Mahasiswa Polinema Temukan APATIK, Apa itu?

/ / Berita
Mahasiswa Polinema Temukan APATIK, Apa itu?

Mahasiswa Polinema berhasil ciptakan APATIK (Alat Pemasang Tali Sandal Jepit Pneumatik). Ide ini bermula ketika Juara PKM-T dari Mochamad Zaenal Fanani beserta kawan-kawannya melihat fakta di UKM CV Sinar Sejati, untuk pemasangan tali sandal jepit masih dilakukan secara manual. Para pekerja memasangkan tali sandal jepit dengan teknologi sederhana, yakni dengan sepasang ruji yang ditekuk sedemikian hingga dan ditancapkan di atas permukaan kayu.

Cara pemasangannya yaitu lubang sandal dimasukkan ke dalam ruji, sedangkan kancing pada tali sandal dikaitkan di ujung ruji, setelah itu baru ditarik dengan kuat sampai kancing sandal bisa masuk ke dalam lubangnya. Karena sandal jepit tersebut memiliki tiga kancing sandal yang harus dimasukkan ke dalam masing-masing lubangnya, maka proses pemasangannya harus diulang tiga kali.

Otomatis, cara seperti itu sangat tidak efektif dan efisien untuk diterapkan. Selain waktu pemasangan yang cukup lama, tenaga pekerja juga sangat terkuras. Melihat fakta tersebut, mereka mempunyai sebuah solusi untuk membantu UKM CV Sinar Sejati dengan sebuah alat yang bernama APATIK

Perlu diketahui, alat ini menggunakan sistem pneumatik dengan aktuator berupa silinder double action yang ujung batang pistonnya didesain menyerupai pengait. Alat ini dapat menarik kancing tali sandal dengan kuat sehingga dapat masuk ke dalam lubangya.

“Home industry sandal di Desa Toyomarto Singosari, berjumlah lebih dari 50 dan pemasangan tali sandal jepitnya masih dilakukan secara manual. Melihat hal tersebut, tim PKM ini beranggapan bahwa APATIK sangat diperlukan para pengusaha sandal jepit untuk membantu proses produksi,” ujar pemilik UKM CV. Sinar Sejati, Ali Sasmita.

Sebelumnya, tim Zaenal telah mengikuti kompetisi PKM di Politeknik Negeri Malang pada tahun 2017 lalu. Dalam kompetisi tersebut, kelompok mereka lolos seleksi untuk melakukan penguploadan nasional PKM yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti.

Selain itu, mereka juga meraih Juara I PKM-T se-Polinema. Pada bulan Maret Kemenristek Dikti mengumumkan proposal PKM-T yang lolos pendanaan. Dengan begitu, mereka pun bisa memulai untuk menjalankan program sesuai yang diajukan di proposal.

Program berjalan selama mulai bulan April sampai bulan Agustus, dengan serangkaian kegiatan seperti, survei dan studi literatur, perancangan desain, pengumpulan alat dan bahan, pembuatan alat, pengujian dan analisis, pembuatan buku panduan, serta sosialisasi ke mitra.

“Terima kasih kepada rekan tim, dosen pembimbing, bapak direktur, dan Kemenristek yang sudah memberikan wadah untuk menuangkan ide kami sehingga bisa membanggakan Polinema. Kami mohon doanya, semoga diberikan yang terbaik pada saat PIMNAS 31 di UNY dan semoga kami bisa membawa medali emas untuk warga Polinema,” ujar Zaenal.

 

Sumber: Malang Voice, ‘Mahasiswa Polinema Temukan APATIK, Apa itu?‘, 28 Februari 2019, <https://malangvoice.com/mahasiswa-polinema-temukan-apatik-apa-itu/> [diakses 8 Maret 2019]