Setelah Sampah, Pemkot Semarang Kaji Angin

/ / Berita
Setelah Sampah, Pemkot Semarang Kaji Angin

Politeknik Negeri Semarang mendukung Pemerintah Kota Semarang untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga angin. Baru-baru ini, kedua lembaga tersebut mendatangani dokumen nota kesepahaman. Mereka akan mengembangkan proyek percontohan terlebih dulu.

Penandatanganan dilakukan di Ruang Sidang Direktur Polines oleh Direktur Polines Ir Supriyadi MT dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Bunyamin. Acara tersebut dihadiri pula oleh jajaran pimpinan Polines dan Bappeda.

Dalam sambutannya, Supriyadi mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bappeda Kota Semarang dalam pengkajian potensi energi baru dan terbarukan di Kota Semarang

. ìKami siap membantu Pemerintah Kota Semarang dalam hal kajian energi baru untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di kota ini,î ungkapnya.

Kerja sama ini akan dijalankan dengan saling memanfaatkan potensi, keahlian, dan fasilitas yang dimiliki masing-masing lembaga. Polines siap dengan tenaga ahli yang berkompeten dalam bidang energi baru dan terbarukan ini.

Sementara Bunyamin menegaskan, pihaknya menggandeng Polines dalam program ini karena kampus tersebut memiliki sumber daya manusia berupa tenaga ahli yang beragam pada bidang teknil sipil, mesin, konversi energi, maupun listrik.

Kompetensi yang beragam ini dibutuhkan karena untuk mewujudkan instalasi pembangkit listrik tenaga angin perlu sumber daya dari lintas bidang ilmu.

ìKerja sama dengan Polines ini kiranya dapat membantu Pemkot Semarang mencari sumber-sumber alternatif energi baru,î jelasnya.

Saat ini Pemkot Semarang juga telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dan terus mengkaji potensi apa saja yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Ruang lingkup dari kerja sama ini adalah penyusunan kajian potensi angin dan rancangan pembangunan instalasi pembangkit listrik tenaga angin di Kota Semarang.

ìKe depan, instalasi pembangkit listrik tenaga angin ini selain sumber pembangkit energi juga sebagai destinasi wisata di Kota Semarang,î tambah Bunyamin.

 

Sumber: Suara Merdeka, ‘Setelah Sampah, Pemkot Semarang Kaji Angin‘, 14 Februari 2019, <https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/167535/setelah-sampah-pemkot-semarang-kaji-angin> [diakses 27 Februari 2019]