Politeknik Negeri Medan Juara Umum National Welding Competition 2018

/ / Berita, Prestasi
Politeknik Negeri Medan Juara Umum National Welding Competition 2018

MedanPoliteknik Negeri Medan (Polmed) menyabet juara umum National Welding Competition (NWC) atau Kompetisi Pengelasan Tingkat Nasional tahun 2018 yang diselenggarakan mulai 6 hingga 8 Agustus 2018 yang dibuka secara resmi oleh Direktur Polmed M. Syahruddin S.T. M.T., Senin (6/8) di lantai V Aula Kampus Polmed, Jalan Mansyur, Medan.

Keluarnya Polmed sebagai juara umum diumumkan panitia pada acara penutupan acara, Rabu (8/8/2018) sore. Juara umum kedua diraih Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung dan juara umum ketiga bersama diraih Politeknik Negeri Batam dan Politeknik Negeri Cilacap karena nilainya sama. Dengan prestasi ini Politeknik Negeri Medan mengungguli 26 politeknik negeri se-In­donesia.

Turut hadir pada acara penutupan tersebut Wakil Direktur II Polmed Abdul Rahman Dalimunthe S.E. Ak. M.Si., Wakil Direktur III Nisfan Bahri S.T. M.T., Wakil Direktur IV Ir. Berta Ginting M.T. dan Kepala Jurusan Teknik Mesin Polmed, Idham Kamil serta wadir III Polmed se-Indonesia.

“Ini prestasi terbaik selama ini, kita lakukan pembinaan melalui perkuliahan hingga menuai juara umum di NWC 2018,” kata Wakil Direktur (Wadir) III Polmed, Nisfan Bahri S.T. M.T. saat memberikan sambutan pada acara penutupan NWC 2018 di lantai V Gedung Z Polmed.

Nisfan Bahri menyebutkan, selama kegiatan NWC ini berlangsung tidak ada kendala apapun. Kegiatan berjalan aman dan peserta yang mengikuti lomba melaksanakannya secara sportif. Begitupun dewan jurinya, memberi penilaian secara adil dan objektif.

“Jadi, tidak ada penilaian yang tak objektif. Bukan karena penyelenggaranya Polmed, lalu Polmed jadi juara umum. Kalaupun Polmed jadi juara umum itu karena penilaiannya dilakukan secara objektif,” kata Nisfan.

Kategori Kompetisi

Di setiap kategori perwakilan Polmed berhasil menyabet juara dalam kegiatan tahu­nan yang diikuti 81 peserta dan 26 official dari seluruh politeknik negeri se-Indonesia.

Adapun pemenang lomba dari kategori tersebut, di antaranya untuk kategori Plat GMAW 3G juara 1 diraih Biji Bancin dari Polmed, juara 2 Abdul Aziz dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, juara 3 Muhammad Ikhsan dari Politeknik Negeri Malang.

Kemudian, untuk kategori Plat GTAW 1 G NWC pemenangnya yakni, juara 1 diraih M Fahmi dari Polmed, juara 2 Yosua MT Sinaga dari Polmed dan juara 3 diraih Imal Hidayat S dari Politeknik Manufaktur Negeri Bandung. Untuk kategori PIPA SMAW 5 G, pemenangnya, juara 1 diraih Bobby Putra Syahdicha dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, juara 2 Buha Nove Damanik dari Polmed, dan juara 3 diraih oleh Misbakhul Aldiyanto dari Polmed.

Selanjutnya, untuk kategori PLAT SMAW 3G, juara 1 diraih Ismail Hasim dari Polmed, juara 2 Catur Pamungkas dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dan juara 3 Aditya Ramadiaz Danindra dari Politeknik Negeri Semarang. Untuk kategori PIPA GMAW 2G, juara 1 diraih Robby dari Polmed, juara 2 Zainul Alim dari Politeknik Negeri Madura dan juara 3 Vijai Tri Handiko Silalahi dari Polmed.

Untuk kategori PIPA SMAW 2 G, juara 1 diraih oleh Evans Ferdyna Gawa dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, juara 2 Gery Putra dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan juara 3 Ali Filayati dari Politeknik Negeri Samarinda. Kategori PIPA GTAW 1 G, juara 1 diraih Aldi Fadhlurohman Santoso dari Politeknik Negeri Cilacap, juara 2 Ma’ruf Firmansyah dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya dan juara 3 diraih M Amri dari AKN Bengkalis.

Polmed Tempah Pengelas Kompeten dan Profesional

“Seleksi dilaksanakan dalam dua tahap yakni, ujian tulis dan tes rigi-rigi. Pada tes rigi-rigi ini, peserta mempraktekkan pembuat alur las tiga jalur, stop and run dua kali tiap jalur,” ungkap Syahruddin.

Dijelaskan Syahruddin, NWC adalah sebuah kompetisi pengelasan berkala nasional untuk mempertemukan mahasiswa yang telah dibekali keterampilan yang nantinya akan menjadi calon welder profesional. Dimana, lanjutnya, dalam kompetisi ini peserta dinilai kemampuannya dalam hal teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu.

“Selain keterampilan praktik, peserta juga diharapkan dapat mengusai kemampuan teoritis pengelasan. NWC sendiri telah berlangsung secara rutin setiap tahun dilaksanakan di Politeknik Negeri di seluruh Indonesia. Pada tahun 2018 ini, Polmed menjadi pelaksana acara yang diikuti oleh Politeknik Negeri seluruh Indonesia,” katanya. Syahruddin menjelaskan, maksud dan tujuan kompetisi ini diadakan adalah untuk mengukur pencapaian kompetisi pengelasan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan swasta se Indonesia yang mengacu pada standar baku yang berlaku secara nasional dan atai internasional sebagai bahan program pengembangan dan pembinaan kompetensi pengelasan terhadap kebutuhan industri.

“Selain itu juga untuk mendorong minat keahlian pengelasan dalam pemenuhan terhadap permintaan tenaga kerja bidang pengelasan bagi industri baik dalam negeri maupun luar negeri, dan menjaring sumber daya manusia (SDM) berbakat dibidang pengelasan,” imbuhnya.

NWC 2018: Silaturahmi antar Politenik di Indonesia

“Juara umum sebagai panduan kita untuk terus meningkatkan prestasi kembali di ajang yang lain secara nasional,” tutur Nisfan.

Ia mengucapkan terima kasih atas du­kungan dan ikut serta seluruh peserta dalam NCW 2018 di Polmed. Ia menilai kompetisi ini, sebagai wujud silaturahmi antar politenik di Indonesia.

“Belum menerima juara, terus mening­kat­kan kualitasnya dan akan menerima juara tahun depan. Polmed terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan sebagai tuan rumah. Tak lepas ada kekurangan, atas pim­pinan kami meminta maaf dan meng­ucapkan terima kasih,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Jurusan Teknik Mesin Polmed, Idham Kamil menyebutkan, NWC tahun 2018 ini mengusung tema “Mempersiapkan Tenaga Pengelasan yang Kompeten dan Profesional dalam Dunia Industri”. Kegiatan nasional ini diikuti 81 peserta dan 26 official dari 26 Politeknik Negeri yang ada di Indonesia.

 

Sumber: