3 Dosen Politeknik Negeri Manado Ajar Warga Paniki Dua Bikin Paving Blok dari Sampah Plastik

/ / Berita
3 Dosen Politeknik Negeri Manado Ajar Warga Paniki Dua Bikin Paving Blok dari Sampah Plastik

Tiga dosen asal Politeknik Negeri Manado ajarkan warga Kelurahan Paniki Dua cara mengolah sampah plastik menggunakan sampah plastik, Kamis (1/11/2018). Mereka adalah Priyono, Artian Sirun, Iyam L Dua dosen teknis mesin dan dosen administrasi bisnis Politeknik Negeri Manado. Kegiatan tersebut sengaja dibuat dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.

“Ini bentuk desiminasi produk teknologi ke masyarakat Politeknik Negeri Manado, berupa proses pengolahan sampah plastik menjadi paving Block,” jelas Priyono.

Cara pembuatan paving blok yang mereka ajarkan di awali dengan pembakaran sampah plastik jenis apa saja dalam wadah besi agar melelehkan plastinya. Plastik yang sudah meleleh, kemudian diangkat menggunakan sekol atau sejenisnya, kemudian dimasukkan ke dalam mesin press cetak paving.

“Plastiknya jangan terlalu cair, supaya bisa keras, yang penting sudah meleleh,” jelas dia.

Setelah itu, lelehan plastik dipress, kemudian diinginkan, setelah dingin baru dibuka dari cetakkan.

“Bisa ditambahkan air di atas cetakkan supaya mempercepat proses pendinginan. Jika sudah, paving blok siap digunakan.”Ini bisa dibuat dari plastik apa saja,” jelasnya.

Ide pembuatan paving blok dari plastik ini berawal dari keresahan di kampus. Sebab setiap mahasiswa biasanya mengonsumsi minuman kemasan, yang kemasannya dari plastik.

“Nah kalau setengahnya saja sekitar 2500 mahasiswa minum, dan membuang botol plastik satu saja per hari, bisa ada 2500 botol, nah itu sudah banyak sekali, apalagi kalau tiap hari dan lebih dari satu,” jelas dia Artian Sirun.

Setelah berhasil membuat alatnya dan melakukan uji coba, mereka kemudian menerapkannya kepada masyarakat.
“Supaya masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya, dan sampah plastik bisa berkurang,” jelas dia.

Ia mengatakan, paving blok hanya contoh saja, namun sebenarnya bisa dibentuk menjadi beberapa bentuk sesuai dengan cetakan.”Bisa buat pot bunga, tergantung cetakan,” jelas dia.

Masyarakat Paniki Dua diberikan satu alat pembakaran dan cetak paving blok dari Politeknik Negeri Manado.
“Kedepan kami akan kembangkan lagi,” jelasnya.

Cara pembuatan paving blok tersebut juga nampak disaksikan oleh Lurah Paniki Dua Jerriel Tumiwa bersama staf dan pegawai kelurahan. Serta masyarakat juga itu melakukan praktek langsung pembuatan paving blok dari sampah plastik tersebut.

Politeknik Negeri Manado

Jerriel Tumiwa mengaku apa yang dilakukan Politeknik Negeri Manado sangat membantu masyarakat, apalagi menurutnya sampah plastik di wilayahnya sangat banyak.

“Apalagi sampah plasti dari masyarat, kalau semakin banyak menumpuk akan berdampak ke lingkungan, makanya ini kita pilah dan daur ulang, apalagi dari Politeknik sudah memberikan bantuan untuk daur ulang,” jelasnya.

Sekarang mereka sudah membentuk kelompok untuk daur ulang sampah plastik yang diajarkan oleh politeknik.

“Awal mulanya pembuatan sudah diajarkan, terimakasih banyak. Selain untuk mengurangi sampah plastik, juga untuk menambah penghasilan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga meminta agar kelompok bisa menjaga alat yang sudah diberikan oleh Politeknik Negeri Manado.

Sumber: Tribun Sulut, ‘3 Dosen Politeknik Negeri Manado Ajar Warga Paniki Dua Bikin Paving Blok dari Sampah Plastik‘, 1 November 2018, <http://manado.tribunnews.com/2018/11/01/3-dosen-politeknik-negeri-manado-ajar-warga-paniki-dua-bikinpaving-blok-dari-sampah-plastik?page=all> [diakses 3 Desember 2018]