Dosen Polines Ajarkan Teknologi Tepat Guna kepada Pengrajin Kayu Boyolali

/ / Berita
Dosen Polines Ajarkan Teknologi Tepat Guna kepada Pengrajin Kayu Boyolali

Semarang – Politeknik Negeri Semarang (Polines) berkomitmen membantu para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah pada berbagai sektor usaha agar hasil produknya memiliki daya saing. Satu diantara UMKM yang memperoleh bantuan dari Polines adalah pengrajin replika mobil dari bahan kayu di Kabupaten Boyolali. Boyolali selama ini memiliki banyak UMKM. Namun banyaknya UMKM ini sebagian besar masih menjalankan bisnisnya dengan peralatan sederhana. Sehingga berpengaruh dengan mutu produknya.

Tiga dosen Polines melakukan pendampingan kepada pengrajin kayu di Boyolali dengan teknologi tepat guna. Ketiga dosen tersebut yaitu Sri Harmanto sebagai ketua, Ahmad Supriyadi dan Mochamad Abdul Kodir sebagai anggota. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Polines untuk Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) tahun 2018, Sri Harmanto mengatakan UMKM bisa berkembang dan mampu bersaing dengan tambahan teknologi tepat guna.

“Meski di Boyolali banyak pelaku UMKM pengrajin kayu, namun belum banyak yang memanfaatkan teknologi ini, padahal bisa membantu pendapatan Pemerintah Daerah (Pemda), “kata Sri Harmanto disela-sela penyerahan bantuan teknologi tepat guna bagi UMKM Boyolali beberapa hari yang lalu.

Didampingi Ahmad Supriyadi dan Mochamad Abdul Kodir yang sehari-hari sebagai dosen Polines serta masuk dalam anggota tim pengabdian masyarakat, Sri Harmanto menuturkan, timnya melatih 2 UMKM pengrajin kayu di Tetap Jaya Art dan Indra Jaya Handycraft di Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

“Kedua UMKM ini memproduksi barang-barang kerajinan replika mobil dan mainan anak dari bahan kayu, seperti mobil, replika motor Harley Davidson, kereta api, pesawat, dan lain-lain. Pemasaran mereka selain dalam negeri, juga manca negara, seperti Jepang, Amerika, Inggris, Jerman, Spanyol, dan Italia,” terangnya.

Menurutnya, melalui pengabdian masyarakat PPPE, pihaknya berhasil mengadakan pelatihan cara penggergajian dan pengampelasan kayu di kedua UMKM tersebut. “Hasilnya mutu produk meningkat karena permukaan kayu lebih halus. Harga jual rata-rata naik sebesar 10 %,” tuturnya.

Ditambahkan pula bahwa Polines siap membantu UMKM di kota lain. “UMKM pengrajin kayu di Boyolali ini hanya sebagai contoh saja yang sudah kami lakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jateng, ‘Dosen Polines Ajarkan Teknologi Tepat Guna kepada Pengrajin Kayu Boyolali‘, 24 Agustus 2018, <http://jateng.tribunnews.com/2018/08/24/dosen-polines-ajarkan-teknologi-tepat-guna-kepada-pengrajin-kayu-boyolali> [diakses 17 September 2018]