelajaran yang kuat dalam pembentukan karakter dan profesionalisme. Tentunya, dengan peralatan pendukung atau kegiatan praktek yang memadai, juga tenaga pengajar yang mampu membimbing mahasiswa menjadi terampil.

“Dan semua itu bisa diwujudkan melalui proses pembelajaran dengan media yang efektif sehingga akan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi (politeknik) di Indonesia,” tegas Intan.

Intan menjelaskan, bentuk hibah diwujudkan pada peningkatan sarana dan prasarana praktek dan keterampilan, baik berupa aset peralatan dan perlengkapan laboratorium/bengkel, peralatan IT-multi media, renovasi laboratorium/bengkel/ruang kuliah/penunjang pembelajaran, dan sebagainya yang dimanfaatkan untuk mendukung optimalisasi kegiatan pendidikan di kampus.

Diungkapkan Intan, program studi yang dibutuhkan salah satunya adalah logistik, mengingat saat ini dunia sudah melakukan e-commerce. Program studi lainnya yang diperlukan adalah perawatan pesawat terbang. Intan juga mengungkapkan bahwa kehadiran tenaga kerja terampil ini akan membantu proyek pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Manajer Proyek PEDP, Perwakilan dari Asian Development Bank serta Pimpinan 6 Politeknik Swasta penerima hibah beserta yayasan, selanjutnya diakhiri dengan kunjungan ke laboratorium serta beberapa fasilitas di kampus Politeknik Pos Indonesia.

 

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *