Tim Robot PENS Melaksanakan Running Test di KRI 2018

/ / Berita, PEDP, Politeknik Indonesia, Polytechnic Education Development Project
Tim Robot PENS Melaksanakan Running Test di KRI 2018

Yogyakarta – Menjadi salah satu agenda rutin yang diikuti tim robot Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional 2018 kembali dihelat. Diselenggarakan selama empat hari (10-13/7), kegiatan ini bertempat di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang diikuti oleh 91 tim dari 43 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia.

Memasuki hari kedua (11/7) penyelenggaraannya, setiap tim diberi kesempatan melakukan running test guna mematangkan strateg sebagai bekal pertandingan esok hari. Tim peserta KRI melaksanakan running test guna mempersiapkan penampilan terbaik mereka. Pada running test ini, masing-masing tim mendapat tiga kesempatan untuk membawa robot mereka ke arena pertandingan yang sesungguhnya. Kesempatan itupun tidak disia-siakan oleh tim-tim robot dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Kesempatan EROS Maksimalkan Strategi

Running Test KRI 2018 : Kesempatan EROS Maksimalkan Strategi

Tim EROS yang merupakan divisi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Berkaki pun, memanfaatkan momen ini untuk memaksimalkan strategi yang hendak mereka pakai pada pertandingan. Sebelum bisa masuk ke lapangan pertandingan, tim EROS pun disibukkan dengan pengukuran berat dan tinggi keempat robot mereka.

Pada running test pertama, nampak keempat robot EROS dan timnya turun ke arena pertandingan. Mereka melakukan pengenalan lapangan. Usai melewati running test pertama, EROS pun kembali diberi kesempatan untuk melaksanakanrunning test kedua. Pada running test ini, tim EROS masih melakukan beberapa pengecekan dan persiapan robot guna memastikan semuanya tidak bermasalah. Besar harapan kepada tim EROS agar bisa memberikan performa terbaiknya di pertandingan yang sesungguhnya.

Sukses Capai Zona Tutup, Tarian ERISA Kompak

Sukses Capai Zona Tutup, Tarian ERISA Kompak pada Running Test Pertama

ERISA merupakan salah satu dari 14 robot divisi Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), ERISA sukses melewati Zona A, B dan C hingga capai Zona tutup.

Pada running test pertamanya, ERISA mendapat kesempatan melakukan dua kali percobaan. Berhadapan dengan PAGARUYUANG asal Politeknik Negeri Padang, ERISA nampak unggul pada percobaan pertamanya di Arena Merah. Meski salah satu robot ERISA sempat terjatuh di Zona B, tidak menghalanginya untuk terus melanjutkan tarian. Dengan penutup yang manis, kedua robot ERISA berhasil menyelesaikan percobaan pertamanya di Zona Tutup.

Berhasil pada percobaan pertama, robot ERISA tampil lebih memukau pada percobaan kedua yakni di Arena Biru. Pada kesempatan ini, kedua robot ERISA terlihat lebih kompak dalam melakukan setiap detail tariannya. Meski salah satu robot ERISA terjatuh satu kali, hal tersebut tidak mengurangi keselarasan gerakan kedua robot. Keduanya pun mengakhiri sesi runnning test pertama dengan kompak.

Usai menyelesaikan running test pertama dengan apik, ERISA pun segera keluar arena dan beranjak untuk menuju tempat pengukuran dan penimbangan. Meski tampil cukup memuaskan di running test pertamanya, diharapkan ERISA tidak cepat berpuas diri. Ia dan timnya harus tetap berlatih, agar mendapat hasil maksimal di hari ke tiga.

Sempat Alami Kendala, PENSAE Berhasil Cetak Point

Sempat Alami Kendala, PENSAE Berhasil Cetak Point pada Running Test Pertama

Usai dengan technical meeting yang diselenggarakan pada pagi hari, kegiatan dilanjutkan dengan running test untuk masing-masing divisi. Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) salah satunya. PENSAE, robot asal PENS berkesempatan untuk melakukan running test pada urutan kedua. Dimulai pukul 14.00 WIB, dalam running test kali ini para peserta diberikan waktu 10 menit. Yakni 5 menit di area biru dan 5 menit di area merah.

PENSAE berkesempatan untuk mencoba arena biru terlebih dahulu. Dengan sigap tim PENSAE mempersiapkan robotnya. Running test pun dimulai dimana robot dicoba untuk arena yang sebenarnya. Dalam running test ini, PENSAE beberapa kali berhasil memasukkan shuttle cock ke Normal Ring dan Goldeng Ring, namun belum dapat mencapai Rong Bay.

Nampak beberapa kendala yang dialami oleh PENSAE pada running test ini. Meskipun demikian, diharapkan PENSAE dapat segera beradaptasi dengan lapangan yang sesungguhnya. Sehigga pada running test selanjutnya dapat tampil dengan lebih prima dan menunjukkan hasil yang terbaik pada pertandingan hari ke tiga.

 

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *