BMH dan Polinema Latih Warga Hidup Sehat dan Tingkatkan Ekonomi Lewat Usaha-Usaha Kreatif

/ / Berita
BMH dan Polinema Latih Warga Hidup Sehat dan Tingkatkan Ekonomi Lewat Usaha-Usaha Kreatif

Sebanyak 25 orang asyik mengikuti pelatihan dan bimbingan di gedung AQ Teknik Kimia di Politeknik Negeri Malang (Polinema) pada hari Sabtu (27/10).

Mereka berasal dari berbagai daerah mulai Singosari, Poncokusumo, Wagir, Dau, Ngantang, Oro-Oro Ombo Batu, hingga Pujon dan tergabung dalam kelompok binaan Baitul Maal Hidayatullah (BMH).

Dalam pelatihan tersebut, mereka mendapatkan banyak materi mengenai pembuatan yoghurt, pakan ternak konsentrat, teknis pembuatan pupuk bokasih, teknis pembuatan pupuk organik cair, dan penyuluhan bahaya penggunaan bahan addictive. Pematerinya langsung dari dosen-dosen dari Jurusan Teknik Kimia Polinema.

Praktik teknis pembuatan pupuk bokasih

“Politeknik Negeri Malang Jurusan Kimia menggandeng BMH untuk menggelar pelatihan dan bimbingan teknis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Humas BMH Jatim gerai Malang, Ruwiyanto, S.Kom.

Peserta pelatihan dan bimbingan pengabdian kepada masyarakat

Melalui binaan ini, peserta diharapkan bisa meningkatkan perekonomiannya sehingga kesejahteraan lebih meningkat. Selain itu, kelompok itu nantinya juga dapat memajukan daerahnya dan menjadi percontohan untuk daerah lain.

“Diharapkan ke depannya bisa meningkatkan perekonomiannya. Jadi mereka nanti produksinya lebih bagus dan nanti juga akan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain sehingga bisa menjadi rujukan untuk studi banding sehingga nanti bisa mengembang,” ujar Manager Operasional BMH Jatim gerai Malang, Sony Abdul Karim, S.PdI.

Pemberian materi di kelas

Untuk diketahui, kerja sama antara BMH dan Jurusan Teknik Kimia ini tidak hanya sampai di sini saja. Nantinya peserta akan dibimbing secara berkesinambungan dan berkelanjutan.

Bantuan properti dan peralatan juga disediakan. Lebih lanjut Sony menyatakan bahwa awal tujuannya memang memajukan UMKM, pertanian, dan peternakan masyarakat.

Mengenai pembinaan ini, Ruwiyanto mencontohkan peserta dari Wonorejo Singosari yang menjual susu. Setelah mengikuti pembinaan untuk mengubah susu menjadi yoghut, nantinya laba yang dihasilkan juga bisa lebih meningkat.

“Satu liter susu selama ini kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 13 ribu. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan nanti bisa membuat susu yoghurt yang bahan bakunya berasal dari susu itu lebih bernilai secara ekonomi. Dan setelah menjadi susu yoghurt nanti perliter bisa dijual Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu,” terangnya.

Lebih lanjut ia menyatakan selama ini usaha masyarakat memang sudah berjalan hanya saja perlu ada tambahan wawasan yang dari sisi ilmiah supaya bisa lebih baik daripada yang selama ini dikerjakan dan ada pengembangan. Penghasilannya juga akan lebih meningkat serta ada pertambahan jenis usaha.

Nah, salah satu pelatihan adalah penyuluhan bahaya penggunaan bahan adiktif oleh Ir. Sri Rulianah, M.P. Hal ini didasari atas banyaknya penyakit yang diidap anak muda.

“Saya jelaskan agar masyarakat pola makannya lebih sehat. Biar tahu mana makanan pewarna yang berbahaya. Serta pemberian bahan tambahan pangan supaya tidak melampaui batas. Karena sekarang itu banyak panyakit degeneratif seperti umur 20 sudah kena struk. Umur 25 kena diabet, tumor, dan macem-macam yang diakibatkan pola makan yang tidak sehat. Bahkan sekarang ada juga beras yang diberi pemutih,” papar Ruli.

Nah untuk itu, dosen-dosen Teknik Kimia menyadari perlunya penyuluhan ini. Kaprodi D3 Teknik Kimia Dr. Ir. Eko Naryono, M.T. menyatakan salah satu tugas perguruan tinggi adalah pengabdian.

Pihaknya selalu mencoba mengembangkan penelitian-penelitian yang nantinya akan diterapkan pada masyarakat secara langsung.

“Harapannya kalau bisa dikembangkan pada skala yang lebih besar, artinya bisa dijadikan yang bersifat komersial. Kita dengan senang hati membantu secara teknis,” ungkapnya.

 

Sumber: Malang Times, ‘BMH dan Polinema Latih Warga Hidup Sehat dan Tingkatkan Ekonomi Lewat Usaha-Usaha Kreatif‘, 27 Oktober 2018, <https://www.malangtimes.com/baca/32579/20181027/160100/bmh-dan-polinema-latih-warga-hidup-sehat-dan-tingkatkan-ekonomi-lewat-usahausaha-kreatif/> [diakses 27 November 2018]