P3M-PNP Gandeng Pemda Untuk Hasilkan Produk Ilir

/ / Berita
P3M-PNP Gandeng Pemda Untuk Hasilkan Produk Ilir

Kualitas perguruan tinggi mencerminkan kualitas dosen. Jika kemampuan dan karya nyata dosen berhasil mendapatkan pengakuan nasional dan internasional, otomatis akreditasi perguruan tinggi tempat mereka mengabdi ikut terdongkrak. Pengelola Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Padang (P3M-PNP) berperan penting dalam memfasilitasi dosen agar kualitas yang diharapkan terwujud. Terpilihnya Yuhefizar, S.Kom, M.Kom. dalam jabatan Kepala P3M-PNP, diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya yang lebih baik dan dana hibah yang terserap lebih banyak.

Direktur PNP, Surfa Yondri, ST.SST. M.Kom. dalam acara serah terima jabatan di lingkungan PNP Rabu, 20 Maret 2019 menyatakan, sebagai ilmuan, dosen diharuskan untuk mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu , teknologi, dan seni.

Tugas utama tersebut diaplikasikan melalui konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Namun kita tidak perlu terpaku pada penelitian yang hibahnya bersumber dari Kemenristekdikti. Ke depan tak ada salahnya kita menggandeng Pemda, terutama untuk menghasilkan produk ilir.

Industri ilir adalah industri yang menghasilkan bahan baku (industri hulu) menjadi industri yang mengolahnya menjadi barang jadi (industri hilir). Saya sering ditanya wartawan dan Pemda, apa produk PNP terbaru yang bisa dimanfaatkan masyarakat saat ini?

Direktur PNP, Surfa Yondri, ST.SST. M.Kom

Mungkin kita perlu menginventariasi karya-karya yang pernah kita hasilkan, sehingga bisa dibuat ulang jika ada permintaan serupa dari mitra Pemda,” ungkapnya.

Dalam Raker PNP 2019, Revalin Herdianto, ST, M.Sc., Ph.D., mantan Kepala P3M-PNP melaporkan, target P3M ini pada 2019 adalah menghasilkan 30 HKI yang didaftarkan, 60 judul publikasi nasional, 20 judul publikasi internasional, dan 350 kali sitasi karya ilmiah.

Pada 2018, untuk penelitian dana DIPA berhasil terserap dana dari 66 judul penelitian dan 40 judul pengabdian kepada masyarakat, 40 judul penelitian desentralisasi dan 5 judul pengabdian IbM.

Andai PNP tidak bisa melebihi atau menyamai target dan realiasi hibah kegiatan P3M pada tahun lalu, tahun ini diharapkan PNP bisa menggandeng Pemda untuk melakukan aktifitas P3M karena beberapa Pemda sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan PNP, meski kebanyakan di luar kegiatan P3M, jelas Yondri optimis.

Di sisi lain, kemungkinan tahun ini publikasi internasional mencapai lebih dari 20 judul, atau justru meningkat dibanding tahun lalu.

Kepala P3M-PNP Yuhefizar, S.Kom, M.Kom

Labor dan Bengkel Ujung Tombak Pendidikan Vokasi

PNP bisa dikatakan sebagai perguruan tinggi vokasi karena tersedianya labor bengkel, dan studio. Sayangnya, kondisinya masih berupa peralatan lama, meski dianggap ujung tombak pendidikan vokasi. Namun Yondri mengimbau agar civitas akademika tidak merisaukan kondisi ini.

Secara filosofis politeknik, peralatan bukanlah satu-satunya yang akan menghalangi kita bekerja. “Waktu saya berkunjung ke Tokyo, Toyota Collage masih menggunakan peralatan bengkel yang sama dengan yang peralatan yang ada di Bengkel Teknik Mesin PNP.

Politeknik pada prinsipnya adalah perguruan tinggi vokasi yang menjembatani STM dan engineer, bukan melahirkan ilmuan. Komunikasi antara keduanya itulah yang mestinya kita isi sekarang. Kita harus pertajam substansi vokasi D-3, meskipun pendirian D-4 vokasi juga menjadi tuntutan.

Untuk menyelaraskan permintaan pasar dan lulusan yang dihasilkan, komunikasi dengan pasar mestinya dilakukan. Sebagian dosen PNP sudah bisa melaksanakan kegiatan monitoring dengan mengunjungi mahasiswa yang praktik secara bertahap, meski belum semua. Apa yang dilakukan dosen-dosen dari Jurusan Akuntansi ke perusahaan tempat mahasiswa mereka praktik, bisa jadi contoh/ model. Mereka menyelenggarakan diskusi/ FGD untuk menggali kebutuhan perusahaan terhadap produk lulusan yang mereka hasilkan.

Dewasa ini pemerintah menuntut magang bersertifikasi, ini bisa berdampak mahasiswa kita tidak mendapatkan perusahaan tempat praktik kerja lapangan (PKL) jika kita tidak segera merevisi kurikulum.

Sebagian besar perusahaan bonafid, popular dan favorit menerapkan Human Capital Magang Bersertifikat 6 bulan. Mereka diuntungkan dengan praktik 6 bulan tersebut. Masa 3 bulan PKL yang selama ini kita praktikkan menurut sebagian perusahaan cuma efektif untuk memberi pelatihan untuk pekerjaan yang akan mereka lakukan, jika ditambah 3 bulan untuk mempraktikkannya, baru perusahaan mendapatkan manfaat.

Dr. Afrizal Yuhanef

Mungkinkah PDD Stop Terima Mahasiswa Baru?

Direktur Yondri juga mengabarkan, pihaknya sudah menerima Surat Dirjen Kelembagaan Dikti yang pada prinsipnya meminta PNP hanya menamatkan mahasiswa kelas Pendidikan di Luar Domsili (PDD) yang masih ada. Pada 2020 tidak dibenarkan lagi menerima mahasiswa baru, kecuali mendapat pendanaan dari Pemda setempat.

Dalam waktu dekat, Direktur dan Senat akan menyelenggarakan rapat khusus rintisan komunitas untuk membahas status PDD ini. “Tidak gampang membawa peralatan bengkel dan labor PDD ke perguruan tinggi pembina, PNP. Jika tidak diatur, bisa jadi temuan BPK, dan berdampak pada Politeknik Pembina”, pesannya.

Sementara, PDD hanya bisa dilanjutkan jika sumber pendanaannya jelas. Kalau senat setuju, kita lanjutkan, jika tidak, kita tutup. Jumlah staf di PDD juga harus dipikirkan. Jika nanti diputuskan mandiri, jangan sampai menuai polemik seperti beberapa PDD dan Akademi Komunitas yang dinyatakan mandiri. Setelah dinyatakan mandiri, dicek, mahasiswanya ternyata tak ada dan peralatannya pun sudah berdebu.

Afrizal Yuhanef, adalah Doktor Pendidikan yang disebut dan diharapkan bisa urun rembuk agar PNP bisa ambil bagian dalam program E-learning.

Secara nasional, politeknik Indonesia diharapkan mampu menerima 5.000 orang mahasiswa setiap tahunnya. PNP baru mampu menerima 1300 orang.

Perlu dipikirkan juga bagaimana PNP bisa ambil bagian dalam E-learning karena begitu banyak efisiensi yang bisa dilakukan. Software E-learning merupakan sistem pembelajaran berbasis elektronis yang memanfaatkan jaringan seperti LAN, WAN, atau internet untuk pembelajaran jarak jauh, seperti CBT (Computer Based Training) atau WBT (Web Based Training).

Sebagai sistem stand-alone, Software E-learning dapat juga digunakan untuk menampilkan data maupun aktifitas interaktif berbasis komputer lainnya. Di sisi lain, sebagai sebuah sistem pembelajaran, e-learning dapat mengendalikan berbagai macam aktifitas pembelajaran, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Program-program pelatihan juga dapat didesain secara lebih efisien dan efektif.

Masalah ruang kuliah, pengeluaran, dan penjagaan bisa diatasi sebagaimana dilakukan Universitas Terbuka dunia yang memiliki ratusan ribu mahasiswa di berbagai negara, jelas Direktur yang baru saja menambah Bandwidth ‘cakupan frekuensi transfer data’ untuk ujian masuk berbasis komputer, dari 180 menjadi 250 banded ini.

Seleksi mandiri diperkirakan akan mengganti UN. Seleksi mandiri (bukan kelas mandiri) bertujuan untuk mendapatkan sumbangan institusi 30% dari yang mendaftar. Pengutipannya hanya 1 kali, selanjutnya bisa dilanjutkan dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Sehubungan dengan penerimaan mahasiswa baru yang sebentar lagi dilaksanakan, Direktur PNP ini mengimbau civitas akademikanya untuk membantu meningkatkan promosi penerimaan mahasiswa di media sosial. Sejumlah 3800 orang mahasiswa adalah media efektif yang bisa dimanfaatkan untuk kerjasama promosi itu, prediksinya.

 

Sumber: PNP, ‘P3M-PNP Gandeng Pemda Untuk Hasilkan Produk Ilir‘, 22 Maret 2019, <http://www.pnp.ac.id/?p=5830> [diakses 23 April 2019]