Politeknik Negeri Jember Beri Pendampingan UKM Minuman Tradisional

/ / Berita
Politeknik Negeri Jember Beri Pendampingan UKM Minuman Tradisional

Tuntutan masyarakat terhadap produk pangan saat ini adalah produk pangan yang aman, sehat serta tidak mengandung bahan berbahaya atau lebih dikenal dengan istilah “kembali ke alam” (back to nature) semakin meningkat.

Hal ini terlihat dengan semakin banyak industri obat tradisional (jamu) maupun minuman kesehatan dengan bahan baku empon-empon, baik skala kecil, menengah maupun besar.

Industri kecil “Rini” merupakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pembuatan minuman kesehatan instan (jamu) yang telah bertahan lebih dari 7 tahun. UKM ini terletak di Desa Sumberpinang Kabupaten Jember.

UKM Jamu “Rini”, secara umum masih menggunakan teknologi sederhana, seperti proses pencucian, pemerasan, penyaringan dan pengemasan masih secara manual dengan tangan sedangkan proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan mesin blender.

Kondisi ini berdampak pada kapasitas kerja rendah, kualitas produk tidak higienis (banyak bersentuhan dengan tangan pekerja), tidak ergonomis serta mesin blender sering mengalami kerusakan karena bekerja dengan berat. Kelemahan dari cara pemerasan manual adalah rendemen perasan tidak optimal, hal ini dikarenakan semakin lama kemampuan peras akan semakin menurun serta akan memberikan efek panas pada tangan sehingga dikuatirkan terjadi iritasi kulit yang berdampak produk tidak higeinis.

Berawal dari permasalahan tersebut Politeknik Negeri Jember melalui Program Kemitraan Masyarakat melakukan pendampingan pada UKM Jamu “Rini”.

Ketua Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat yang juga dosen Politeknik Negeri Jember, Bekti Maryuni menjelaskan,
Pendampingan tersebut dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan produksi dan pemasaran Jamu “Rini”.

Bekti menambahkan, sebagai tahap awal dari pendampingan ini, dihibahkan peralatan pencuci dan peralatan pemeras empon-empon sebagai bahan dasar jamu sehingga dihasilkan cairan jamu yang higienis karena sentuhan dengan tangan pekerja menjadi lebih sedikit. Alat ini bekerja menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin.

Pemilik UKM Jamu “Rini” sangat antusias dalam menggunakan alat pemeras empon-empon ini.

“Alat ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi dan menjadikan produk kami lebih higienis,” ujarnya.

Mengenani bahan bakar alat ini yang menggunakan bensin, Dia mengatakan hal itu tidak menjadi masalah karena mesin bensin yang digunakan ini sangat irit dan bensin yang digunakan adalah bensin jenis premium sehingga harganya lebih murah.

Bekti Maryuni mengungkapkan, selain mengembangkan alat untuk memeras empon-empon, pihaknya juga akan membuat website yang digunakan untuk memperluas pemasaran Jamu “Rini” untuk area Jember dan sekitarnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jember, Budi Hariono menyambut baik Program Kemitraan Masyarakat ini.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata Politeknik Negeri Jember pada masyarakat Jember dan sekitarnya,” katanya.

Budi berpesan agar kegiatan pendampingan ini terus ditingkatkan dan diperluas ruang lingkupnya agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Jember.

 

Sumber: Jember Post, ‘Politeknik Negeri Jember Beri Pendampingan UKM Minuman Tradisional‘, <http://www.jemberpost.net/politeknik-negeri-jember-beri-pendampingan-ukm-minuman-tradisional/> [diakses 22 Oktober 2018]