Lima Mahasiswa Politeknik Pencipta Inovasi Terbaik

/ / Berita, PEDP, Politeknik Indonesia, Polytechnic Education Development Project
Lima Mahasiswa Politeknik Pencipta Inovasi Terbaik

Malang, Jawa Timur, 4 Desember 2018 – Dunia pendidikan politeknik – melalui Polytechnic Education Development Project (PEDP) – berbenah untuk meningkatkan akses, kualitas lulusan, manajemen subsektor, serta relevansi program studi pendidikan politeknik agar sesuai dengan kebutuhan industri – utamanya mengingat industri sudah berevolusi menjadi 4.0.

Kualitas dan relevansi Politeknik didemonstrasikan salah satunya melalui program Kompetisi Inovasi #CiptaKepastian yang berbasis online melalui media sosial. Kompetisi ini menggugah mahasiswamahasiswi politeknik untuk mempromosikan inovasi yang telah atau akan mereka ciptakan, berbagi praktik baik, serta kisah sukses. Kompetisi ini menjadi ‘jendela’ untuk mempromosikan produk dan jasa yang diciptakan oleh mahasiswa politeknik, dikemas dalam program kreatif yang populer dan inklusif, yang memungkinkan keterlibatan aktif mereka.

Dewan Juri yang terdiri dari Direktur Pembelajaran dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian RIset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP, Wakil Direktur PEDP Jaswadi DBA, Ak, CPA, Direktur Politeknik Banyuwangi Dr. Eng. Son Kuswadi dan Co-Founder Cubeacon Tiyo Avianto, hari ini mengumumkan 5 grand finalists dan inovasi terbaik dalam kesempatan Polytexpo 2018, International Seminar and Polytechnic Exhibition di Politeknik Negeri Malang.

Masing-masing sesuai peraihan skor adalah; Niko Setiawan (Mahasiswa Politeknik Caltex Riau) dengan karya “Electrical Distribution Disturbance Notification (ED2N)”, Alfiansyah Ramadlan (Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) dengan karya “Garbage Transporters in Rivers with Renewable Energy”, Putri Ramadhani (Mahasiswi Politeknik Negeri Padang) dengan karya “Alat Penumbuk Emping Melinjo Menggunakan Motor Penggerak”, Antony Dermawan (Mahasiswa Politeknik Caltex Riau) dengan karya “Robot Transformer (Laba-Laba Delapan Kaki menjadi Silinder)” dan Ahmad Muammar Habibi (Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya) dengan karya “WAKEMEUP: Alat Keselamatan Pengendara dari Kondisi Lelah dengan Dilengkapi Multi-Level Safety Berbasis Pengolahan Citra dan Kecerdasan Buatan”.

Direktur Pembelajaran dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian RIset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, “Budaya kompetisi positif antar mahasiswa Politeknik di seluruh Indonesia perlu terus ditingkatkan. Selain itu, kemampuan mereka untuk memasarkan inovasi produk dan jasa perlu terus diasah. Sudah sepantasnya mahasiswa Politeknik disediakan platform untuk mendemonstrasikan kapabilitas mereka, untuk membuka mata para pelaku industri dan dunia usaha. Kompetisi ini juga diharapkan dapat mendekatkan publik dengan dunia pendidikan politeknik.”

Kompetisi yang dbuka sejak tanggal 1 Oktober-16 November 2018 ini diikuti oleh total sebanyak 47 karya. Peserta kompetisi bisa mendaftarkan lebih dari satu karya inovasi mereka, baik berbentuk produk maupun jasa, yang diciptakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Inovasi bisa merupakan gagasan orisinil atau pengembangan/modifikasi dari inovasi yang telah diciptakan sebelumnya, asalkan inovasi tersebut memiliki manfaat ekonomi dan sosial. Inovasi yang telah diproduksi serta diaplikasikan dalam skala tertentu lebih disukai oleh Dewan Juri. “Selain mendaftarkan karya inovasinya, peserta kompetisi juga diharapkan aktif mempromosikan inovasi mereka,” ujar Tiyo Avianto. “Kami mendorong agar platform digital sosial media yang saat ini begitu lekat dengan kehidupan generasi muda, bisa dimanfaatkan dengan jeli oleh para peserta untuk mempromosikan inovasi yang mereka ciptakan.”

Kompetisi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswi politeknik untuk menunjukkan bukti bahwa kiprah dan keluaran pendidikan mereka bersifat PASTI (Profesional, Aplikatif, Siap Kerja, Tepat Waktu dan Inovatif). Selain itu diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa-mahasiswi di luar institusi politeknik, siswa-siswi SMA, SMK dan MA, akan kapabilitas dan kualitas mahasiswa politeknik, serta dapat menciptakan gairah dan minat publik umum untuk memahami pendidikan politeknik dengan lebih baik.

Electrical Distribution Disturbance Notification (ED2N)

Niko Setiawan (Mahasiswa Politeknik Caltex Riau)

Niko Setiawan berhasil menciptakan alat pendeteksi gangguan listrik untuk PT PLN (Persero), yang berfungsi secara cepat atau real-time. Alat ini bernama Pendeteksi Gangguan Jaringan Distribusi PLN 3 Phasa. Sekarang digunakan di PLN Koto Tuo Area Bukittinggi, Sumatera Barat. Sebelumnya, ketika terjadi gangguan listrik di area yang jauh, PLN masih mengandalkan informasi dari konsumen yang biasanya tidak cepat dilaporkan saat kejadian. Melalui alat buatan mahasiswa Program Studi D3 Teknik Elektronika PCR ini, gangguan kini bisa dideteksi secara real-time berupa informasi ke supervisor dan bagian teknik PLN dalam bentuk pesan singkat (SMS) ke ponsel.

Garbage Transporters in Rivers with Renewable Energy

Alfiansyah Ramadlan (Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)

Alfiansyah Ramadlan menciptakan alat ini untuk mengangkut sampah yang mengalir di sungai secara otomatis. Sampah yang terus menerus terbuang di sungai, akan menghambat saluran utama sungai dan sampah beresiko akan menggenangi bantaran sungai. Melalui alat yang diciptakannya, sampah akan langsung diangkut dan dibuang secara otomatis sehingga terjadinya potensi penyumbatan sungai menjadi kecil. Alat, yang masih berupa prototipe ini, memiliki desain yang menarik dan kualitasnya dapat terus dikembangkan.

Alat Penumbuk Emping Melinjo Menggunakan Motor Penggerak

Putri Ramadhani (Mahasiswi Politeknik Negeri Padang)

Proses pembuatan emping melinjo dan kerupuk jengkol saat ini masih menggunakan alat tradisional yaitu palu. Palu digunakan untuk menipiskan melinjo dan jengkol sehingga berbentuk seperti lembaran yang tipis. Putri Ramadhani menciptakan alat penumbuk melinjo yang mudah direplikasi masyarakat berasal dari bahan limbah. Ciri khas alat ini adalah terbuat dari kerangka berbahan kayu, hal ini bertujuan agar masyarakat mampu menciptakan (memproduksi) alat ini dengan sendirinya. Aplikasinya adalah serupa mesin jahit yang menggunakan motor penggerak untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak putar dengan memindahkan sebagian daya yang seharusnya diberikan ke motor menuju sebuah resistor beban berbahan karbon. Resistor beban pada dinamo ini berfungsi sebagai hambatan yang bersifat variabel karena efek tekanan gaya yang diberikan kepadanya melalui mekanisme pegas yang terhubung pada pedal switch atau saklar injak. Motor penggerak ini sangat penting sebagai pengatur kecepatan putaran dari motor penggerak alat penumbuk emping.

Robot Transformer (Laba-Laba Delapan Kaki menjadi Silinder)

Antony Dermawan (Mahasiswa Politeknik Caltex Riau)

Robot laba-laba berkaki delapan atau yang sering dikenal dengan sebutan robot octapod memiliki kekurangan karena hanya dapat bergerak merangkak. Berbeda pada robot transformer yang dirakit oleh Antony Dermawan, yang mampu berubah bentuk dari laba-laba delapan kaki menjadi bentuk silinder. Sehingga robot ini juga dapat melakukan gerakan menggelinding. Seluruh gerak robot, baik merangkak maupun menggelinding, menggunakan remote control yang juga dibuat sendiri menggunakan antena radio yang dapat menempuh jarak 1 km. Desain robot yang unik, dan pergerakan mekanik saat robot tersebut bertransformasi serta bergerak pada kedua wujud yang berbeda, membuat robot tersebut menjadi sangat unik. Robot ini dipercaya dapat meningkatkan efektivitas kerja di bidang eksplorasi minyak dan lingkungan melalui bentuk dan geraknya yang lebih fleksibel.

WAKEMEUP: Alat Keselamatan Pengendara dari Kondisi Lelah dengan Dilengkapi Multi-Level Safety Berbasis Pengolahan Citra dan Kecerdasan Buatan

Ahmad Muammar Habibi (Mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya)

Untuk menekan tingginya angka kecelakaan yang disebabkan oleh faktor kelelahan, Ahmad Muammar Habibi dan rekan-rekannya, Muhtar Fariqi dan Rio Anggriawan, berinovasi membuat sebuah alat yang diberi nama “WAKEMEUP”. Alat ini berbentuk portable dan praktis digunakan untuk mendeteksi kelelahan pengendara transportasi dengan menggunakan pengolahan citra dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). WAKEMEUP dapat mendeteksi kantuk secara presisi dengan memperhatikan pola gerakan kelopak mata pengendara, ekspresi wajah, dan dilengkapi dengan keamanan multi-level. Perangkat ini dilengkapi dengan LCD untuk menampilkan kondisi pengendara dan waktu pada saat di kendaraan. Selain itu, perangkat ini juga didukung alarm sebagai peringatan ketika pengendara mengalami kondisi kelelahan. Hingga batas tiga kali pengendara memejamkan mata selama beberapa detik tertentu, maka mesin mobil akan mati secara otomatis.

Semua informasi seputar kompetisi dapat diakses melalui www.ciptakepastian.com.