Mahasiswa Polibatam Juara III Dunia RoboCup 2018 di Kanada

/ / PEDP, Politeknik Indonesia, Polytechnic Education Development Project, Prestasi
Mahasiswa Polibatam Juara III Dunia RoboCup 2018 di Kanada

Batam – Kabar baik datang dari Kanada. Tim Robotika Politeknik Negeri Batam (Polibatam) ‘Barelang FC’ dan Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ‘Ichiro’ menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang kompetisi robot dunia, Robocup 2018 di Montreal Convention Center, Montreal, Kanada, yang digelar sejak 16 hingga 22 Juni kemarin.

Mewakili Indonesia dalam kategori kid-size robot, Tim Barelang FC meraih juara tiga kompetisi soccer humanoid, setelah menaklukkan Tim Robotika China dengan skor 4-3. Sedangkan Tim Robotika ITS Ichiro keluar sebagai juara pertama kompetisi soccer humanoid kategori teen-size.

Dalam divisi ini, ditandingkan Robot Humanoid sepak bola. Hasilnya cukup membanggakan, dan prestasi ini merupakan capaian perdana bagi Indonesia untuk divisi tersebut sejak mengikuti event bergengsi tingkat internasional sejak 18 tahun yang lalu. Bagi tim robot Polibatam, prestasi tahun ini meningkat satu level dari tahun 2017 lalu di Nagoya, Jepang.

“Bagi tim robot Polibatam prestasi tahun ini meningkat satu level dari tahun 2017 di Nagoya Jepang,’’ ujar Direktur Politeknik Negeri Batam DR Priyono Eko Sanyoto, Jumat (22/6/2018).

Keberangkatan ke Kanada, karena sebelumnya Tim Barelang FC mewakili Indonesia untuk divisi kid-size setelah menjadi juara 1 tingkat Nasional di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Setelah itu mereka berkesempatan membawa nama Indonesia di ajang Internasional. Pada kompetisi itu beberapa orang dikirim ke Kanada. Diantaranya 6 mahasiswa, 2 dosen pembimbing, 1 orang manajemen Polibatam, dan 1 orang perwakilan dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Polibatam, Muslim Ansori menyampaikan, kelima robot Barelang FC  ini merupakan hasil riset dan karya dari kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. Diantaranya Hanjaya, Gobar, Akbar, Andre, Febri, dan Joni dengan bimbingan Eko Rudiawan, Hendawan, Susanto dosen Jurusan Elektro Polibatam.

“Proses riset dan pengembangan robot-robot tersebut seratus persen dilakukan di laboratorium Robotika Polibatam,” tambah Muslim lagi.

Singkirkan Brazil

Dalam perjalanannya mengikuti kejuaraan yang mempertandingkan Robot Humanoid sepak bola ini, tim Barelang FC melaju perkasa dengan hanya mengalami sekali kekalahan. Kekalahan itu mereka alami ketika berhadapan dengan tim Perancis di babak semi final.

Pada tahap penyisihan, Tim Barelang FC berada pada Group D menjalani pertandingan pertama berhadapan dengan China. Pada laga pertama itu, delegasi Indonesia itu berhasil unggul dengan Skor 2-1. Pertandingan kedua, Barelang FC kembali meraih kemenangan. Kali ini, tim dari Mexico yang harus mengakui kehebatan Barelang FC dengan skor 4-0. Dilaga ketiga saat melawan UK, Barelang FC meraih hasil skor 1-1.

Serangkaian kemenangan tersebut, telah membawa Barelang FC sebagai juara grup D dan masuk menjadi tim 16 besar. Pada babak ini, tim besutan Polibatam mendapatkan keuntungan pertandingan Bye (tanpa lawan). Selanjutnya, pada babak perempat final melawan Brazil, Barelang FC kembali meraih kemenangan dengan skor 4-0.

“Pada babak semi final tim ini bertemu Perancis. Polibatam terpaksa harus mengakui keunggul dari tim pemenang pada tahun 2017 kemarin,” kata Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Polibatam, Muslim Ansori, dalam ketetangannya yang diterima pada Sabtu (23/6).

Kekalahan tersebut masih menyisakan peluang bagi Tim Robot wakil Indonesia ini untuk mengukir prestasi, memperebutkan juara ketiga melawan Tim China II. Setelah melalui perpanjangan waktu dan adu pinalti, Tim Barelang FC akhirnya berhasil menaklukkan Tim Negara Tirai Bambu dengan skor 4-3 untuk Indonesia.

Nyaris Gagal

Di balik cerita sukses tersebut, ada pengalaman yang tak terlupakan. Muslim mengatakan, Tim Barelang FC nyaris gagal mengikuti kejuaraan bergengsi ini. Pasalnya, delegasi Indonesia yang terdiri dari enam mahasiswa, dua dosen pembimbing, satu orang manajemen Polibatam dan satu orang perwakilan dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia itu, terkendala gangguan penerbangan. Tim ini harus menunda keberangkatan dan menginap di ruang tunggu Bandara Kuala Lumpur 2 hari 2 malam.

“Capaian prestasi ini merupakan hadiah luar biasa atas ketabahan dan ketangguhan Tim Barelang FC yang nyaris gagal mengikuti RoboCup 2018 ini,” kata Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Polibatam, Muslim Ansori, dalam keterangannya yang diterima pada Sabtu (23/6).

Kedepan Muslim berharap bahwa prestasi ini dapat ditingkatkan, hal tersebut juga menjadi bukti bahwa kemampuan anak muda Indonesia di bidang teknologi canggih tidak kalah dengan bangsa lain. Selain itu juga pihaknya meminta agar pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memperhatikan secara serius, memfasilitasi pengembangan kemampuan anak bangsa untuk teknologi tinggi.

“Anak muda kita punya potensi. Tinggal bagaimana pemerintah mengarahkan dengan benar. Industri atau perusahaan di Tanah Air terutama di Batam diharapkan mulai membuka diri. Kami siap membantu perusahaan dalam memperbaiki atau mengembangkan robot2 yg digunakan dalam proses produksi,” katanya.

Optimis Berkontribusi Mewujudkan Revolusi Industri 4.0

Duta Besar RI untuk Kanada Dr. Teuku Faizasyah dalam kesempatan terpisah mengutarakan rasa bangganya terhadap keberhasilan dan prestasi yang diraih Tim Robotika ITS dan Politeknik Negeri Batam. Dia juga mengungkapkan optimismenya bahwa dunia akademik akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan teknologi dan informasi dalam mewujudkan Revolusi Industri 4.0 yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018 ini. Kompetisi Robocup 2018 ini diikuti oleh 35 negara. Wakil dari Asia yang berlaga dalam kompetisi adalah Jepang, China, Taiwan, Iran dan Indonesia.

 

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *