Kursi Roda Elektrik Buatan Mahasiswa PENS Ini Bisa Naik Tangga dan Menanjak

/ / Berita
Kursi Roda Elektrik Buatan Mahasiswa PENS Ini Bisa Naik Tangga dan Menanjak

Keinginan para penyandang cacat atau tuna daksa untuk bisa bergerak lincah dan naik tangga di atas kursi roda sepertinya akan terwujud. Itu setidaknya yang sudah dibuat tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), yakni menciptakan kursi roda eletrik semi otomatis  (Kroesimo), yang diklaim sebagai kursi roda elektrik pertama di Indonesia.

Kroesimo ini dibuat tiga mahasiswa, yakni Nur Alim Badriawan (Teknik Mekatronika), M Fahmi Ilma Suryanto (Teknik Mekatronika) dan Aldila Sukarno Putri (Sistem Pembangkit Energi). Fahmi menuturkan kursi roda ini dirancang khusus untuk penyandang tuna daksa, agar mereka beraktivitas dengan mudah seperti orang normal pada umumnya.

“Banyak penyandang tuna daksa yang minder karena keterbatasan mereka terutama pada kaki. Dengan adanya kursi roda ini, para penyandang tuna daksa lebih percaya diri,” terangnya, Jumat (31/8).

Dia menjelaskan, Kroesimo terinspirasi dari penelitian terdahulu, di mana kursi roda ini digunakan untuk duduk atau berjalan di tangga saja. Saat ini, Kroesimo hadir dengan dua fungsi sekaligus, yang dilengkapi remote control sebagai pengendali. Kroesimo terdiri atas dua roda konvensional untuk bergerak di bidang datar dan roda bebas untuk penyeimbang kursi.

“Dalam Kroesimo ada dua mekanisme, tracked-wheel dan linkage. Mekanisme tracked-wheel bentuknya seperti roda tank, yang dibuat dari karet belt bergerigi untuk berjalan di atas tangga. Sedangkan linkage merubah posisi duduk ke posisi berdiri,” tambah mahasiswa lain, Nur Alim Badriawan.

Dia mengakui, proyek ini adalah bagian dari final project competition di PENS, di mana Kroesimo mampu meraih peringkat dua. Proses pembuatan Kroesimo ini butuh waktu enam bulan dengan dana sekira Rp 6 juta. Kemampuan kursi roda elektrik ini bisa naik di jalan tanjakan dengan kemiringan 20 derajat. Jalan tanjakan itu dengan kontur kasar maupun halus. Begitu juga untuk tangga, Kroesimo bisa naik dengan kemiringan 30 derajat dan anak tangga berjumlah lima buah.

“Berat maksimal yang bisa menggunakan Kroesimo ini sampai 60 kg,” katanya.

Karya cipta mereka ini masuk ke dalam ajang PIMNAS di Yogyakarta. Pasca PIMNAS, mereka bakal melanjutkan penelitian untuk menyempurnakan hasil karyanya.

“Untuk siap produksi massal, kami membutuhkan waktu 3-4 tahun lagi,” pungkasnya.

 

Sumber: Surya, ‘Kursi Roda Elektrik Buatan Mahasiswa PENS Ini Bisa Naik Tangga dan Menanjak, Terinspirasi dari Ini‘, 31 Agustus 2018, <http://surabaya.tribunnews.com/2018/08/31/kursi-roda-elektrik-buatan-mahasiswa-pens-ini-bisa-naik-tangga-dan-menanjak-terinspirasi-dari-ini> [diakses 20 September 2018]