Tahun 2019 Polinema Buka Prodi Baru D3 Pertambangan

/ / Berita
Tahun 2019 Polinema Buka Prodi Baru D3 Pertambangan

Politeknik Negeri Malang (Polinema) akan segera membuka program studi (prodi) D3 Pertambangan. Rencananya, pembukaan prodi ini akan dimulai pada tahun pelajaran 2019/2020. Direktur Polinema Malang Awan Setyawan mengatakan pembukaan prodi tersebut, akan dilakukan pada awal semester ganjil 2019. Tahun ajaran baru tahun ini akan menjadi angkatan pertama.

“Kami akan ada prodi baru. Dan ini menjadi angkatan pertama,” kata Awan.

Ia menyebutkan prodi ini nantinya akan bekerjasama dengan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), salah satunya adalah PT. Inalum. Prodi Pertambangan ini anntinya akan di buka untuk dua kelas dengan setiap kelasnya menampung 24 mahasiswa.

“Persyaratannya harus lulusan SMK, karena ini jurusan D3 Pertambangan yang menjembatani SMK dan insinyur,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kemendikbud, Ananto Kusuma Seta, mengapresiasi prodi D3 Pertambangan yang akan dibuka di Polinema. Prodi ini diharapkan mampu menjadi tempat pendidikan lanjutan bagi sekolah-sekolah yang memiliki mata pelajaran serupa.

“Sangat baik ini. Sebab, ada SMK jurusan energi pertambangan. Kalau mau melanjutkan kemana terusan, jadi dengan ini mereka bisa diarahkan ke sana,” tandasnya, menyikapi pembukaan prodi baru D3 Pertambangan Polinema.

Menhub akan Tinjau Lapangan Terbang Sekayu

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), bakal kedatangan Menteri Perhubungan (Menhub RI), Budi Karya Sumadi. Sejumlah agenda kedatangan Menteri asal Sumsel di Kabupaten Muba, diantaranya meninjau langsung kondisi Lapangan Terbang (Lapter) Sekayu, yang akan dipergunakan sabagai Politeknik Penerbangan pertama di Pulau Sumatera, sekaligus akan menjadi lapter khusus.

“Besok sore Manteri Perhubungan RI, akan langsung meninjau kesiapan Muba, yang akan membuka Poltek Penerbangan,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Muba, H Pathi Ridwan, usai melakukan pengecekan kesiapan Lapter Sekayu, Selasa (9/4/2019).

Menurut Pathi, dengan kedatangan Manteri Perhubungan, akan mempercepat proses registrasi penggunaan Lapangan Terbang. Sehingga target pada tahun ini Politeknik Penerbangan yang akan menggunakan lapangan terbang (Lapter) di Sekayu, dapat segera terealisasi.

“Kita targetkan pada tahun ini, semua dapat terlaksana,” tegasnya.

Dia mengungkapkan dengan datangnya Menteri Perhubungan, diharapkan mampu mempercepat revitalisasi lapter dan pemenuhan fasilitas Lapter.

“Semuanya masih proses, sehingga dengan datangnya bapak menteri bisa langsung melihat kondisi dilapangan sehingga bisa mempercepat realisasi Politeknik Penerbangan di Sekayu,” beber Pathi.

Dirinya menargetkan proses realisasi operasional Politeknik Penerbangan Muba akan tepat waktu dan diharapkan bisa menciptakan SDM Muba yang handal dan terampil di bidang penerbangan.

“Politeknik Penerbangan ini keberadaannya sangat cocok di Muba, dan mendapat dukungan penuh dari semua pihak,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin telah melakukan audiensi dengan Kepala Balai Diklat Penerbangan Palembang M Andra Adityawarman ST MT yang merekomendasikan adanya Politeknik Penerbangan di Sekayu.

Diketahui, indikator pihaknya memilih Kabupaten Muba sebagai lokasi Politeknik Penerbangan dikarenakan selain Kabupaten Muba sudah memiliki infrastruktur yang cukup, Kabupaten Muba juga mempunyai lokasi strategis di Sumsel yang dikelilingi 16 Kabupaten/Kota di Sumsel.

“Jadi kami nilai sudah sangat tepat untuk memilih lokasi Muba dijadikan Politeknik Penerbangan pertama yang ada di Sumatera, selain itu juga Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin sangat konsen untuk mendukung percepatan pembangunan Politeknik ini,” ungkap Kepala Balai Diklat Penerbangan Palembang M Andra Adityawarman ST MT.

 

Sumber: