Mahasiswa Asing Polije Mahir Menabuh Gamelan

/ / Berita
Mahasiswa Asing Polije Mahir Menabuh Gamelan

Pada Profesi Wisuda ke 34 Politeknik Negeri Jember (Polije) Sabtu (15/12) lalu, ada suasana yang berbeda dibanding dengan prosesi wisuda sebelumnya. Kali ini ada penampilan anak muda dengan berpakain beskap lengkap dengan blangkon dan kain kebaya warna hitam dengan kompak dan serasi memainkan gending dan campursari. Mereka adalah penampilan UKM Lukis, Musik dan Tari (Lumut) Polije dengan seperangkat gamelan.

Yang tidak kalah menarik ada 2 wajah dan penampilan yang lebih menyolok disbanding pemain lainnya, dengan wajah yang sedikit berbeda dibanding lainnya. Mereka adalah Yusro Tehtae dari Thailand dan Najat El Mimouni dari Maroko yang  merupakan mahasiswa asing peserta program Dharmasiswa. Mereka telah satu semester mengikuti program dharmasiswa di Polije sampai dengan dua semester, dengan program utama belajar Bahasa dan Budaya Indonesia. Mereka sudah cukup lancar berbahasa Indonesia serta puncaknya dengan dilatih selama delapan minggu untuk mengenal dan berlatih gamelan, Najat dan Yusro demikian mereka biasa di panggil, mampu tampil kolaboratif memainkan gamelan jenis Sharon mengiringi tembang campursari Prahu Layar dan Ojo Dipleroki dengan apik.

Ketika diwawancari awak media setelah tampil, Yusro mengaku sangat bangga seumur hidupnya baru mengenal dan bias menabuh gamelan alat musik tradisional Indonesia. “Saya bangga dan senang meski sebelum tampil tadi agak gugup, tapi alhamdulillah bisa tampil dengan baik. Kali ini merupakan penampilan saya yang pertama dengan menabuh gamelan”, ujar Yusro dengan dengan bangga.

Demikian halnya dengan Najat El Mimouni dari Maroko, dengan Bahasa Indonesia yang mulai lancer, menceritakan perasaan campur aduk antara senang, bangga dan gugup, mampu mempersembahkan gending-gending disela waktu prosesi wisuda kali iji dengan menabuh Sharon. “Ini merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan, tentang budaya Indonesia yang beragam dan indah”, ungkap Najat sambal menyeka keringatnya karena gugup.

Bagi Najat dan Yusro ini merupakan pengalaman kedua tampil di acara prosesi wisuda Polije, pada wisuda September pertengahan tahun ini, mereka Bersama mahasiswa asing program student exchange dari Jiangsu China, menyanyikan lagu You Rise Me Up, sebagai empati atas bencana dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Menurut Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM, seusai wisuda memberikan apresiasi terhadap Najat dan Yusro sebagai peserta program Dharmasiswa yang telah menunjukkan kemampuannya di dalam mengenal dan belajar budaya Indonesia. “Kami sangat mendukung program ini dan terus mengembangkan program serupa maupun kerjasama dibidang pertukaran mahasiswa maupun dual degree sebagai manifestasi pencapaian visi Polije sebagai Politeknik terkemuka tingkat Asia pada tahun 2025,” paparnya.

Yang cukup membanggakan adalah apresiasi dari para wisudawan, orangtua dan undangan yang memberikan tepuk tangan yang membahana setalah penampilan tim Lumut beserta Najat dan Yusro.

Keterangan foto :

Mainkan Gamelan : Najat El Mimouni dari Maroko dan Yusro Tehtea dari Thailand mahasiswa Program Dharmasiswa (Jilbab Merah) Mahir Menabuh Gamelan pada Prosesi Wisuda ke 34 di GOR Perjuangan 45 Polije.

 

Sumber: Polije, ‘Mahasiswa Asing Polije Mahir Menabuh Gamelan‘, <http://www.polije.ac.id/id/berita/1006-mahasiswa-asing-polije-mahir-menabuh-gamelan.html> [diakses 18 Januari 2019]