Tiga Perguruan Tinggi di NTT Kembangkan Pengelolaan Kopi di Ngada

/ / Berita

Desa Wawowae di Kabupaten Ngada, NTT merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar jika dikelola dengan baik. Di wilayah ini, hampir 99% warganya adalah petani kopi yang menggarap kurang lebih 60 persen lahan kopi. Namun, minimnya penguasaan teknologi dalam pengelolaan kopi membuat kuantitas penjualan Kopi menjadi tidak maksimal sehingga tidak berpengaruh pada perbaikan ekonomi masyarakat.

Melihat realitas itu sebuah tim pengabdian masyarakat dari 3 perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur, yaitu Politeknik Negeri Kupang (PNK), Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) dan Universitas Flores berkolaborasi dan telah melaksanakan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) melalui 2 kegiatan pokok, yaitu Mekanisasi Pengolahan Kopi dan Pengembangan Sumber Daya Petani.

Dua program ini dibiayai oleh DIPA Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi selama 3 tahun (2018 – 2020), dengan sasaran 10 kelompok tani kopi di Desa Wawowae. Program PPDM tahun pertama telah dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2018 di Desa Wawowae dengan 3 kelompok sasaran yaitu, Kelompok Tani Borewu, Kelompok Tani Bomadha dan Kelompok Tani Wolowio.

Pengembangan mekanisasi tahun pertama (2018) dilakukan melalui pengembangan 3 unit Mesin Pengupas Kopi Basah, 3 unit Mesin Pencuci Kopi dan penyediaan 3 unit Alat Ukur Kadar Air Biji Kopi. Sedangkan program pengembangan sumber daya petani dilakukan melalui penyuluhan tentang penanganan hama dan penyakit pada tanaman kopi.

Untuk Tahun 2018, pelaksanaan pengabdian masyarakat PPDM telah dilaksanakan tanggal 30 dan 31 Agustus 2018 di Desa Wawowae dengan sasaran kepada 3 kelompok tani. Tujuh kelompok yang lain akan dikembangkan secara bertahap pada tahun 2019 dan 2020.

Program Pengabdian, Program Wajib Dosen Perguruan Tinggi

Koordinator Tim Pelaksana PPDM, Jhon A. Wabang, ST., M.Eng dalam pengantar pembukaan kegiatan mengatakan, Program Pengabdian merupakan program wajib dosen perguruan tinggi yang menjembatani program-program Kemenristekdikti dalam membina kelompok-kelompok usaha masyarakat dan menerapkan keilmuan dosen di perguruan tinggi.

Jhon kemudian berharap setiap kelompok yang menerima program ini nantinya bisa menggunakan teknologi dan menjaga keberlanjutan program demi meningkatkan taraf hidup.

“Setiap kelompok yang menerima pengembangan PPDM harus mengelola teknologi yang sudah diberikan dan menjaga keberlanjutannya demi peningkatan taraf hidup seluruh anggota kelompok,” kata Jhon.

“Teknologi dan ilmu yang diberikan harus dijaga dan dirawat dalam manajemen pengelolaan yang baik agar semua bahan baku kopi ketika dipanen dapat langsung diolah tanpa menyimpan terlalu lama untuk menghindari kerusakan,” sambungnya.

Anggota Kelompok Kopi di Ngada, Optimalkan Bantuan yang Ada

Senada dengan Jhon, penanggung jawab kelompok-kelompok Tani Desa Wawowae, Kabupaten Ngada, Frederikus Pati Wasi mengatakan, semua anggota kelompok yang mendapatkan bantuan Kemenristekdti agar merawat dan mengoptimalkan bantuan yang ada.

“Tahun 2017 Tim PPDM bersama desa sudah memperjuangkan usulan ini dan hingga berhasil lolos dibiayai untuk 3 tahun kedepan, sehingga kelompok harus serius memanfaatkannya dan harus ada peningkatan produksi dengan PPDM tahun pertama ini di tahun-tahun berikutnya,” kata mantan Kepala Desa Wawowae ini.

“Tahun depan akan ada 4 kelompok yang menjadi sasaran PPDM dari kolaborasi 3 PT ini dan di tahun ketiga nanti ada 3 kelompok yang menjadi sasaran program PPDM,” lanjutnya.

Pelaksanaakn PPDM selama 2 hari ini diisi dengan materi pelatihan dan penyuluhan di hari pertama dan pendampingan di hari kedua. Materi penyuluhan mencakup penanganan hama dan penyakit tanaman kopi yang dibawakan oleh ibu Nina Lapinangga, S.Pt., M.Si. dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Ibu Josina Irene Huttubessy, SP., M.Si. dari Universitas Flores.

Sedangkan materi kedua tentang implementasi dan pelatihan penggunaan mesin pengolah kopi diberikan oleh bapak Jhon A. Wabang, ST., M.Eng. dan Bapak Folkes Laumal, ST., MT dari Politeknik Negeri Kupang. Pendampingan di hari kedua diisi dengan evaluasi penggunaan mesin langsung kepada 3 kelompok sasaran dan dilanjutkan dengan kunjungan ke lahan agrowisata kopi.

 

Sumber: Dawai Nusa, ‘Tiga Perguruan Tinggi di NTT Kembangkan Pengelolaan Kopi di Ngada‘, 7 September 2018, <https://www.dawainusa.com/tiga-perguruan-tinggi-di-ntt-kembangkan-pengelolaan-kopi-di-ngada/> [diakses 27 September 2018]