Politani Pangkep Produksi Pupuk Kompos dan Pupuk Cair dari Limbah Sapi

/ / Berita
Politani Pangkep Produksi Pupuk Kompos dan Pupuk Cair dari Limbah Sapi

Politeknik Pertanian Negeri Pangkep atau akrab dikenal sebagai Politani Pangkep memiliki Program Pengembangan Usaha Produk Inteletual Kampus (PPUPIK) yang saat ini tengah dikembangkan.

PPUPIK merupakan suatu unit produksi yang dibentuk melalui program DRPM Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Program ini untuk kembangkan program inovasi berbasis ipteks di kalangan dosen di perguruan tinggi.

PPUPIK ini dikelola oleh staf dosen di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yaitu Erna Halid sebagai penanggung jawab kegiatan Dr Nurmiaty penanggungjawab produksi dan pemasaran serta Seniorita bertanggung jawab terhadap keuangan dan administrasi.

Pada program Ristek Dikti ini, pihak Politani Pangkep memilih usaha memproduksi pupuk organik padat berupa pupuk kompos dan pupuk cair dari urine sapi dan bio slurry yang selanjutnya dipasarkan ke masyarakat dan instansi.

Dikutip dari rilis Humas Politani Pangkep ke tribun-timur.com, kegiatan PPUPIK ini dilaksanakan di lokasi kebun percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Politeknik Pertanian Negeri Pangkep.

“Pelaksanaan program ini akan dibantu pembiayaan dari DRPM Ristek Dikti dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep selama tiga tahun (2018-2020). Setelah itu, diharapkan unit usaha ini sudah bisa mandiri,” kata Erna Halid.

Tujuan PPUPIK Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yaitu pertama mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan di Politeknik Pertanian Negeri Pangkep. Kedua membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru.

Ketiga menunjang otonomi kampus perguruan tinggi melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra. Keempat memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa.

Kelima mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi bagi masyarakat. Dan keenam membina kerjasama dengan sektor swasta termasuk pihak industri dan sektor pemasaran.

“PPUPIK Politeknik Pertanian Negeri Pangkep mengembangkan inovasi teknologi di dalam menghasilkan pupuk organik yang berkualitas, yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman,” tambah Nurmiaty.

“Yang tidak kalah penting, program ini bertujuan meningkatkan jiwa kewirausahaan di kalangan dosen dan mahasiswa di dalam penerapan ipteks di dalam menghasilkan,” jelas Nurmiaty sebagai penanggung jawab produksi.

Pupuk organik baik padat dan cair yang dihasilkan dilakukan melalui proses fermentasidengan menggunakan mikroba, serta adanya penambahan material lainnya yang akan memperkaya kandungan dari pupuk organik yang dihasilkan.

Proses fermentasi dilakukan selama 21-30 hari, pupuk organik yang dihasilkan sudah bisa dimanfaatkan untuk diberikan ke tanaman dengan dosis disesuaikan dengan umur tanaman.

 

Sumber: Tribun Timur, ‘Politani Pangkep Produksi Pupuk Kompos dan Pupuk Cair dari Limbah Sapi‘, 3 Oktober 2018, <http://makassar.tribunnews.com/2018/10/03/politani-pangkep-produksi-pupuk-kompos-dan-pupuk-cair-dari-limbah-sapi> [diakses 15 Oktober 2018]