Peralatan CCTV Pengidentifikasi Wajah Tidak Murah, Pemkot Surabaya Gandeng PENS

/ / Berita
Peralatan CCTV Pengidentifikasi Wajah Tidak Murah, Pemkot Surabaya Gandeng PENS

Pengadaan 1.200 CCTV pengidentifikasi wajah di Kota Surabaya akan membutuhkan anggaran besar. Selain dibutuhkan unit CCTV yang harga per unitnya mencapai jutaan Rupiah, juga dibutuhkan server dengan kapasitas lebih besar sehingga bisa merekam foto semua orang yang melintas.

“Kami sadar bahwa pengadaan alat CCTV ini tidak murah. Makanya kami gandeng kampus PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) untuk membuat aplikasinya,” kata Kepala Dinas Kominfo, Agus Iman Sonhaji, Minggu (14/10).

Kerjasama dengan perguruan tinggi itu untuk menekan biaya. Pihak kampus yang bergerak di bidang IT ini sudah menyiapkan aplikasi pengenal wajah melalui CCTV. Caranya dengan memanfaatkan CCTV yang ada dan terintegrasi dengan Command Center. Setidaknya 20 CCTV di Balai Kota Surabaya akan diujicobakan untuk CCTV pendeteksi wajah.

“Setelah Purabaya kami akan adopsi CCTV pengenal wajah untuk Balai Kota. Setiap orang yang melintas akan terekam dan tersimpan wajahnya di server,” tambah Agus.

CCTV pendeteksi dan perekam wajah sangat diperlukan untuk membantu petugas polisi mencari DPO atau pelaku. Bahkan warga pun bisa membantu mengungkap pelaku saat pelaku ini melakukan kejahatan.

Ini tidak lepas dari setiap orang saat ini memiliki ponsel berkamera. Saat warga mengetahui pelaku dan memotret saat beraksi, nanti pelaku akan terungkap melalui CCTV pendeteksi wajah.

“Caranya foto lama dimasukkan database dan ternotifikasi saat yang bersangkutan melintas,” kata Agus.

Peningkatan fungsi CCTV pengawasan milik Pemkot Surabaya sebagai pendeteksi wajah disambut baik oleh sejumlah masyarakat.

Seperti yang diungkapkan Amelia Rahma (25), warga Genteng. Menurutnya CCTV akan lebih bermanfaat dengan fungsi tambahan barunya dibandingkan hanya memantau lalu lintas.

“Sistemnya harus sudah disinkronkan dengan data kependudukan,”ujarnya.

Amel membayangkan sistem ini akan secanggih pemakaian deteksi wajah yang biasanya ada di film. Sistem deteksi wajah harusnya bisa mendata wajah yang terdeteksi berdasarkan data kependudukan.

“Kalau bisa bukan cuma data warga Kota Surabaya, karena di sini banyak pendatang juga,” urainya.

Pendeteksi wajah ini bisa dilakukan untuk mendeteksi pelaku kejahatan, informasi orang hilang dan berbagai kondisi yang membutuhkan pengenalan wajah.

“Petugasnya juga harus yang ahli, jangan sampai bingung lihat wajah orang. Apalagi kalau resolusi kameranya jelek,” kata Amel.

Senada diungkapkan Anton Prakasa (31). Sistem deteksi wajah sudah menunjukkan kemajuan teknologi Kota Surabaya. Hanya saja jika lokasi penempatan CCTV terbatas di tempat khusus akan menyulitkan pencarian orang .

“Titik-titik buta harus dicari. Jadi biar bisa menjangkau seluruh lokasi di Surabaya. Karena kejahatan malah kadang di tempat yang buta CCTV,” paparnya.

 

Sumber: Surya, ‘Peralatan CCTV Pengidentifikasi Wajah Tidak Murah, Pemkot Surabaya Gandeng PENS‘, 14 Oktober 2018, <http://surabaya.tribunnews.com/2018/10/14/peralatan-cctv-pengidentifikasi-wajah-tidak-murah-pemkot-surabaya-gandeng-pens?page=all> [diakses 26 Oktober 2018]