Robot Transporter PENS Bisa Bawa Beban 20 kg dengan Dua Metode Gerak

/ / Berita
Robot Transporter PENS Bisa Bawa Beban 20 kg dengan Dua Metode Gerak

Surabaya – Selama ini hampir tak ada alat pengangkut barang bertonase rendah yang efektif membantu tugas manusia. Ini yang dilirik tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dengan membuat REY, robot pembawa barang atau robot transporter dengan kemampuan membangun peta dua dimensi dan fitur pengikut manusia. Robot transporter dengan dua metode gerak ini adalah robot pertama yang dibuat di Indonesia.

Ketiga mahasiswa yang membuat robot transporter itu dari Program Studi Mekatronika, yakni Muhammad Zainur Rofit, Muhammad Edy Hidayat, dan Putri Maghfiroh Agustining Tiyas. Mereka berkreasi membuat robot ini karena kekurangefektifan dalam proses membawa barang.

“Di luar negeri, ada perusahaan yang memakai robot transporter ini. Namun robot ini hanya memakai metode gerak lewat garis di lantai. Ada juga robot yang digerakkan lewat gawai dengan perangkat Android,” papar M Zainur Rofit, Sabtu (25/8/2018).

Penggunaan robot transporter dengan metode tunggal itu hanya berlaku untuk industri besar dengan beban angkut barang besar. Ini yang menimbulkan inspirasi mereka membuat robot transporter dengan metode gerak kombinasi. Kedua metode yang dipakai adalah lewat gawai dan pergerakan manusia.

“Robot ini diharapkan sebagai solusi yang praktis, mudah, dan aman untuk membawa barang. Robot bernama REY ini difokuskan untuk industri kecil hingga menengah,” ujarnya.

Adapun dua metode yang dipakai yakni dengan gawai yang punya sistem Android, tersambung dengan robot lewat sinyal bluetooth. Dengan gawai, robot ini bisa dikendalikan lewat tombol. Sedangkan metode dengan mengikuti pergerakan manusia, robot menyensor baju khusus yang bisa mengenali warna tertentu.

“Robot REY dapat melakukan pemetaan area, sehingga memudahkan pengguna memindahkan barang dari area pertama ke area kedua tanpa harus turun ke area itu,” tambah M Edy Hidayat.

Proses penggarapan robot ini memerlukan waktu enam bulan dengan dana sekira Rp 6 jutaan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat robot ini murah tapi berteknologi tinggi. Bahan itu adalah kamera pixie, sensor laser. Rangkanya dari stainless steel dan badannya dari akrilik tebal 3 mm. Agar bebas bergerak, robot ini memakai roda mecanum yang bisa bergerak ke segala arah.

“Robot ini memakai baterai lithium polymer (lipo). Baterai ini bisa nonstop charging selama 6 jam. Kalau fast charging hanya 1 jam,” urainya.

Saat ini beban maksimal yang dapat diangkut oleh robot REY adalah 20 kilogram. Apabila dibutuhkan untuk beban yang lebih besar, REY dapat dimodifikasi dengan menambah spesifikasi pada motor penggeraknya.

“Saat Pameran Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) PENS kemarin, ada pengunjung dari kalangan industri yang sudah meminta dibuatkan custom REY sesuai dengan kebutuhan perusahaannya,” paparnya.

Karena keunikan dan fungsional, robot ini diikutkan dalam ajang PIMNAS ke-31 pada 28 Agustus-2 September 2018 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tak hanya itu, pasca PIMNAS, robot ini akan diikutkan ke Kemenristekdikti untuk program calon pengusaha pemula berbasis teknologi (CPPBT).

“Pada program ini, ada bantuan usaha untuk komersial dan layak dikembangkan ke UMKM,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun News Surabaya, ‘Bisa Bawa Beban 20 kg, Robot Transporter Buatan Mahasiswa PENS Dengan Dua Metode Gerak‘, 25 Agustus 2018, <http://surabaya.tribunnews.com/2018/08/25/bisa-bawa-beban-20-kg-robot-transporter-buatan-mahasiswa-pens-dengan-dua-metode-gerak?page=all> [diakses 18 September 2018]