MEME Jawab Tantangan Pendidikan Vokasi

/ / Berita
MEME Jawab Tantangan Pendidikan Vokasi

Politeknik Negeri Padang (PNP) menyatakan kesiapannya melaksanakan program Multi Entry Multi Exit (MEME). Lewat program yang digulirkan Kemenristekdikti ini, diyakini mampu menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0.

Direktur PNP Surfa Yondri ST MT mengemukakan itu seusai Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-31 PNP di kampus PNP Limaumanih Padang, kemarin (8/10). Lewat momen ini, PNP juga bertekad untuk memperoleh akreditasi institusi A.

“Kita melihat porgram MEME ini menjadi solusi pendidikan vokasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja seiring adanya era industri 4.0 dan digital disruption mengakibatkan banyak hilang lowongan pekerjaan,” terang Surfa Yondri didampingi Wakil Direktur II Anton ST MT.

Pola MEME sendiri, jelas Surfayondri, terdiri dari Multi Entry dan Multi Exit. Multi Entry berarti masuk program bisa awal tahun pertama, awal tahun kedua, awal tahun ketiga, atau awal tahun keempat. “Multi Exit berarti keluar program bisa akhir tahun kedua, akhir tahun ketiga, atau akhir tahun keempat. Setiap mahasiswa menyelesaikan setiap tahapan Diploma II, Diploma III atau Diploma IV mendapatkan ijazah yang sesuai,” jelas dia.

Melalui program ini, jelas Surfa Yondri, mahasiswa yang sudah berkuliah selama dua tahun bisa meninggalkan kampus guna bekerja dengan mengantongi sertifikat kompetensi level III. Nah, mereka diperbolehkan lagi melanjutkan kuliah setelah itu.

“Lewat program ini, di samping mendapat ijazah, mahasiswa juga mendapat sertifikat kompetensi, apabila mereka lulus dalam tes/ujian sertifikasi. Dengan begitu,memudahkan mereka dalam memperoleh pekerjaan nantinya. Khusus politeknik, bisa menekan jumlah mahasiswa drop out (DO),” terang Surfa Yondri.

Dalam kesempatan itu, Surfa Yondri menyebutkan, pihaknya juga berupaya kompetensi tenaga dosen. Hal ini merujuk kebijakan Kemenristekdikti bahwa ke depan seluruh tenaga dosen pendidikan vokasi mesti mengantongi sertifikat kompetensi.

“Sebetulnya, sekarang ini sekitar 50 persen dosen sudah mengantongi sertifikat kompetensi. Rata-rata berasal dari asosiasi dan industri. Pertanyaan sekarang, apakah sertifikat kompetensi yang dimaksud Kemenristekdikti itu seperti itu atau bagaimana. Inilah yang kita tunggu sekarang,” ujar dia.

 

Sumber: Padang Ekspres, ‘MEME Jawab Tantangan Pendidikan Vokasi‘, <https://padek.co/koran/padangekspres.co.id/read/detail/113815/MEME_Jawab_Tantangan_Pendidikan_Vokasi> [diakses 22 Oktober 2018]