Metode Belajar Anak Tunarungu Lebih Efektif Lewat Inovasi Ini

/ / Berita, Politeknik Indonesia
Metode Belajar Anak Tunarungu Lebih Efektif Lewat Inovasi Ini

Anak berkebutuhan khusus tunarungu adalah anak yang mempunyai kesulitan atau gangguan pada indera pendengaran, baik permanen maupun tidak permanen. Hal itu dapat menyebabkan anak berkebutuhan khusus tunarungu kesulitan dalam hal komunikasi dan berbicara. Tak jarang mereka terhambat juga dalam menyerap pelajaran. Selain itu anak dengan gangguan pendengaran memiliki penguasaan kosakata yang kurang, baik secara lisan maupun tulisan. Sehingga mereka memiliki sebutan miskin kosakata.

Oleh karena itu dibutuhkannya media belajar yang dapat membantu anak berkebutuhan khusus tunarungu untuk belajar kosakata. Di tangan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, ada solusi belajar bagi anak tuna rungu agar lebih semangat lagi.

Mahasiswi bernama Setiyowati dan tim membuat media pembelajaran Arthur ‘Augmented Reality untuk Tunarugu’. Alat itu sebagai media pembelajaran kosakata. Media pembelajaran ini dirancang menggunakan teknologi augmented reality untuk siswa tunarungu taman kanak kanak di SLB Karya Mulia Surabaya. Media pembelajaran ini memadukan 30 flashcard yang berisi tentang 10 nama transportasi, 10 nama anggota badan, serta 10 nama benda sekitar.

“Jadi alat ini dapat memvisualkan video peraga bahasa isyarat ketika flashcard di-scan menggunakan aplikasi Arthur,” kata Setiyo dalam keterangan tertulis, Selasa (17/7).

Sebagai penggagas, Setiyo menilai masih kurang media pembelajaran yang dibuat khusus untuk anak berkebutuhan khusus tuna rungu. Berdasar hasil survei di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Surabaya, mereka mengaku masih belum tersedianya media pembelajaran yang khusus dibuat untuk anak tunarungu.

“Hal ini tentunya menjadi kendala bagi SLB tersebut untuk mengajarkan kosakata pada siswa,” kata Setiyo.

Dia berharap dengan media pembelajaran ini dapat membantu para pengajar dan orang tua untuk meningkatkan kosakata pada anak berkebutuhan khusus tunrungu. Sejalan dengan hal ini orang tua dari siswa berkebutuhan khusus tuna rungu berharap agar media pembelajaran anak berkebutuhan khusus lebih banyak dikembangkan lagi.

“Sehingga anak lebih mudah menyerap banyak ilmu dan kosakatanya semakin kaya,” pungkasnya.

 

Sumber: Jawa Pos, ‘Lewat Inovasi Ini, Metode Belajar Anak Tunarungu Kini Lebih Efektif‘, 18 Juli 2018, <https://www.jawapos.com/pendidikan/18/07/2018/lewat-inovasi-ini-metode-belajar-anak-tunarungu-kini-lebih-efektif> [diakses 10 Agustus 2018]