Arridina Silitonga Sabet Sinta Award 2018

/ / Berita
Arridina Silitonga Sabet Sinta Award 2018

Arridina Susan Silitonga, Ph.D, peneliti yang juga dosen di Jurusan Teknik Mesin Prodi Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Medan berhasil menorehkan prestasi bergengsi dengan meraih Science and Technology Index Awards tahun 2018 dari Kemenristekdikti.

Science and Technology Index (Sinta Award) merupakan penghargaan yang diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap para dosen dan peneliti sekaligus upaya yang dilakukan pemerintah dalam mendorong peningkatan publikasi dan jurnal.

Arridina menceritakan tentang penghargaan yang diterimanya pada bulan Juli lalu dari Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir, Ph D tersebut. Dia mengatakan sejumlah riset yang dilakukannya selama kurun waktu tiga tahun terakhir yang membawanya meraih penghargaan Sinta Award tersebut.

“Saya terdaftar di SINTA Ristekdikti mulai tahun 2016 sampai sekarang dan untuk tahun 2018 saya mendapatkan peringkat kedua untuk kategori score tertinggi dalam kurun waktu 3 tahun dari seluruh perguruan tinggi satuan kerja (satker) di bawah Kemenristekdikti,” ujarnya, Sabtu (1/9/2018).

Arridina yang mengaku mulai aktif meneliti sejak tahun 2010 ini juga mengatakan kalau sampai sekarang dirinya telah menghasilkan publikasi internasional berdampak impak sebanyak 38 paper dengan h-index thomson reuters 16.

“Semua paper saya terindex ISI thomson reuters. Itu berarti semua sudah tergolong scopus dan google scholar. Untuk informasi bahwa jurnal yang terindex scopus dan google scholar belom tentu terindex ISI thomson reuters. Jadi punya saya diatas scopus dan google scholar,” terang dosen mata kuliah manajemen energi ini.

Atas prestasinya tersebut, dia pun mengaku bangga bisa berhasil dan membawa nama Politeknik Negeri Medan di kancah nasional. Apalagi, dia merupakan satu-satunya dosen dari Polmed yang berhasil meraih penghargaan bergengsi dibidang riset tersebut. Pihak Polmed pun juga mengapresiasi dirinya dengan pencapaian tersebut.

Ke depan, Arridina pun mengaku bertekad untuk kembali bisa menyabet penghargaan bergengsi yang menjadi kompetisi antar peneliti di Indonesia tersebut. Sekarang ini, sambungnya sudah ada sejumlah paper miliknya yang sedang di-review maupun yang sudah terbit.

Untuk mencapai targetnya itu, dirinya pun berencana akan semakin bergiat menghasilkan publikasi ilmiah baik secara pribadi maupun berkolaborasi dengan beberapa universitas seperti University of Malaya (UM), UNITEN Malaysia dan University of Technology (UTS) Sydney.

“Sekarang ini paper saya ada dalam under review 3 ISI Q1, dan publish sudah 2 ISI Q1 juga. Conference ada 5, 3 nasional dan 2 internasional dalam preparation. Juga akan Meneliti di lab jurusan teknik mesin Polmed dan kolaborasi dengan UM, UNITEN dan Sydney University of Technology,” tandas doktor lulusan University of Malaya ini.

Untuk diketahui, Science and Technology Index (SINTA Award) sendiri merupakan sebuah portal yang didedikasikan untuk para peneliti dan perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, yang secara resmi diluncurkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 30 Januari 2017 lalu.

Kini, SINTA Award menjadi wadah Kementerian riset dan teknologi Republik Indonesia untuk mengakomodir karya ilmiah dan penelitian yang diakui standar internasional yaitu Scopus dan Google Scholar.

Ingin Jadi Profesor

Banyak menghasilkan publikasi ilmiah terindeks scopus hingga berhasil meraih penghargaan Science and Technology Index Award (SINTA Award) tahun 2018 dari Kemenristekdikti ternyata bukan menjadi tujuan utama Arridina Susan Silitonga, Ph.D. Dosen Jurusan Teknik Mesin Prodi Teknik Konversi Energi, Politeknik Negeri Medan (Polmed) ini rupanya bertekad untuk segera bisa meraih gelar profesor (guru besar).

“Iya (meraih gelar profesor). Salah satunya itu yang semua dosen inginkan. Jadi saya sedang mengumpulkan kum untuk mendapatkan fungsional guru besar di dunia pendidikan,” ujarnya Sabtu (1/9/2028).

Untuk mendukung tujuannya itu, dirinya pun bertekad terus menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas. Menurut Arridina, masih ada banyak hal belum diketahui di luar sana, karena itu sebagai peneliti dirinya merasa banyak hal juga yang perlu dipelajari. Ke depan, perempuan berhijab itupun berencana mengembangkan penelitian dibidang energi baru dan terbarukan (EBT) yang menjadi salah satu fokus bidang risetnya.

“Targetnya tentu yang sesuai dengan bidang saya yakni EBT energi terbarukan dari biodiesel,” katanya.

Selain itu, dia juga memiliki mimpi untuk bisa ikut mendirikan lab biodiesel yang merupakan bidang penelitiannya. Lab tersebut, menurutnya akan sangat berguna untuk mendukung setiap riset tentang biodisel yang dilakukan oleh mahasiswa Polmed.

“Saya bermimpi lab biodiesel bisa berdiri di Polmed. Lengkap semuanya itu juga mimpalu saya,” ungkapnya.

Tak hanya memotivasi dirinya, Arridina juga turut mengajak rekan-rekannya di Polmed untuk terus berkarya dan saling berlomba meraih penghargaan khususnya Sinta Award. Dengan giat meneliti, menurutnya akan memberikan banyak manfaat tidak hanya bagi pribadi tetapi juga pada institusi.

“Saya harapkan kawan-kawan dosen lainnya termotivasi lebih giat dan semangat menulis untuk publish minimal nasional terakreditasi maupun terindeks scopus q3 atau q4,” jelasnya.

Untuk banyak melakukan penelitian,  Arridina paham betul bahwa kegiatan tersebut akan butuh dana dan fasilitas. Maka dari itu dia juga berharap agar pemerintah dapat meningkatkan dana penelitian untuk mempertahankan kualitas penelitian.

“Berharap juga dana penelitian diperbesar untuk mempertahankan kualitas penelitian. Dan pemerintah khususnya DIKTI juga memperhatikan fasilitas penelitian,” pungkas Arridina yang juga doktor lulusan University of Malaya ini.

 

Sumber: Tribun Medan, ‘Arridina Silitonga Sabet Sinta Award 2018, Juara 2 Publikasi Ilmiah Tingkat Nasional PTN Satker‘, 1 September 2018, <http://medan.tribunnews.com/2018/09/01/arridina-silitonga-sabet-sinta-award-2018-juara-2-publikasi-ilmiah-tingkat-nasional-ptn-satker?page=all> [diakses 21 September 2018]