Polytechnic Education Development Project (PEDP)

BACKGROUND

Polytechnic Education Development Project (PEDP), Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan politeknik dalam mendukung pengembangan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pengusaha di lima industri prioritas:

  1. Agro Industri
  2. Energi/Pertambangan
  3. Manufaktur
  4. Pariwisata
  5. Infrastruktur

Proyek ini mengadopsi pendekatan terpadu, menangani prioritas akses yang merata, hasil kerja lulusan, manajemen subsektor, kualitas program studi dan relevansi. Proyek ini memberikan intervensi dalam hal peningkatan belajar-mengajar dan peralatan penelitian, revisi kurikulum untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri, pelatihan guru, peningkatan fasilitas laboratorium, dan pembentukan sertifikasi dan unit pengujian sebagai respon terhadap Indonesia Qualification Framework (IQF)

Program PEDP pada PCR

TUJUAN

Tujuan dari PHK-PMPP meliputi 4 fokus utama pengembangan sebagai berikut:

  • Peningkatan Mutu & Relevansi
  • Peningkatan Akses & Kesetaraan
  • Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan
  • Penguatan Tatakelola Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik

EXPECTED OUTCOME AND OUTPUTS

Proyek ini diharapkan memberikan dampak untuk mewujudkan pendidikan politeknik yang responsif terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas di sektor-sektor prioritas.

Target kinerja proyek ini adalah:

  1. Jumlah mahasiswa politeknik terdaftar dalam program studi di sektor lima prioritas meningkat sebesar 25%, dengan minimal 30% adalah mahasiswa
  2. Jumlah lulusan politeknik mendapatkan pekerjaan yang relevan dalam waktu enam bulan kelulusan meningkat sebesar 25% pada lima sektor prioritas, dengan minimal kenaikan 15% untuk mahasiswa perempuan.

Proyek ini berfokus pada empat tujuan:

  1. Peningkatan kualitas dan relevansi dari sistem politeknik
  2. Peningkatan akses dan kesetaraan kepada lembaga-lembaga politeknik
  3. Peningkatan keterlibatan sektor swasta dalam peningkatan budaya kewirausahaan untuk memperkuat daya saing lulusan politeknik
  4. Memperkuat tata kelola dan penyelenggaraan pendidikan politeknik

SCOPE OF ACTIVITIES

Proyek ini memberi bantuan dalam penguatan standar dan hasil pembelajaran dengan  berkolaborasi dengan industri yang sejalan dengan IQF, meningkatkan keterampilan dosen melalui program kerjasama yang diselenggarakan dalam kemitraan dengan industri dan mitra internasional, meningkatkan pengajaran dan peralatan belajar, meningkatkan  kemitraan dengan industri, dan memulai pembangunan program unggulan dalam ilmu terapan dan teknologi. Proyek ini juga meningkatkan strategi untuk peningkatan penerimaan mahasiswa, memberikan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu, dan memperkenalkan cara baru untuk memperoleh keterampilan melalui Recognition of Prior Learning (RPL).Untuk mengatasi masalah masalah strategis pendidikan politeknik, proyek ini akan mendukung kebijakan studi dan dialog di antara pemangku kepentingan, dan memperkuat manajemen kapasitas sistem politeknik dengan memperkenalkan kepemimpinan dan program pelatihan manajemen.

FOKUS PROGRAM

Upaya meningkatkan Mutu dan Relevansi dari program-program studi bisa dilakukan antara lain melalui:
Kegiatan Utama:

  • Peningkatan kolaborasi dengan industri dan asosiasi profesi untuk menentukan standar industri secara nasional di bidang inovasi terkait.
  • Penyempurnaan kurikulum termasuk perangkatnya seperti bahan ajar dan instrumen penilaian berdasarkan standar industri serta mengacu kepada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  • Peningkatan kualitas proses belajar mengajar dan peralatan sesuai dengan tuntutan kurikulum serta penerapan sistem penjaminan mutu
  • Peningkatan mutu dosen melalui program program kerjasama dengan perguruan tinggi nasional maupun internasional serta program kerjasama dengan industri
  • Peningkatan jumlah lulusan yang tersertifikasi di bidang yang terkait dengan unggulan teknologi yang dibangun.

Mengembangkan mekanisme penjaringan peserta didik, melalui peningkatan akses, kesetaraan jender, dan membuka kesempatan yang sama bagi calon mahasiswa yang secara ekonomi kurang beruntung, dengan tetap memperhatikan potensi akademik.

Mengembangkan suatu mekanisme kerjasama kelembagaan yang saling menguntungkan dengan pihak industri/pengusaha untuk meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan.

Meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas kepemimpinan dan tata kelolanya berdasarkan prinsip good governance.

  • Pengembangan organisasi politeknik melalui studi kebijakan untuk mendukung penyelenggaraan Credit Transfer system (CTS), Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (PVB), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
  • Peningkatan tata pamong seperti sistem penjaminan mutu internal dan eksternal, sistem pengawasan internal; sistem informasi akademik, kepegawaian, keuangan, pelatihan manajemen, dan sertifikasi satuan organisasi.

ORGANIZATION

Proyek ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (BELMAWA) di bawah DIKTI. Direktorat Jenderal memiliki tanggung jawab secara keseluruhan untuk koordinasi dan manajemen proyek. BELMAWA menunjuk direktur proyek yang memiliki tanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan proyek secara keseluruhan, dan memberikan pengarahan kepada Unit Manajemen Proyek (UMP), yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan dan administrasi proyek. Pada setiap politeknik yang berpartisipasi, dibentuk unit pelaksana proyek (UIP), di bawah pengawasan direktur politeknik, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek. UIP bekerja sama dengan tim dari program studi yang terpilih.

FINANCING

Proyek ini dibiayai oleh pinjaman dari Asian Development Bank (ADB),  hibah dari Pemerintah Kanada, dan dana pendamping pemerintah. Jumlah pinjaman adalah sebersar 75 juta Dollar AS, yang telah disetujui pada tanggal 31 Oktober 2012, dinyatakan efektif pada tanggal 7 Januari 2013 dan penutupan dijadwalkan pada 30 Juni 2018. Dana pinjaman digunakan untuk membiayai investasi proyek seperti peralatan dan bahan, jasa konsultasi, Program pengembangan, penelitian dan lokakarya, dan penyediaan dana keterampilan nasional. Pemerintah memberikan dana pendamping sebesar 16.7 juta Dollar AS, diutamakan untuk manajemen proyek keuangan, pajak dan bea. Pemerintah Kanada memberikan 5,0 juta Dollar Canada (setara dengan $ 4.95 juta). Dana hibah digunakan untuk mengimbangi dana pinjaman, terutama untuk mendukung kegiatan tambahan yang berhubungan dengan

  1. Penguatan kapasitas lembaga politeknik dalam menyelenggarakan program agar memenuhi standar industri,
  2. Pengenalan pendekatan inovatif dalam kerjasama dengan industri dan masyarakat berdasarkan pengalaman internasional,
  3. Mendukung DIKTI dalam menciptakan sinergi antara politeknik dan perguruan tinggi yang baru didirikan
  4. Meningkatkan pendidikan tinggi politeknik / SMK kepada para pemangku kepentingan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat dan industri.

Daftar Politeknik yang Berpartisipasi

No Politeknik Area Fokus
A Politeknik Penugasan (2013)  
1  Politeknik Negeri Padang (PNP)  Teknik pendukung untuk pertambangan batubara
2  Politeknik Negeri Samarinada(POLNES)  Pertambangan batubara and pengolahan
3  Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang)  Teknologi pengolahan pakan
4  Politeknik Negeri Bali (PNB)  Pariwisata
5  Politeknik Negeri Ujung Pandang  (PNUP)  Teknik pendukung untuk industri nikel
6  Politeknik Negeri Ambon (POLNAM)  Mesin agroindustri
7  Politeknik Negeri Lampung (POLINELA)  Industri pengolahan karet (hilir)
8  Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP)  Budidaya ikan khusus
9  Politeknik Negeri Bandung (POLBAN)  Konstruksi dan manajemen jembatan dan jalan hijau
10  Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (POLMAN)  Manufaktur peralatan transportasi
11  Politeknik Negeri Jember (POLIJE)  Pengolahan & kemasan makanan dan minuman
12  Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani Payakumbuh)  Teknologi pengolahan kelapa sawit
13  Politeknik Negeri Manado (POLIMDO)  Pengolahan batang kelapa untuk perabotan
B Batch-1 (Mid 2013)  
1  Politeknik Negeri Banyuwangi (POLIWANGI)  Industri kelautan
2  Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (Politani Pangkep)  Penangkapan ikan dan teknologi pengolahan
3  Politeknik Negeri Malang (POLINEMA)  Pengolahan dan kemasan makanan
4  Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL)  Kelapa Sawit
5  Politeknik Negeri Lampung (POLINELA)  Pengolahan sabut kelapa
6  Politeknik Negeri Jember  (POLIJE)  Makanan dan Minuman
7  Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)  Infrastruktur
8  Politeknik ATMI Surakarta  Industri Alat Angkut
9  Politeknik Caltex Riau (PCR)  Teknologi Otomasi
10  Politeknik Negeri Indramayu (POLINDRA)  Industri Alat Angkut dan Telematika
11  Politeknik  LPP Yogyakarta  Teknologi pengolahan gula
12  Politeknik Mekatronika Sanata Dharma (PMSD)  Makanan dan Minuman
C Batch-2 (2014)  
1  Politeknik Negeri Medan (POLMED)  Agroindustri
2  Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)  Telematika
3  Politeknik Negeri Semarang (POLINES)  Telematika
4  Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)  Telematika
5  Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)  Desain dan Manufaktur Kapal Kecil dan Menengah
6  Politeknik Negeri Pontianak (POLNEP)  Agroindustri
7  Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang)  Pengembangan agro-forestry
8  Politeknik Pos Indonesia (POLTEKPOS)  Manajemen logistik dan supply chain
9  Politeknik Negeri Cilacap  Manufaktur dan Otomasi Industri
10  Politeknik Perdamaian Halmahera (PADAMARA)  Pertanian dan Perikanan
D Batch-3 (Mid 2014)  
1  Politeknik Negeri Batam (POLIBATAM)  Industri Telematika (Mikroelektronika)
2  Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (POLMAN BABEL)  Industri Perkapalan
3  Politeknik Negeri Bandung (POLBAN)  Industri Pengolahan Makanan dan Minuman
4  Politeknik Negeri Banjarmasin (POLIBAN)  Batubara (Pertambangan/ Energi)
5  Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani Samarinda)  Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan

Target Indikator kerja Polytechnic Education Development Project

Indikator kinerja yang harus dicapai pada level outcome dan output pada masing-masing politeknik pengusul mengacu kepada indikator pada tingkat program keseluruhan proyek secara nasional Mengacu kepada indikator kinerja tersebut, maka Indikator Kinerja Utama (IKU) yang diusulkan sekurang-kurangnya mencantumkan beberapa indikator sebagai berikut:

  • Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan Politeknik:
    • Terbentuknya rintisan Program Magister Terapan (S2 Terapan) yang sesuai dengan salah satu dari 5 sektor prioritas. (Indikator ini untuk Politeknik yang mengajukan Skema B1 dan Skema B3).
    • Terbentuknya Pusat Unggulan Teknologi yang sesuai dengan sektor prioritas dalam koridor ekonomi. (Indikator ini untuk Politeknik yang mengajukan Skema B2 dan Skema B3).
    • Pengadaan peralatan, peralatan pendukung dan material pada Politeknik (sebutkan jumlah target paket atau unit peralatan yang akan diadakan).
    • Staf pengajar yang mengikuti pelatihan keahlian/profesional tersertifikasi (sebutkan jumlah target staf pengajar yang akan mengikuti pelatihan keahlian/profesional tersertifikasi)
    • Mahasiswa yang lulus sertifikasi pada Tempat Uji Kompetensi yang terakreditasi nasional atau internasional (sebutkan jumlah mahasiswa yang ditargetkan lulus sertifikasi pada Tempat Uji Kompetensi yang terakreditasi nasional atau internasional mengacu pada KKNI (IQF) dan BNSP.
    • Kurikulum sesuai standar industri pada koridor ekonomi yang sudah ditentukan dan mengacu pada KKNI (IQF) yang dilengkapi bahan ajar dan instrumen evaluasi telah dilaksanakan (sebutkan sektor industri prioritas yang diusulkan)
    • Sistem penjaminan mutu, sistem akreditasi dan sistem sertifikasi termasuk ketentuan RPL.
    • Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan/atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) (sebutkan jumlah target TUK dan/atau LSP yang akan dibentuk)
    • Kerjasama industri atau pemerintah daerah yang terjalin (sebutkan target kerjasama industri atau pemerintah daerah yang akan dilaksanakan)
  • Peningkatan Kesetaraan dan Akses ke Institusi Politeknik
    • Kerjasama dengan SMK dan pihak swasta untuk program transfer kredit bagi sejumlah siswa untuk program vokasi berkelanjutan (PVB) – 30% wanita (sebutkan jumlah siswa yang akan diterima pada program Diploma 1 PVB)
    • Program sertifikasi melalui skema RPL untuk lulusan SMK yang sudah berpengalaman (sebutkan jumlah lulusan SMK yang akan disertifikasi melalui skema RPL)
    • Mahasiswa baru pada program studi terkait (sebutkan jumlah mahasiswa targetnya)
    • Mahasiswa baru wanita pada program studi terkait (sebutkan jumlah mahasiswa wanita targetnya)
    • Mahasiswa tidak mampu penerima beasiswa pada program studi terkait . Program pemberian beasiswa akan dilakukan dalam skema hibah terpisah (sebutkan jumlah mahasiwa tidak mampu yang menjadi targetnya)
    • Mahasiswa wanita penerima beasiswa pada program studi terkait. Program pemberian beasiswa akan dilakukan dalam skema hibah terpisah (sebutkan jumlah mahasiswa wanita yang menjadi targetnya)
  • Peningkatan Keterlibatan Sektor Swasta dalam Meningkatkan Daya Saing Lulusan Politeknik
    • Program studi yang kurikulumnya diakui (recognized) oleh industri (sebutkan target jumlah program studi yang direncanakan kurikulumnya diakui oleh asosiasi industri atau asosiasi profesi
    • Kerjasama dengan asosiasi industri/profesi untuk menerapkan pelayanan pengembangan keterampilan melalui pemagangan atau bantuan tenaga ahli dari industri (sebutkan target jumlah kerjasama dengan industri untuk kegiatan tersebut)
  • Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Pendidikan Politeknik
    • Staf Politeknik yang dilatih tentang manajemen proyek – 20% wanita (sebutkan jumlah staf yang ditargetkan untuk memperoleh pelatihan manajemen proyek)
    • Dokumen sistem pengawasan dan pelaporan (monitoring and report system).
    • Dokumen sistem advokasi utk mendukung peningkatan mahasiswa baru, pelayanan kualitas dan penyerapan lulusan
    • Dokumen sistem penelusuran lulusan untuk melihat dampak dari lulusan program studi yg diperbaiki melalui program ini.
  • Selain Indikator Utama sebagaimana disebutkan di atas, Politeknik pengusul dapat juga menambahkan beberapa Indikator Kinerja Tambahan (IKT) sebagai berikut:
    • Jumlah prototipe teknologi yang dikembangkan bersama mitra kerja
    • Dokumen sistem pengawasan dan pelaporan (monitoring and report system).
    • Besarnya nilai kontrak kerja dengan mitra industri
    • Peningkatan jumlah dan persentase mahasiswa baru perempuan
    • Masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama
    • Jumlah dan persentase jumlah lulusan perempuan yang memperoleh pekerjaan