Melihat Potensi Usaha Gula Nira Tengaran, Ini Yang Diberikan Dosen Polines

/ / Berita
Melihat Potensi Usaha Gula Nira Tengaran, Ini Yang Diberikan Dosen Polines

Belum lama ini, Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) mulai menjalan program tersebut melalui pendampingan di 2 kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

“Kedua kelompok atau pelaku usaha itu adalah UMKM Triwil dan Sri Rejeki di Desa Nyamat Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Keduanya selama ini telah menekuni usaha gula berbahan nira kelapa,” kata Drs Muhammad Asrori, ketua Tim PKM Polines itu, Kamis (27/9/2018) dalam keterangan tertulisnya.

Dia menyampaikan, satu di antara beberapa bentuk pendampingan itu yakni pemberian bantuan alat pengaduk gula nira kelapa kepada tiap UMKM tersebut. Diharapkan, tingkat produktivitas mereka semakin meningkat dan mampu berdaya saing.

“Desa tersebut ternyata selama ini menjadi daerah potensial untuk usaha gula nira kelapa itu. Meskipun demikian, masih cukup banyak kendala saat kami berdiskusi. Di antaranya terkait aspek produksi serta manajemen. Itu mengapa pula kami tertarik dan berkomitmen untuk mendampingi melalui program PKM ini,” tuturnya.

Sekretaris Senat Polines tersebut menerangkan, adapun pertimbangan lain pihaknya memilih kedua UMKM untuk pendampingan yakni dikarenakan kedua UMKM tersebut telah cukup berpengalaman di bidang usaha tersebut. Dan secara terbuka pula menyatakan siap serta optimis kelak dapat berkembang.

“Dari berbagai permasalahan, kami coba petakan dan mencoba mengajak mereka berdiskusi, berkoordinasi guna mencari solusi secara tepat dan cepat. Untuk melaksanakan program itu, kami dibantu 2 rekan akademisi dari Polines yang juga merupakan tim PKM Polines Tahun 2018,” tuturnya.

Kedua akademisi yang dimaksud itu, lanjut dosen Jurusan Akuntansi Polines itu, yakni akademisi Jurusan Teknik Mesin Polines Zaenal Abidin, dan akademisi Jurusan Administrasi Bisnis Polines Noor Suroija.

“Peningkatan kualitas maupun kuantitas sekaligus profesionalisme dalam pengelolaan manajemen produksi, termasuk tersedianya teknologi secara tepat, sangat diperlukan. Dan juga beberapa aspek lainnya, seperti pengelolaan keuangan, sumberdaya manusia (SDM), hingga pemasarannya,” lanjut Suroija.

Sementara itu, Zaenal mengungkapkan, permasalahan UMKM pada aspek produksi yakni masih terbatasnya alat guna proses produksi baik dari sisi jumlah maupun teknologi yang digunakan. Kaitannya packaging produk juga belum terlalu menarik.

“Disamping itu, perlu kiranya kedua UMKM menata tempat proses hingga penyimpanan produk itu. Saat kami lihat, belum terlalu baik. Hal-hal tersebut tentu pula tidak luput dari kami mencoba untuk mendampingi serta melatih mereka,” ucapnya.

Asrori menandaskan, dari pokok permasalahan itu, pihaknya juga akan mendampingi mereka dari cara pemasaran. Hal lain, minimnya pemahaman maupun penerapan di aspek administrasi keuangan juga perlu ditingkatkan. Setidaknya mereka paham dan bisa menjalankannya sesuai prosedur yang berlaku.

“Yang perlu dipahami bersama pula, kelapa adalah sumberdaya alam Indonesia yang sangat potensial. Pohon tersebut pun hampir ada di seluruh daerah. Itu mengapa kami ingin coba memberikan pemahaman. Sekadar informasi, nira merupakan cairan berkadar gula tinggi yang disadap dari bunga kelapa atau kerap disebut mereka adalah mayang,” bebernya.

 

Sumber: Tribun Jateng, ‘Melihat Potensi Usaha Gula Nira Tengaran, Ini Yang Diberikan Dosen Polines‘, 27 September 2018, <http://jateng.tribunnews.com/2018/09/27/melihat-potensi-usaha-gula-nira-tengaran-ini-yang-diberikan-dosen-polines> [diakses 7 November 2018]