Manfaatkan Lahan Sempit jadi Produktif

/ / Berita
Manfaatkan Lahan Sempit jadi Produktif

Politeknik Negeri Semarang (Polines) bekeja sama dengan Yayasan Amal Pengajian  Ahad Pagi Bersama (PAPB) Semarang mengadakan pelatihan budi daya sayur organik di Green House Crispy Farm, Tejosari, Gedawang, Semarang, akhir pekan lalu. Setelah pelatikan ini nantinya peserta diharapkan dapat memanfaatkan ruang teras dan halaman rumah sebagai tempat budidaya sayur  organik.

Ketua panitia Abdul Kodir mengatakan, tujuan pelatihan berkebun hidroponik ini untuk lebih mengetahui cara baru mengoptimalkan teras atau halaman untuk berkebun. ‘’Melalui hidroponik ini, peserta dari perwakilan masjid dibekali cara berkebun modern, untuk kemudian bisa dibagikan dan diterapkan di rumah masing-masing maupun warga sekitar,’’ ungkapnya. Adapun peserta berasal dari perwakilan jamaah  masjid, perwakilan guru baik SMP dan KB-TK IT PAPB.

Selaku pemateri, Sri Lestari dari Polines mengatakan bertani dan berkebun melalui cara modern itu tetap bisa bersih dan menyenangkan. ‘’Jadi, image bertani yang identik dengan kotor, berbau dan bergulat dengan pupuk kandang perlu dibuang jauh-jauh hari ini. Justru melalui hidroponik, kita masih bisa bersepatu atau memakai jas. Saya juga mengajak kepada generasi muda  menjadi petani modern agar semakin produktif memanfaatkan lahan rumah yang sempit sekalipun,’’ ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, ia terlebih dahulu mengajak peserta berkeliling melihat langsung kebun hidroponik yang dimiliki mulai dari sawi  dan selada. Kemudian diperkenalkan bagaimana proses pembibitan ala hidroponik itu dilakukan, mulai dengan menyiapkan media taman (rock wool) berukuran 2 sentimeter dan benih.

Lestari menjelaskan setelah benih dimasukkan ke lubang semai, selanjutnya ditempatkan pada tempat yang teduh.  Setelah 10 hari, benih yang sudah bersemai dipindah nett pot dan diletakkan pada gully trapesium (paralon yang agak rapat) dan teraliri air hingga 10 hari ke depan.

‘’Proses berikutnya, setelah 20 hari kemudian dipindah ke meja produksi (paralon yang renggang) hingga masa panen 45 hari kedepan. Setelah itu, hasil berkebun ala hidroponik bisa dikonsumsi baik untuk sendiri maupun dijual,’’ jelasnya.

 

Sumber: Suara Merdeka, ‘Manfaatkan Lahan Sempit jadi Produktif‘, 11 September 2018, <https://www.suaramerdeka.com/news/baca/123568/manfaatkan-lahan-sempit-jadi-produktif> [diakses 28 September 2018]