Menuju Batam sebagai Jembatan Digital Indonesia

/ / Berita, PEDP, Politeknik Indonesia, Polytechnic Education Development Project

Batam – Presiden Joko Widodo pada 7 September 2017 lalu yang menyatakan, “Batam perlu menjadi Jembatan Digital yang menghubungkan Singapura dengan komunitas digital di Indonesia yang tersebar di seluruh nusantara.” Ada tiga alasan Batam mendapatkan mandat tersebut; pertama, telah tersedianya infrastruktur IT yang memadai; kedua, adanya kawasan industri digital yang sedang tumbuh; dan ketiga, posisi Batam yang strategis sehingga memudahkan arus perpindahan orang dan barang.

Terkait hal itu, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Republik Indonesia pada Senin 5 Maret 2018 lalu memulai kerjasamanya dengan Singapore Polytechnic dan Temasek Foundation International, dalam komitmen untuk mengembangkan ekonomi digital di Batam. Peluncuran program yang dilaksanakan di Auditorium Politeknik Negeri Batam ini juga melibatkan dan disaksikan oleh Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan Batam, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, para pelaku dan pegiat bisnis digital, pimpinan 6 politeknik peserta program, 65 partisipan program, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Dr. Priyono Eko Sanyoto mengatakan, kerjasama ini utamanya berbentuk program training for trainers (ToT) seputar topik teknologi informasi (information technology/IT) bagi 65 dosen politeknik. “Mereka berasal dari Politeknik Negeri Batam, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Bandung dan Politeknik Negeri Bengkalis,” katanya.

Menurutnya, program ini merupakan satu dari tiga bidang ekonomi digital yang dikembangkan oleh Politeknik Negeri Batam yaitu industri kreatif, logistik dan industri 4.0. Pengembangan perangkat lunak sendiri merupakan bagian dari industri kreatif.

“Ketiga bidang tersebut saling terkait satu sama lain. Tanpa tata kelola logistik yang baik, kegiatan industri kreatif seperti e-commerce tidak dapat tumbuh cepat secara kompetitif. Sebaliknya, tanpa dukungan produk industri kreatif, sistem logistik tidak dapat berjalan dengan efisien,” imbuh Dr. Eko.

Sementara itu, Joanne Ng dari Temasek Foundation International mengungkapkan bahwa pelatihan semacam ini sejalan dengan misi Yayasan. “Berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup di kawasan Asia Tenggara,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Tan Junming, perwakilan Singapore Polytechnic. Menurutnya, mereka sangat senang dapat berkolaborasi dengan institusi politeknik di Indonesia. “Berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknologi adalah hal yang sangat penting bagi kedua negara. Kegiatan ini jelas memperluas jejaring dan membuka banyak kesempatan untuk kerjasama di ranah pendidikan keterampilan digital di masa mendatang,” imbuhnya.

Kerjasama ini juga didukung oleh Nongsa Digital Park, yaitu kawasan digital di Batam yang diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi digital di Batam. Nara Dewa, Human Resources Manager Nongsa Digital Park, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program ini. “Saat ini Nongsa Digital Park sudah siap beroperasi dengan para pelaku industri di bidang teknologi finansial,” ujarnya.

Program ini sendiri merupakan bagian dari Polytechnic Education Development Project (PEDP) yang dipimpin Kemristekdikti dan didukung oleh Asian Development Bank dan Pemerintah Canada, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan politeknik di Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap, di mana dua tahap pertama dilaksanakan di Batam dan tahap terakhir di Singapura, dengan durasi masing-masing antara 3-7 hari. Pelatihan ini akan menyeleksi 30 Master Trainers yang tugasnya adalah menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilannya melalui program pelatihan serupa kepada sedikitnya 90 pelatih baru di tahun berikutnya.

Melalui mekanisme ini, pada tahun 2019 nanti Indonesia diharapkan akan memiliki sebanyak 2.700 tenaga terampil di bidang IT, untuk mengisi kebutuhan industri maupun bergerak sebagai teknopreneur. Kegiatan berbagi pengalaman dan pengembangan keahlian ini difasilitasi oleh staf pengajar Singapore Polytechnic, di mana akan difokuskan pada penguatan kemampuan teknis di bidang pemrograman, framework, pengembangan aplikasi baik front-end dan server-end, hingga aspek cybersecurity.

 

Sumber: Sindo Weekly, ‘Menuju Batam sebagai Jembatan Digital Indonesia‘, 7 Maret 2018, <http://sindoweekly.com/educare/daily/07-03-2018/menuju-batam-sebagai-jembatan-digital-indonesia> [diakses 14 Maret 2018]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *