PT Timah Gandeng Polman Babel Tingkatkan Kualitas SDM Babel

/ / Berita
PT Timah Gandeng Polman Babel Tingkatkan Kualitas SDM Babel

Sebagai perusahaan penghasil biji timah nomor dua terbesar dunia, PT Timah Tbk menyadari tanggung jawabnya untuk juga berkontribusi bagi daerah. Salah satunya dalam upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran di kawasan penambangannya, Bangka Belitung (Babel).

Terbaru, Perseroran melakukan kerja sama dengan Politeknik Manufaktur Negeri (Polman) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) guna terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di Babel.

“Kita bekerja sama dengan Polman Babel untuk meningkatkan SDM dan keterampilan kerja masyarakat yang berkualitas serta berdaya saing,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Amin Haris Sugiarto, di Pangkalpinang, seperti dilansir Antara, Kamis (21/2).

Kegiatan peningkatan SDM masyarakat di Polman, antara lain dilakukan melalui program magang kerja dan penelitian mahasiswa. Sebaliknya, riset di PT Timah dikerjakan oleh Polman.

Nantinya masyarakat yang mengikuti program magang akan mendapatkan sertifikat. Ini diharapkan bisa menjadi bekal agar mereka bisa semakin mudah mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai keahliannya.

Untuk memacu peningkatan kualitas SDM Babel, PT Timah juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja melalui beberapa pelatihan. Di antaranya lewat pelatihan mengelas dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Bahkan program ini sudah masuk ke dalam RJPP perseroan yang disusun lima tahun sekali.

“Saat ini dibutuhkan formasi tertentu, SDM tersebut sudah tersedia. Adapun yang dirasa masih kurang di Babel ini, yaitu subkon sipil atau bangunan sehingga harus datangkan dari luar Bangka,” kata Amin.

Semantara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Toni Purnama berharap, ke depan kerja sama antara PT Timah dan Pemprov Babel dapat lebih intens. Salah satunya dari sisi pengurangan angka pengangguran di daerah penghasil biji timah ini.

“Kami berharap PT Timah dalam perekrutan tenaga kerja untuk lebih memprioritaskan putra putri daerah sehingga mengurangi beban pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran di daerah ini,” tambahnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, sampai Agustus 2018 kemarin masih ada 3,65% angkatan kerja di Bangka Belitung yang berstatus pengangguran terbuka. Jumlah angkatan kerja kawasan ini pada periode yang sama mencapai 727,92 ribu orang. Artinya, masih ada sekitar 26,57 ribu angkatan kerja di Babel yang tidak memiliki mata pencaharian.

Kewajiban Reklamasi

Sejatinya tanggung jawab perseroaan bukan hanya melalui pengembangan SDM. Sebagai perusahaan tambang, PT Timah pun memiliki kewajiban melakukan reklamasi pada lahan bekas pengolahannya.

Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk Alwin Albar mengatakan, pihaknya sedang membuat rencana induk (master plan) kegiatan reklamasi lahan bekas penambangan bijih timah. Agar ke depannya kegiatan penghijauan di lahan kritis lebih optimal dan sesuai peraturan berlaku. Apalagi, Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN telah mengeluarkan Permen tentang kegiatan reklamasi lahan bekas tambang tahun lalu.

“Kementerian ESDM berkeinginan lahan bekas tambang ini harus direklamasi 100% dan ini cukup sulit, apalagi masih adanya aktivitas tambang-tambang ilegal di lahan yang sudah direklamasi perusahaan,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada kuartal III-2018, PT Timah tercatat memproduksi bijih timah sebesar 26.383 ton atau naik 10,60% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 23.854 ton. Dari perolehan bijih timah tersebut, 61,15% di antaranya berasal dari laut (offshore) dan sisanya sebesar 38,85% berasal dari darat (on shore).

Di sisi lain, produksi logam timah sampai dengan September 2018 tercatat 21.264 ton atau turun 6,89% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 22.837 ton.

Asal tahu saja, PT Timah sebenarnya telah memiliki rencana reklamasi untuk tahun 2015–2019. Berdasarkan laporan tahunan perseroan tahun 2017, dalam empat tahun itu perseroan ditargetkan dapat melakukan reklamasi lahan seluas 2027 hekatre. Namun hingga tahun 2017, tercatat kegiatan reklamasi baru mencapai 33,98%.

Dari temuan pihaknya, Alwin memaparkan, banyak lahan yang sudah ditanami berbagai tanaman bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat justru dibongkar lagi oleh penambang ilegal. Atas kondisi ini, pihaknya masih mencari solusi dan cara efektif mengatasi penambangan di lahan reklamasi itu.

Perseroan pun bekerja sama dengan Lembaga Riset Pemerintah Jerman. Kerja sama antara keduanya dilakukan dalam kegiatan reklamasi lahan bekas tambang bijih timah di Desa Bukit Layang. Agendanya adalah menghijaukan kembali lahan kritis menjadi produktif untuk peningkatan perekonomian masyarakat.

Kemarin Rabu (20/2), Lembaga Riset Pemerintah Jerman menyerahkan 17 hektare lahan reklamasi percontohan dalam kawasan Izin Usaha Penambangan PT Timah Tbk di wilayah tersebut.

“Kita berkomitmen melakukan reklamasi lahan bekas penambangan yang memberikan manfaat untuk masyarakat di daerah ini,” kata Alwin Albar dalam serah terima reklamasi percontohan antara Pemerintah Jerman dengan Indonesia di Bukit Layang, Kabupaten Bangka.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan reklamasi yang dimulai 2007 tersebut berupa penanaman berbagai tanaman bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Contohnya kelapa sawit, karet, gelam, buah-buahan, sengon dan tanaman hortikultura lainnya. Kegiatan itu dilakukan dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Kegiatan reklamasi itu bahkan telah membuahkan hasil. PT Timah Tbk bekerja sama dengan Federal Institute For Geosciences and Natural Resources (BGR) memanen tomat 4,5 ton di lahan reklamasi percontohan Desa Bukit Layang Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pelaksana reklamasi percontohan PT Timah Tbk – BGR, Ahmad Saragi mengatakan pengembangan tanaman tomat di lahan reklamasi bekas tambang bijih timah seluas 0,3 hektare ini berjalan dengan baik dan dinilai berhasil. Alhasil produksi tomat lokal meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi.

“Panen tomat ini diperkirakan terus bertambah karena tanaman tersebut masih dalam masa panen, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pasokan tomat luar daerah,” ujarnya.

Ironisnya, ia mengaku pihaknya masih menghadapi kendala dari sisi pemasaran hasil panen. Pengelola lahan kritis harus mencari jaringan atau distributor untuk menampung hasil panen tomat tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan distributor sayur-mayur agar pemasaran tomat ini lebih optimal.

“Selama ini kami hanya mengandalkan warga yang bekerja di sini untuk memasarkan langsung hasil panen ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang dengan hasil penjualan kurang optimal,” katanya.

 

Sumber: Valid News, ‘PT Timah Gandeng Polman Babel Tingkatkan Kualitas SDM Babel‘, 21 Februari 2019, <https://www.validnews.id/PT-Timah-Gandeng-Poltek-Tingkatkan-Kualitas-SDM-Babel-iiY> [diakses 18 Maret 2019]